Cerita Sex: Anak Desa Yang Tangguh

No comment 1433 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita – Matahari hari mulai terbenam di ufuk barat ketika Anton, baru saja bangun dari tidurnya. Dgn mata masih mengantuk, Anton berusaha bangun dan mengambil handuk yg kemudian dililitkan dipinggangnya. Kemudian dia berjalan menuju sungai, yg jaraknya sekitar 500 meter dari rumahnya. Pemuda berusia 16 tahun, berwajah ganteng dan bertubuh atletis ini berjalan melintasi persawahan sambil bernyanyi kecil. Anton adalah figur pemuda kampung yg supel, ramah dan pintar bergaul. Ayahnya Pak Bimo adalah seorang petani yg cukup berhasil. Pak Bimo memiliki tiga orang istri.

cerita sex

Anton anak satu-satunya dari isteri ketiga Pak Bimo. Ibunya bernama Sitti, biasa dipanggil Bu Sitti, seorang penjual kue dipasar yg letaknya tdk begitu jauh dari kampungnya. Menurut cerita orang-orang kampung, Anton bukanlah anak kandung Pak Bimo. Ibunya sdh hamil tiga bulan ketika dikawin Pak Bimo. Ibunya dihamili majikannya sewaktu ibunya masih menjadi TKW di Arab. Makanya, wajah Anton mirip dgn orang Arab. Singkat cerita, Anton sdh hampir sampai disungai.
Sore ini, Anton merasakan ada sesuatu yg lain dari biasanya. Dimana sungai tempatnya mandi, biasanya ramai. Tumben hari ini sepi sekali. Oh, mungkin aku bangun kesorean, pikir Anton dlm hati. Sambil melanjutkan langkahnya berjalan. Anton dikejutkan oleh suara seorang perempuan sedang merintih dan mendesah-desah. Suara itu datangnya dari arah sungai. Anton merasa penasaran oleh suara-suara itu. Dia mendekati arah suara itu. Alangkah terkejutnya Anton melihat pemandangan didepannya, yg membuat berdiri terpaku. Pemandangan yg baru pertama kali dilihatnya langsung.
Dimana, Mbak Yuli tetangganya, sedang mandi sambil meraba-raba buah dadanya. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Anton segera mencari tempat yg agak tersembunyi, mengintip Mbak Yuli. Mbak Yuli yg dlm keadaan telanjang bulat, tdk menyadari kalau didepannya seseorang sedang melihatnya dgn mata melotot dan jakun yg naik turun. Wanita berusia 25 tahun, yg sdh setahun ditinggal suaminya menjadi TKI ini, semakin asyik meremas-remas buah dadanya.

“Akh.., ohh.., oohh.., ” desahan-desahan nikmat yg keluar dari mulutnya, membuat Anton semakin terpukau memandangnya. Anton merasakan k0ntolnya menegang dibalik CDnya.
Tanpa sadar dia menyusupkan tangan ke balik CDnya. Anton meraba-raba kemaluannya yg makin lama makin mengeras. Anton semakin bernafsu saat Mbak Yuli, meraba- raba memeknya sendiri. Kemudian Mbak Yuli memasukkan jari-jarinya ke dlm memeknya. Dicucuk-cucuknya memeknya sendiri sambil mulutnya mendesah- desah. Membuat Anton semakin tak kuat menahan nafsu birahinya. Anton melepaskan handuk dan CDnya lalu mengeluarkan k0ntolnya yg sdh berdiri tegak. Diraihnya kemaluannya, kemudian dikocok-kocoknya. Saat Anton sedang asik mengocok-ngocok k0ntolnya. Tanpa disadarinya Mbak Yuli telah berdiri tanpa busana didepannya.

“Kamu lagi ngapaain Ton,” tanya Mbak Yuli.
“Maaf.., Mbak.., maaf,” sahut Anton tergagap, tanpa melepaskan pandangan dari tubuh telanjang Mbak Yuli. “Kamu lihat ini ya,” tanya Mbak Yuli sambil menunjuk memeknya.
Anton hanya diam, tak menyahut. Hatinya berdebar-debar melihat tatapan mata Mbak Yuli.
“Kamu suka Ton,” tanya Mbak Yuli sambil tersenyum.
Tanpa menunggu jawabab Anton, Mbak Yuli menggerakkan tangannya meraih k0ntol Anton.
“Aow, k0ntolmu gede sekali Ton, panjang lagi,” jerit Mbak Yuli.
Mbak Yuli mengelus- elus lembut k0ntol Anton dgn tangan kanannya. Sementara tangan kirinya meraba-raba buah pelir Anton. Anton merasakan badannya panas dingin. Baru kali ini k0ntolnya dipegang dan dielus-elus seorang wanita. Mbak Yuli yg sdh berpengalaman bersetubuh dgn laki-laki, sangat tahu kalau Anton sangat menginginkannya.
Tanpa melepaskan kocokkannya pada k0ntol Anton, Mbak Yuli mendekatkan mulutnya ke mulut Anton. Perlahan dikecupnya bibir Anton. Mbak Yuli membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya mengisi rongga mulut Anton yg mulai terbuka. Anton menyambutnya lumatan Mbak Yuli dgn pagutan yg hebat pula. Cukup lama mereka bercumbu. Mbak Yuli kemudian melepaskan lumatannya pada mulut Anton. Kemudian dia menjilati leher Anton. Anton mendesah-desah merasakan nikmat. Dgn sedikit membungkukkan badannya, Mbak Yuli kemudian menjilati dada Anton lalu turun dan berhenti dibawah pusar Anton.

Cukup lama Mbak Yuli memainkan lidahnya di bawah pusar Anton. Kemudian Mbak Yuli berjongkok didepan Anton. Mbak Yuli mendekatkan wajahnya keselangkangan Anton. Mbak Yuli menjulurkan lidahnya dan mulai menjilati kepala k0ntol Anton.
“Oohh.., Mbakk.., akh.., nik.. mat,” desah Anton penuh nafsu, ketika lidah Mbak Yuli berputar dan menari-nari dikepala k0ntolnya.
Mbak Yuli semakin bernafsu menjilati k0ntol Anton, dari kepala k0ntol sampai kepangkal dijilatinya. Tanpa sejengkalpun terlewatkan.
“Oohh.., Mbak.., Mbak.., enak,” jerit Anton saat Mbak Yuli memasukkan k0ntol Anton ke mulutnya.
Kepala Mbak Yuli bergerak maju mundur mengulum k0ntol Anton. K0ntol Anton disedotnya kuat-kuat sampai pipi Mbak Yuli kempot.
“Akhh.., truss.., Mbakk.., truss,” suara Anton seperti mengigau keenakan.
Sekitar lima belas menit berlalu Mbak Yuli, menyudahi kulumannya. Kemudian dia membentangkan handuknya diatas rumput. Anton disuruhnya tidur terlentang. Mbak Yuli kemudian berjongkok diatas selangkangan Anton. Diraihnya batang k0ntol Anton, dikocok-kocoknya sebentar lalu diarahkan tepat kelubang memeknya.

Mbak Yuli mulai menurunkan pantatnya. Sedikit demi sedikit k0ntol Anton memasuki lubang memek Mbak Yuli. Semakin lama semakin dlm, hingga seluruh batang k0ntolnya amblas kelubang memek Mbak Yuli. Anton merasakan k0ntolnya seperti dipijit-pijit. Baru pertama kali inilah k0ntolnya masuk kelubang memek wanita. Nikmatnya luar biasa. Apalagi saat Mbak Yuli mulai menaik turunkan pantatnya, membuat k0ntol Anton keluar masuk dari lubang memeknya. Kenikmatan yg sama juga dirasakan Mbak Yuli. Sdh setahun lebih dia tdk merasakan nikmatnya bersetubuh. Apalagi k0ntol Anton jauh lebih besar dari kepunyaan suaminya.
“Ohh.., Tons.., k0ntolmu.., enak banget,” desis Mbak Yuli.
Mbak Yuli semakin bersemangat menaik turunkan pantatnya. Diselingi gerakkan berputar dan bergoyang ke kiri dan ke kanan. Anton tak mau tinggal diam, pantatnya disodok-sodokkan ke atas dan ke bawah seirama gerakkan Mbak Yuli. Tangannya meremas-remas pantat Mbak Yuli. Sekitar empat puluh menit sdh mereka bersetubuh. Mbak Yuli semakin mempercepat gerakan pantatnya, ketika dirasakannya orgasmenya hampir sampai. Demikian juga Anton semakin cepat dia menyodok-nyodokkan pantatnya.

“Ohh.., Ton.., akuu.., mauu.., keluarr,” jerit Mbak Yuli. “Akuu.., juga.., Mbakk,” sahut Anton.
“Keluarin di dalem aja Ton, lebih enak,” pinta Mbak Yuli.
Anton mengaggukkan kepalanya, menyetujui permintaan Mbak Yuli. Beberapa detik kemudian tubuh mereka sama-sama mengejang, keringat mereka bercucuran. Dan hampir bersamaan, mereka berteriak lantang ,
” Aku.., keluarr.” Dan tumpahlah sperma Anton yg cukup banyak dilubang memek Mbak Yuli.
Mbak Yuli kemudian dia turun dari tubuh Anton, dan berjongkok disamping. Diraihnya k0ntol Anton dan dikocok- kocoknya sebentar. Mbak Yuli mendekatkan kepalanya keselangkangan Anton. Sambil tersenyum penuh arti, Mbak Yuli menjilati k0ntol Anton. Sisa-sisa sperma dik0ntol Anton dijilatinya sampai bersih. Setelah beristirahat sebentar, Mbak Yuli kemudian mengenakan pakaiannya. Membiarkan Anton yg masih terlentang tanpa busana.
“Ton, nanti malam ke rumahku ya, akan kulayani kamu sampai pagi,” bisik Mbak Yuli ditelinga Anton.
Anton mengangguk, kemudian bangkit dan mengecup bibir Mbak Yuli dgn mesra.
“Makasih Mbak, Mbak telah memberiku pelajaran yg luar biasa. Sambil melangkah pergi, Mbak Yuli tersenyum bangga, telah berhasil meraih keperjakaan Anton. Anton kemudian turun kesungai untuk membersihkan.

Dia merasa bangga, karena hari ini dia mendapatkan pengalaman yg luar biasa. Pengalaman pertama kali menikmati enaknya memek wanita. Pengalaman yg sdh lama diidam- idamkannya. Malam harinya Anton datang kerumah Mbak Yuli, memenuhi undangannya. Anton berdiri didepan pintu rumah, lalu mengetuknya.
“Mbak, Mbak Yuli,” panggil Anton.
“Masuk aja Ton, nggak dikunci,” sahut Mbak Yuli dari dlm.
Anton kemudian masuk lalu mengunci pintu dari dlm. Dia melangkahkan kakinya mendekati kamar Mbak Yuli. Didalam kamar Mbak Yuli telah menunggunya. Saat Anton memasuki kamar Mbak Yuli, didapatinya Mbak Yuli sedang duduk diatas ranjang tanpa mengenakan selembar benang. Kedua kakinya terbuka lebar-lebar. Mbak Yuli menyuruh Anton mendekat dan berjongkok dilantai.
“Ton, jilatin memekku sayang,” pinta Mbak Yuli.
Anton menuruti permintaan Mbak Yuli. Dia lalu berjongkok dilatai. Wajahnya didekatkan keselangkangan Mbak Yuli. Lidahnya dijulurkan dan ditempelkan ke bibir memek Mbak Yuli. Dan Anton mulai menggerak-gerakkan lidahnya, menjilati bibir memek Mbak Yuli.
“Ohh.., Ton.., enakk.., truss.., truss,” desah Mbak Yuli keenakkan saat lidah Anton memasuki lubang memeknya.
Lidah Anton menari-nari didalam memek Mbak Yuli. Kelentit Mbak Yuli dicucuk-cucuk dan disedot-sedotnya.
Pantat Mbak Yuli terangkat-angkat menerima jilatan Anton. Bibirnya mendesis. Sesekali Anton memindahkan jilatannya kelubang anus Mbak Yuli.
“Akhh.., akuu.., tak.., tahan.., Ton,” desis Mbak Yuli sambil meraih kepala Anton dan membenamkannya keselangkangannya.

Beberapa menit berlalu, Anton menyudahi jilatannya. Kemudian dia berdiri sambil melepaskan seluruh pakaiannya. Setelah semuanya terlepas, Anton meraih k0ntolnya yg sdh setengah tegang. Dikocok-kocoknya k0ntolnya sendiri hingga tegang penuh. Setelah dirasa cukup Antonpun menempelkan k0ntolnya kelubang memek Mbak Yuli. Didorongnya tubuh Mbak Yuli, hingga terlentang diranjang. Kedua kaki Mbak Yuli diangkat tinggi-tinggi, hingga ujung kaki Mbak Yuli berada diatas bahunya. Dgn sekali dorongan saja, k0ntol Anton melesat masuk ke lubang memek Mbak Yuli yg telah basah dan memerah.
“Aow Ton, pelan-pelan sayang,” jerit Mbak Yuli.
Tanpa menghiraukan jeritan Mbak Yuli, Anton memaju mundurkan pantatnya, membuat k0ntolnya keluar masuk dilubang memek Mbak Yuli.
“Ton.., teruss.., sayang.., sodok teruss,” pinta Mbak Yuli penuh nafsu.
“Mbak.., enak.., banget.., Mbak,” sahut Anton.

Anton semakin mempercepat sodokkannya ketika dirasakannya memek Mbak Yuli berkedut-kedut, otot-otot memek Mbak Yuli menegang dan menjepit k0ntolnya.
“Ton,..akuu.., mauu.., ke., keluarr,” teriak Mbak Yuli.
Beberapa menit kemudian Mbak Yuli menjerit sangat keras,
” Tons.., akuu.., keluarr,”. Tubuh Mbak Yuli mengejang.
Tangannya mencengkeram sprei dgn keras. Dan Mbak Yulipun meraih orgasmenya. Cairan- cairan hangat merembes dari lubang memeknya. Membasahi k0ntol Anton.
“Kamu belum keluar Ton,” tanya Mbak Yuli beberapa saat setelah berhasil menguasai dirinya.
“Mbak akan puaskan kamu Ton,” kata Mbak Yuli, sambil menarik tubuhnya.
Mbak Yuli kemudian menungging, membelakangi Anton, dgn kaki berpijak dilantai sementara tangannya mencengkeram tepi ranjang.
“Ton, masukkin k0ntolmu keanusku,” perintah Mbak Yuli, sambil meraih k0ntol Anton yg ada dibelakang pantatnya.
Anton memajukkan pantatnya, hingga k0ntolnya menyentuh lubang anus Mbak Yuli.
“Dorong Ton, dorong,” pinta Mbak Yuli tak sabaran. Anton menuruti kemauan Mbak Yuli, didorongnya pantatnya lebih maju.

Dan sedikit demi sedikit batang k0ntolnya memasuki lubang anus Mbak Yuli. Setelah seluruh batang k0ntolnya masuk, Anton mulai memaju mundurkan pantatnya. Sempitnya lubang anus Mbak Yuli menjepit k0ntol Anton. Mbak Yuli mengimbangi gerakkan Anton dgn menyodok-nyodokkan pantatnya, sambil mencucuk-cucuk memeknya sendiri. Anton semakin bersemangat mendorong- dorong pantatnya, saat dirasakannya k0ntolnya berkedut-kedut.
“Mbakk.., akuu.., mau., keluarr,” jerit Anton dgn nafas terengah-engah.
“Aku juga Ton, kita keluarin bareng Ton,” sahut Mbak Yuli.
Beberapa menit kemudian Anton merasakan otot-ototnya menegang. Dan creett.. creett.. crett.. Anton menumpahkan spermanya didalam lubang anus Mbak Yuli.
Malam itu mereka bersetubuh sampai pagi. Sampai badan mereka kelelahan dan tertidur. Sejak saat itu, hampir setiap malam mereka menikmati persetubuhan. Anton ketagihan atas pelayanan yg diberikan Mbak Yuli. Begitu juga Mbak Yuli sangat puas. Rasa kesepiannya yg telah setahun ditinggal suaminya, kini terobati. Nafsu birahinya yg meledak-ledak kini tersalurkan. Siang hari itu, Anton pulang sekolah lebih awal dari biasanya. Dgn bernyanyi- nyanyi kecil dia melangkah menuju rumahnya. Begitu membuka pintu rumahnya Anton terkejut, pintu rumahnya tdk terkunci. Anton merasakan ada sesuatu yg tdk beres.

Dgn mengendap- endap Anton masuk kedalam rumahnya. Samar-samar Anton mendengar suara orang mendesah-desah diselingi rintihan- rintihan. Anton penasaran dibuatnya. Anton berusaha mencari sumber suara-suara itu. Ketika dia mendekati kamar ibunya, suara-suara itu, semakin keras terdengar. Anton menghentikan langkahnya didepan kamar ibunya.
Suara itu semakin keras terdengar. Ibu lagi ngapain ya, pikirnya. Rasa ingin tahunya semakin kuat, Antonpun mengintip dari lubang pintu. Alangkah terkejutnya Anton, melihat pemandangan di dlm kamar ibunya. Didalam kamar, Bu Sitti, ibunya sedang berdiri sambil memeluk tubuh Pak Kades. Tangan Bu Sitti melingkar dipinggang Pak Kades. Sedangkan tangan Pak Kades sedang meremas-remas pantat Bu Sitti, yg padat berisi.

Tanpa melepaskan tangannya dari pantat Bu Sitti, Pak Kades mencium pipi Bu Sitti, kemudian menjulurkan lidahnya mengecup bibir Bu Sitti. Bu Sitti membuka mulutnya, menyambut kecupan Pak Kades dgn lumatan-lumatan yg tak kalah hebatnya. Saking asiknya mereka bercumbu, tanpa mereka sadari sepasang mata sedang mengintip dgn hati yg panas. Bahkan percumbuan mereka makin panas saja. Beberapa saat berlalu, Pak Kades melepaskan lumatannya pada bibir Bu Sitti. Tangannya kemudian bergerak melepaskan seluruh pakaian Bu Sitti. Setelah semuanya terlepas, Pak Kades memandangi sebentar tubuh Bu Sitti yg telanjang bulat sambil berdecak kagum.
“Oh, luar biasa An, tubuhmu masih sexy,” puji Pak Kades.

Bu Sitti tersenyum mendengar pujian Pak Kades, sambil menggerakkan tangannya, melepaskan seluruh pakaian Pak Kades. Kini kedua insan berlainan jenis itu sama- sama telanjang bulat. Tanpa membuang waktu, Pak Kades menyuruh Bu Sitti tidur terlentang diatas ranjang.
Kemudian Pak Kades merangkak diatas tubuh Bu Sitti dgn posisi sungsang. Selangkangan Pak Kades berada diatas wajah Bu Sitti, begitu juga sebaliknya. Wajah Pak Kades berada diatas selangkangan Bu Sitti. Pak Kades membuka paha Bu Sitti lebar-lebar, tangannya meraba-raba bibir memek Bu Sitti yg ditumbuhi bulu-bulu tipis. Pak Kades mencucuk-cucuk lubang memek Bu Sitti dgn jari-jarinya.
“Ohh.., Mas.., enakk.., truss.., truss,” rintih Bu Sitti saat Pak Kades mulai menjilati memeknya.
Pak Kades menyedot-nyedot kelentit Bu Sitti yg memerah dan basah. Pantat Bu Sitti terangkat-angkat menyambut jilatan-jilatan Pak Kades pada lubang memeknya.
“Jilatin punyaku An,” pinta Pak Kades. Bu Sitti menuruti saja permintan Pak Kades.
Tangannya meraih k0ntol Pak Kades, yg sdh setengah tegang. Dikocok-kocoknya sebentar, kemudian diarahkannya kemulutnya. Pak Kades menurunkan pantatnya, hingga k0ntolnya menyentuh mulut Bu Sitti. Bu Sitti membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya. Bu Sitti mulai menjilati kepala k0ntol Pak Kades. Lidahnya berputar-putar di kepala k0ntol Pak Kades kemudian turun kepangkal. Seluruh Batang k0ntol Pak Kades dijilatinya tanpa sejengkalpun terlewatkan.
“Ohh.., An.., nikmatt.., truss.., kulum.., truss,” desis Pak kades saat Bu Sitti memasukkan k0ntol Pak Kades kemulutnya.

Pak Kades menaik turunkan pantatnya, membuat k0ntolnya keluar masuk dari mulut Bu Sitti. Sesekali Bu Sitti menggigit k0ntol Pak Kades. Pak Kades meringis dibuatnya.
Sekitar dua puluh menit berlalu, Pak Kades merubah posisinya. Kini dia tidur terlentang diatas ranjang. Bu Sitti disuruhnya naik keatas tubuhnya. Bu Sitti mengikuti saja perintah Pak Kades. Bu Sitti berjongkok diatas selangkangan Pak Kades. Diraihnya k0ntol Pak Kades, dituntunnya kelubang memeknya.
Setelah dirasa pas, Bu Sitti mulai menurunkan pantatnya. Sedikit demi sedikit k0ntol Pak Kades masuk kelubang memek Bu Sitti. Bu Sitti terus menurunkan pantatnya sampai seluruh batang k0ntol Pak Kades amblas tertelan lubang memeknya. Kemudian Bu Sitti menggerakkan pantatnya naik turun. dimulai dgn irama pelan, semakin lama semakin cepat. Sesekali Bu Sitti memutar-mutar pantatnya. Membuat k0ntol Pak Kades serasa dipelintir.

Pak Kades tak mau ketinggalan. Dia menyodok-nyodokkan pantatnya mengimbangi gerakkan pantat Bu Sitti. Anton yg dari tadi mengintip ibunya sedang bersetubuh dgn Pak Kades, sedikit kagum melihat goyangan pantat ibunya diatas tubuh Pak Kades. Nafsu birahinya bangkit. Dilepaskannya seluruh pakaian seragam sekolahnya. Setelah telanjang bulat, Anton meraih k0ntolnya. Dikocok-kocoknya k0ntolnya sendiri sambil mengintip.
Tak terasa sdh tiga puluh menit Bu Sitti menggoyang- goyangkan pantatnya. Bu Sitti semakin cepat menggenjot tubuh Pak Kades, saat dirasakannya orgasmenya sdh dekat. Demikian juga Pak Kades, sodokkan-sodokkan pantatnya semakin cepat.
“Ohh.., Mas.., akuu.., mauu.., keluarr,” jerit Bu Sitti.
“Akuu.., jugaa.., An.., ” sahut Pak Kades.

Beberapa saat kemudian kedua insan yg sedang bersetubuh itu, merasakan otot-ototnya menegang. Diiringi teriakkan yg hampir bersamaan, tubuh mereka menggelepar. Pak Kades menyemprotkan spermanya didalam lubang memek Bu Sitti. Setelah menuntaskan birahinya, Bu Sitti turun dari atas tubuh Pak kades, kemudian merebahkan tubuh dan tertidur disamping Pak Kades.
Pak Kades kemudian bangkit dan mengenakan pakaian. Dipandanginya tubuh Bu Sitti yg sedang tertidur pulas. Dgn melompati jendela kamar, Pak Kades keluar dari kamar Bu Sitti. Begitu Pak Kades keluar dari kamar ibunya, Anton yg sdh dirasuki nafsu birahi, segera membuka kamar ibunya. Sambil mengocok-ngocok k0ntolnya yg sdh tegang, Anton memandangi wajah ibunya yg sedang tertidur pulas. Nafsu setan sdh merasuki diri Anton. Tanpa berpikir panjang Anton segera menindih tubuh ibunya. Kedua kaki ibunya, dibukanya lebar-lebar.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Birahi Gadis Jilbab Penjaga Warung

Kemudian Anton menggenggam k0ntolnya dan diarahkan kelubang memek ibunya. Dan Anton mulai menurunkan pantatnya, sedikit demi sedikit, sampai seluruh k0ntolnya amblas tertelan lubang memek ibunya. Saat Anton mulai menggerakkan pantatnya naik turun, Bu Sitti terbangun dari tidurnya. Betapa terkejutnya dia, saat tahu Anton, anak kandungnya sedang menyetubuhinya.
“Ton, jangan Ton, aku ibumu,” teriaknya berusaha berontak.
Tp sia-sia. Anton terlalu kuat baginya. Dgn mudah Anton meringkus ibunya. Anton memegang erat- erat kedua tangan ibunya dan menyumpal mulut ibunya dgn mulutnya. Dgn buasnya Anton melumat mulut ibunya. Bu Sitti yg sdh kehabisan separuh tenaganya, sehabis bersetubuh dgn Pak Kades tadi tak kuasa melawan keberingasan anaknya.
Perlawanannya mulai melemah. Sodokan-sodokan k0ntol Anton pada lubang memeknya, pelan-pelan membangkitkan nafsu birahinya. Tanpa sadar Bu Sitti mengimbangi gerakan pantat Anton, dgn menyodok-nyodokkan pantatnya. Sambil meracau dan mengeluarkan ucapan-ucapan yg sangat jorok, yg seharusnya tdk keluar dari mulut seorang ibu. Anton semakin bersemangat menggopyg-goyangkan pantatnya.
“Ohh, Ton truss Ton, entot ibu Ton,” rintih Bu Sitti merasakan nikmat.
Anton semakin cepat memompa memek ibunya, ketika dirasakannya memek ibunya berkedut- kedut. Otot-otot memek ibunya menegang. Bu Sitti mencakar-cakar punggung Anton disertai teriakkan panjang.
“Ton.., ibu.., keluarr,” jeritnya. Memeknya menjepit k0ntol Anton dan tangannya menarik pantat Anton, membuat k0ntol Anton semakin terbenam di lubang memeknya.

Dan akhirnya Bu Sitti mencapai orgasmenya. Cairan hangat membasahi dinding memeknya. Anton yg belum mencapai orgasmenya, membalikkan tubuh ibunya lalu menarik kaki ibunya hingga menjuntai ke lantai. Kemudian dia mendekatkan wajahnya kelubang anus ibunya. Anton menjulurkan lidahnya menjilati lubang anus ibunya. Jilatan-jilatan Anton membangkitkan lagi nafsu birahi ibunya. Bu Sitti pasrah saja atas perlakuan anaknya. Bu Sitti menggelinjang, saat Anton mencucuk- cucuk lubang anusnya. Tangannya bergerak kebelakang meraih kepala Anton, membenamkannya dipantatnya. Puas menjilati anus ibunya, Anton meraih k0ntolnya. Dituntunnya kelubang anus ibunya. Bu Sitti berteriak kesakitan, saat Anton memaksakan k0ntolnya menembus lubang anusnya.

Rasa panas dan perih pada dinding dan bibir anusnya tak tertahankan lagi. Bu Sitti berusaha berontak menghindar, tetapi tangan Anton yg menekan punggungnya, membuatnya tak berdaya. Anton mulai mendorong dan menarik pantatnya memompa lubang anus ibunya. Tubuh Bu Sitti terguncang- guncang oleh sodokkan-sodokkan anaknya. Dia melolong menahan rasa sakit yg luar biasa.
Dgn terus menyodomi ibunya, Anton memeluk tubuh ibunya dari belakang dan meremas-remas toketibunya. Nafasnya terengah-engah. Nafsu birahinya benar-benar tak terkendali.Saat mendekati puncak birahinya, Anton mempercepat pompaanya. Diiringi lolongan panjang, Anton menyemprotkan spermanya dilubang anus ibunya. Membasahi bibir dan dinding anus ibunya.
Sesaat kemudian Anton bangkit dan menyuruh ibunya duduk ditepi ranjang. Anton menyodorkan k0ntolnya kemulut ibunya. Meminta ibunya menjilati sisa-sisa spermanya. Bu Sitti menggelengkan kepalanya kekiri dan kekanan, menolak permintaan anaknya. Tp Anton tak kehabisan akal. Ditariknya kepala ibunya dan dibenamkan keselangkangannya lalu dipencetnya hidung ibunya. Membuat ibunya kesulitan bernafas dan terpaksa membuka mulutnya. Saat itulah Anton langsung menyodokkan k0ntolnya dan menjejalkan kemulut ibunya.

“Ayo Bu, isep sampai bersih,” pinta Anton. Dgn sangat terpaksa, dan menahan rasa jijik, Bu Sitti mengulum k0ntol anaknya dan menjilati sisa-sisa sperma anaknya.
Malam itu, Anton memaksa ibunya melayani nafsu birahinya sampai pagi. Sampai dia benar-benar puas. Bu Sitti tak kuasa menolak keinginan anaknya.Hari- hari berikutnya, Bu Sitti menjadi Tonak nafsu anaknya. Dia harus selalu siap melayani nafsu birahi anaknya. Mula- mula Bu Sitti melakukannya dgn terpaksa, tetapi lama-lama dia ketagihan juga disetubuhi anaknya.
Untuk menyambut datangnya Tahun Baru, dikampung Anton diadakan bermacam-macam hiburan. Mulai dari wayg kulit sampai dangdut. Hiburan yg paling disenangi Anton adalah dangdut, terutama goyangan erotis penyanyi wanitanya yg membangkitkan nafsu birahi. Saat malam Tahun baru tiba, sekitar jam 20.00 WIB, Anton bergegas berangkat kelapangan bola menonton dangdut bersama teman akrabnya Tommy. Jaraknya sekitar dua kilo dari tempat tinggal Anton. Acara baru saja mulai ketika Anton tiba disana. Namanya juga acara gratis, penontonnya banyak sekali. Saking asiknya menikmati pertunjukkan, Anton tak sadar kalau temannya Tommy tak ada lagi disampingnya. Antonpun celingukan mencari Tommy. Saat mencari Tommy, Anton bertemu dgn Tarra, anak Pak Kades.

“Ti, ada lihat Tommy nggak?,” tanya Anton.
“Nggak tuh, aku juga lagi cari Mbak Yuli, kamu ada lihat nggak?,” Tarra balik bertanya.
“Ngga ada,” sahut Anton pendek.
“Ton, tolong anterin aku pulang ya!,” pinta Tarra.
“Ntar deh, acaranya lagi bagus nih,” sahut Anton.
“Tolong dong Ton, aku takut pulang nih,” rengek Tarra.
Lama-lama Anton kasihan juga sama Tarra. Dgn setengah hati Anton mengantar Tarra pulang. Untuk menuju rumah Tarra yg berdekatan dgn rumah Anton, mereka harus melewati sawah dan kebun yg cukup gelap. Saat melewati perkebunan, tiba-tiba pohon berderak keras, mengejutkan mereka. Tanpa sadar Tarra memeluk tubuh Anton.

Anton tentu saja tak menyia-nyiakan kesempatan. Dibalasnya pelukan Tarra dgn dekapan yg erat. Anton mendekatkan bibirnya kebibir Tarra. Dikecupnya bibir gadis itu. Tanpa diduga Tarra membalas kecupan Anton. Mulutnya terbuka menyambut lidah Anton yg terjulur dan memasukkan kemulutnya. Merasa mendapat angin segar, Anton menggerakkan tangan kirinya mengelus- elus punggung Tarra, kemudian Anton menyusupkan tangan kirinya kebalik kaos ketat Tarra. Semakin lama semakin panas mereka bercumbu. Sesaat kemudian, Anton menyudahi cumbuannya.
Dibopongnya tubuh Tarra yg sexy, ke sebuah rumah kosong tak jauh dari situ. Ketika sampai di rumah itu, dgn posisi berdiri sejajar, mereka bercumbu lagi, bahkan lebih panas lagi. Setelah berhasil melepaskan kaos dan BH Tarra, Anton meremas-remas pantat Tarra yg montok. Membuat Tarra menggerinjal- gerinjal merasakan nikmat. Tarra memainkan tangannya kearah k0ntol Anton yg sdh setengah tegang. Dan k0ntol Anton semakin tegang saja, saat Tarra menyusupkan tangan kebalik CD Anton. Dan mengocok-ngocok k0ntol Anton.

Luar biasa nikmat yg dirasakan Anton, dia sama sekali tdk menygka. Tarra yg masih belia, dan baru berumur 15 tahun, sangat lihai memainkan k0ntolnya. Beberapa saat kemudian Anton menghentikan cumbuannya. Kemudian dia berjongkok di depan Tarra. Anton menyibak rok mini yg dikenakan Tarra dan merenggangkan kedua kaki gadis itu.
Sesaat Anton terpana memandang paha Tarra yg putih mulus. Pangkalnya menggunduk dibungkus CD transparan, sehingga samar-samar Anton dapat melihat bentuk memek Tarra yg dihiasi bulu tipis kemerahan. Sambil menciumi dan menjilati pangkal paha Tarra, Anton menyusupkan tangannya ke balik CD Tarra. Meremas-remas memek Tarra. Tarra mendesah-desah merasakan nikmat.
“Ohh.., Mas.., enakk.., truss,” desah Tarra saat Anton menjilati memek dari balik CD. Membuat Anton semakin bersemangat menjilati memek gadis itu.
Sesaat kemudian Anton melepaskan rok dan CD Tarra. Kini memek Tarra yg dihiasi bulu-bulu tipis terpampang di depan mata Anton. Mata Anton terbelalak melihat pemandangan di depannya yg begitu indah. Anton menjulurkan lidahnya dan memainkannya dibibir memek Tarra.
Sedikit demi sedikit mulai masuk kelubang memek Tarra. Anton mencucuk-cucuk memek Tarra sambil meremas-remas pantat gadis belia itu. Saking nikmatnya, Tarra mendorong maju pantatnya dan membenamkan kepala Anton di selangkangannya. Beberapa saat kemudian Tarra merasakan otot-otot memeknya menegang.
“Mas.., akuu.., tak tahan,” jerit Tarra dibarengi dgn keluarnya cairan hangat yg merembes didinding memeknya.

Tarra telah mencapai orgasmenya. Setelah diam beberapa saat, Anton kemudian berdiri. Sambil melepaskan seluruh pakaiannya, Anton menyuruh Tarra tidur terlentang dilantai beralaskan celana dan kaosnya. Tarra menuruti saja perintah Anton. Kemudian Anton mengangkangi wajah Tarra. k0ntolnya yg sdh tegang penuh, disodorkan kemulut Tarra. Tarra membuka mulut dan menjulurkan lidahnya. Dia mulai menjilati k0ntol Anton, dari kepala turun kepangkal. Buah pelir Anton tak luput dari jilatannya.
“Oohh.., Rra.., enak.., banget,” desis Anton menahan nikmat, saat Tarra memasukkan k0ntol Anton kemulutnya.
Anton memaju mundurkan pantatnya, membuat k0ntolnya keluar masuk dari mulut Tarra. Sekitar dua puluh menit Tarra mengulum k0ntol Anton yg besar dan panjang. Anton kemudian mencabut k0ntolnya dari mulut Tarra. Kemudian Anton berjongkok diselangkangan Tarra. k0ntolnya diarahkan tepat kelubang memek Tarra.

“Aow.., sakit.., Mas.., jangan,” pekik Tarra saat k0ntol Anton yg keras dan kaku mulai menembus lubang memeknya yg masih perawan.
“Tahan Ti, lama-lama pasti enak,” sahut Anton sambil terus mendorong maju pantatnya.
Baru setengah batang k0ntolnya masuk, Anton menarik lagi kemudian mendorongnya lagi.
“Aow.., Mas.., ampun,” pekik Tarra lebih keras, saat seluruh batang k0ntol Anton masuk kelubang memeknya dan merobek selaput daranya. Darah segar mengalir dari lubang memek Tarra, merembes kesela- sela pahanya.
Anton tak menghiraukan jeritan Tarra. Dgn sangat bernafsu Anton menaik turunkan pantatnya. Setelah sepuluh menit Anton menggoyang-goyangkan pantatnya, jeritan-jeritan Tarra mulai melemah kemudian menghilang, berganti dgn desahan-desahan nikmat. Desahan-desahan dan jeritan- jeritan kecil yg keluar dari mulut Tarra membuat Anton semakin bersemangat menaik turunkan pantatnya.
30 menit berlalu, Tarra menjepitkan kedua kakinya kepinggang Anton. Pantatnya terangkat. Tampak Tarra akan orgasme. Anton juga merasakan hal yg sama, k0ntolnya berkedut-kedut. Anton mempercepat gerakkan pantatnya.

“Oohh.., sshh.., oohh,” pekik mereka hampir bersamaan. Tubuh keduanya menggelinjang hebat saat mencapai puncak kenikmatan. Anton membiarkan k0ntolnya terbenam beberapa saat dilubang memek Tarra, kemudian dia merebahkan tubuhnya disamping gadis itu.
Sesaat kemudian mereka tertidur pulas. Sekitar satu jam tertidur, Anton terbangun karena merasakan ada sesuatu yg bergerak-gerak di selangkangannya. Anton tersenyum ketika melihat Tarra sedang mengocok batang k0ntolnya. Pelan-pelan batang k0ntol Anton mulai menegang. Ketika sdh tegang penuh, Tarra menjilati, kemudian mengulum k0ntol Anton.

“Truss.., Ti.., enakk.., nik.. matt,” desis Anton tertahan, merasakan nikmatnya kuluman Tarra pada batang k0ntolnya. Selang beberapa menit, Tarra menyudahi kulumannya.
Kemudian Tarra berjongkok diatas selangkangan Anton. Tangan Tarra meraih k0ntol Anton dan mengarahkannya kelubang memeknya. Pelan-pelan Tarra mulai menurunkan pantatnya dan sedikit demi sedikit batang k0ntol Anton masuk kelubang memeknya. Anton merasakan batang k0ntolnya seperti dijepit dan dipijit- pijit oleh sempitnya lubang memek Tarra.
Setelah seluruh batang k0ntol Anton masuk kelubang memeknya, Tarra segera menaik turunkan pantatnya. Mula-mula dgn irama pelan, semakin lama semakin cepat. Anton mengimbangi gerakan pantat Tarra dgn menyodok-nyodokkan pantatnya keatas. Seirama gerakkan pantat Tarra. Beberapa saat berlalu, mereka berganti posisi. Anton menyuruh Tarra menungging, dgn tangan dan lutut bertumpu dilantai. Kemudian Anton berlutut dibelakang pantat Tarra. Anton menggenggam k0ntolnya lalu membimbingnya kelubang memek Tarra. Kedua tangan Anton memegang pinggang Tarra.
“Aow.., enakk.., nikmat,” desah Tarra, saat Anton mulai mendorong pantatnya dan mendorongnya dari belakang.

Kedua toketTarra bergoyang-goyang seirama dorongan pantat Anton.Desahan dan jeritan Tarra semakin keras ketika Anton semakin cepat memaju mundurkan pantatnya.
“Oohh.., Mas.., aku.., nggak kuat.., aku.., mau,” pekik Tarra terputus-putus. Beberapa saat kemudian tubuh Tarra terhentak-hentak hebat dan mengejang mencapai klimaks.
Setelah Tarra mencapai orgasmenya, Anton mencabut batang k0ntolnya dari lubang memek Tarra. Kemudian dia berlutut dibelakang Tarra, lalu dia mendekatkan wajahnya kepantat Tarra. Anton menjulurkan lidahnya dan mulai menjilati lubang anus Tarra. Tarra hanya diam menunggu dan tak mengerti apa yg akan dilakukan Anton. Dia membiarkan saja ketika lidah Anton mencucuk-cucuk lubang anusnya. Sekitar lima belas menit berlalu, Anton menyudahi jilatannya pada lubang anus Tarra. Kini dia berdiri dibelakang Tarra dan mengusap- usapkan kepala k0ntolnya kelubang anus Tarra. Tarra menjerit keras menahan sakit saat Anton mulai mendorong pantatnya dan batang k0ntolnya memaksa masuk menembusi lubang anus Tarra.

Tanpa memperdulikan jeritan Tarra Anton terus mendorong pantatnya hingga seluruh batang k0ntolnya amblas tertelan lubang anus Tarra. Tanpa membuang waktu lagi Anton langsung menggerakkan pantatnya maju mundur. Jeritan-jeritan Tarra membuat Anton semakin bernafsu dan semakin bersemangat menggerakkan pantatnya dgn irama yg semakin lama semakin cepat.
Sekitar 30 menit berlalu, Anton merasakan orgasmenya sdh diambang pintu. Dia menggerakkan pantatnya semakin cepat dan liar. Diiringi jeritan yg sangat panjang, Anton mencapai orgasmenya. Dia menekankan pantatnya kuat-kuat dan mencengkeram erat pinggang Tarra. Dia menyemburkan sperma yg cukup banyak di lubang anus Tarra. Setelah menuntaskan orgasmenya, Anton mencabut batang k0ntolnya dan mendekatkannya ke wajah Tarra. Sambil tersenyum Tarra membuka mulutnya dan menjilati sisa-sisa sperma yg blepotan di k0ntol Anton.

LIHAT JUGA :  Cersex Wanita Presenter TV yang Berbulu Lebat Wangi

Setelah beristirahat beberapa menit, mereka mengenakan pakaian masing- masing. Sekitar jam 24.00 WIb, Anton mengantar Tarra kerumahnya. Dlm perjalanan pulang, sambil memeluk erat pinggang Tarra, Anton tak henti-hentinya tersenyum. Senyum penuh kemenangan karena berhasil membobol perawan anak Pak Kades, orang terhormat dikampungnya, yg selama ini berselingkuh dgn ibunya.

author