Cerita Sex: Asisten Pribadi Pujaan Hati

No comment 2229 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita – Terdengar suara Kiki yg mencapai kenikmatan, Joko pun tak menyia yiakan dia ingin mengakhiri secara bersama sama.Oke sayg tahan bentar yahch “seru Joko” tahannn kita keluarin bersama sama yaaa, semakin cepat genjotan Joko pada liang kemaluan Kiki yg tidak memperdulikan rasa perih pada bibir kemaluannya terlihat memerah.Akhirnya….

jeje

“Aaaakkkhhh… Saaaarrraaah.” Erang Joko yg bersamaan dgn erangan Kiki pada saat itu memanjang sambil saling berpelukan dalam dekapannya masing masing.
Seusai persenggamaan mereka. Kiki bergegas mengenakan seluruh pakaiannnya dan merapikan pakaian yg agak lesuh itu karena pergumulannya dgn Joko atasan barunya. Tak lupa Kiki mengambil secarik Tissue basah dari tas kecilnya dan membersihkan kemaluannya dari bekas bekas sperma yg di muncratkan Joko didalam liang kewanitaannya.
Sepulang kerja Joko menawarkan untuk mengantar sekretaris barunya Kiki pulang ke rumahnya yg berada di perumahan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur.
Setibanya Kiki dan Joko didepan rumahnya. Kiki dikejutkan dgn hal yg membuat Kiki untuk meninggalkan Joko sendiri dirumahnya bersama dgn adiknya Jeje. Kepergian Kiki yg tiba tiba itu dikarena ada salah satu keluarganya yg sakit keras malam itu juga.
Dan Kiki tak sungkan meminta pertolongan Joko untuk menunggunya di rumahnya bersama Jeje adiknya yg masih kuliah di Universitas Gunadarma. Karena mereka hanya tinggal bertiga di rumah itu, sedangkan ayahnya Kiki telah meninggal dunia sekitar 4 tahun yg silam. Bersama dgn ibunya yg kini menjanda.

Dgn spontan Joko menawarkan Kiki untuk mengunakan mobil Jaguarnya untuk menemani ibunya ke rumah saudaranya malam itu. Tawaran Joko pun tak sia sia kan. Kiki bersama ibunya berangkat menuju rumah saudaranya yg berada cukup jauh daritempat tinggalnya dgn mengunakan mobil Jaguar yg Joko tawarkan.

Kecantikan Jeje tak kalah dgn kecantikan kakaknya. Paras muka Jeje mungkin dapat dikatakan lebih menawan dan mempesona dibandingkan dgn kakaknya Kiki. Dgn kulit yg sama putih serta berambut hitam lurus sebahu, dihiasi bibir dan mata yg menantang laki laki disekitar komplek perumahannya.
Postur badan Jeje lebih pendek dibandingkan dgn kakaknya. Sekitar 165 cm dgn sepasang buah dada berukuran 36 C lebih besar diatas kakaknya. Sepasang bongkahan bokong menawan yg dipadu dgn pinggulnya yg langsing.
Postur badan Jeje membuat Darah muda Joko kembali terbakar setelah mengetahui kemolekkan badan adik Kiki ini.
“Mimpi apa aku kemarin malam… hingga hari ini aku dikelilingi oleh bidadari cantik seperti Kiki dan Jeje. Sungguh beruntungnya diriku hari ini.” Kata Joko dalam hatinya. Ketika merasa keberuntungan berpihak kepadanya saat ini.
Pertama mendapatkan seorang sekretaris secantik Kiki serta mendapatkan kenikmatan menyebadani Kiki siang tadi didalam ruangannya.

“yuk masuk… kita tunggu mama dan kak Kiki didalam saja.”
“Oh yah, perkenalkan nama saya Jeje, umur saya 20 tahun nanti bulan depan. Jeje panggil siapa yah sama….” Oceh Jeje yg terus menerus sambil berjalan kedalam rumahnya.
“Nama saya Joko Direktur disalah satu Perusahaan swasta yg bergerak dalam bidang ekspor impor. Sekaligus merupakan atasan baru kakakmu Kiki. Panggil saja kak Joko.” Ujar Joko buru buru karena belum sempat memperkenalkan namanya sebari tadi karena ocehan Jeje wanita yg membuat mata Joko terus terpanah dgn goygan bokongnya ketika berjalan tepat dibelakangnya.
“Oh… jadi boss baru kak Kiki yah… wah kak Kiki beruntung sekali yah memiliki boss yg baik hati serta tampan seperti kak Irrrrwaaan…” “Jeje juga mau bila nanti kerja memiliki boss setampan kakak Joko.” Ujar Jeje yg panjang lebar.

“Kak… sebentar yah, Jeje mau menyegarkan badan Jeje dulu. Bau nih, seharian kena terik matahari. Kak Joko kalau mau minum ambil saja sendiri, jangan malu malu anggap saja seperti rumah kakak sendiri.” Kata Jeje sambil memainkan matanya yg nakal ke arah tatapan Joko.
Gila sungguh mengiurkan badan Jeje adiknya Kiki ini. Beruntung sekali bila ada pria yg akan menjadi kekasihnya kelak nanti. Tak kalah dgn kakaknya Kiki.
Merasa haus… Joko berjalan mencari kulkas untuk mengambil sebotol minuman ringan menghapus dahaganya.

Sambil kembali duduk di sofa ruang tamu keluarga Kiki. Joko kembali dikagetkan dgn kehadiran Jeje yg hanya mengenahkan gaun tidur putih tipis tiga jari dari lututnya, samar samar menampakkan seluruh lekukkan badannya dibalik gaun yg seksi itu.
Begitu indah pemandangan yg sekarang Joko saksikan, sayg bila matanya harus mengedip meski hanya sekejap. Jeje mengunakan gaun putih dgn celana dalamnya hitam model G-String dipadu dgn Bra berwarna hitam segitiga yg hanya menutupi puting susunya saja.
Tak terasa naga yg bersembunyi didalam celana katun Joko kembali mengeliak dgn hebat hingga membentuk tonjolan yg cukup besar pada luar celananya.

“Loh kok malah bengong sih… apa ada yg salah yah dgn baju tidur yg Jeje pakai ini atau mungkin kakak kurang menyukainya.” Ujar Jeje setelah melihat tatapan Joko yg kaget melihatnya keluar dari dalam kamarnya yg masih dgn rambutnya yg masih basah karena mandi tadi.
“Tidak… tidak ada yg salah dan saya suka kok dgn gaun tidur kamu… hanya saja hhhmmmm…” jawab Joko dgn gugup karena tertangkap basah melihat kearah buah dadanya serta ke arah selangkangannya.
“Hanya saja… apa? Kok diam sih. Atau mungkin karena kakak kaget malihat Jeje mengenahkan gaun tidur dgn dalamanya yg terlihat jelas yah.” Sahut Jeje sambil mengoda Joko yg merasa malu karena melihatnya begitu seksi.

Dgn agak gugup Joko menjawab “Hanya saja kamu terlihat begitu sangat dewasa di bandingkan dgn saat kamu mengenakan kaos dan celana jeans.” Tutur Joko.
“Trus setelah itu…”
“Trus kamu juga sangat seksi sekali mengenahkan gaun tidur itu. Kakak sangat mengagumi keindahan badanmu.”
Tiba tiba deringan Handphone Jeje berbunyi. Ternyata yg menelphone itu adalah kakaknya. Kiki.
“Hallo… kenapa Kak Kiki.” Sahut Jeje menjawab panggilan itu.
“Jeje. Mungkin kakak tidak bisa pulang malam ini karena paman ternyata sedang mengalami pendarahan, saat ini paman sedang dirawat intensif dirumah sakit RSCM, Salemba.
Kak Joko masih disana tidak? Suruh saja ia menginap dirumah kita, karena hari semakin malam dan mustahil ada taksi yg berkeliaran jam segini. Kak Joko nanti persilahkan saja untuk tidur di kamar kakak saja.” Ujar Kiki memberitahukan bahwa ia serta ibunya tak dapat pulang malam ini.Cerpen Sex
“Iya… kak Joko masih disini sedang ngobrol dgn Jeje.” Jawab Jeje kembali.

“Jeje ingat yah… kak Joko adalah milik kakak. Jadi jangan kamu sekali kali berbuat yg bukan bukan terhadapnya malam ini. Ingat pesan kakak yah.” Ancam Kiki yg memfokuskan pembicaraannya untuk tidak mengusik kehadiran Joko malam ini disaat ia tak ada disana.
“Oke boss… bagi bagi dong kalau punya cowok setampan ini kak…” ejek Jeje kepada Kiki di telphone.
“Awas kamu kalau macam macam yah…”
“Gimana… apakah Kiki pulang malam ini…” Tanya Joko yg ingin tahu apakah Kiki pulang malam ini.
“Kak Kiki tidak dapat pulang malam ini, dan kakak diminta untuk menginap saja disini dan tidur di kamarnya nanti malam.” Ujar Jeje sambil meletakkan Handphonenya di atas meja tamu setelah mengakhiri pembicaraan itu.

“Kak kayaknya ada sesuatu yg menonjol tuh di balik celana kak Joko… kayaknya besar banget!” sambil menhampiri Joko yg duduk depannya dan duduk tepat disampingnya.
“Ah gak ini bisa lah… kalau liat wanita cantik bergaun tidur sexy serta transparan lagi… yah gini deh akibatnya. Gak bisa kompromi, minta jatah…” canda Joko menutup malunya karena adik kecilnya menonjol dibalik celananya.
“Kayaknya kalau diusap usap sama tangan Jeje mungkin bisa lebih besar lagi yah… ih jadi pengen nih liat itunya kak Joko.” Seru Jeje sambil memegang gagang kemaluan Joko diluar celana panjangnya.
Karena merasa mendapatkan angin segar dari perbincangan yg mulai menjurus ke hubungan badan. Maka tak sungkan sungkan Joko mulai meraba halus paha Jeje yg putih mulus itu. perlahan namun semakin berjalan menuju titik temu nikmatnya.

Antara bibir Joko dan Jeje saling berpangutan, mendesah, nafas yg memburu karena nafsu yg menjadi.
Tak kala desahan Jeje semakin menjadi saat tangan kekar Joko mulai menyusup di balik celana dalam G-string yg dikenakan Jeje. Mengorek… mencari dimana gerangan daging lebih tersebut… setiap gesekan yg dilakukan Joko membuat Jeje mendesah bagaikan setan kepanasan dgn mulut yg engap engapan layaknya manusia yg kekurangan oksigen.
Merasa tak ingin disaingi kegesitannya. Jeje pun segera melancarkan serangannya. Membuka gesper yg melingkar pada pinggang Joko dan menurunkan retsleting celana serta langsung membuka seluruh kain yg membalut bagian bawah Joko.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Ngesex Dengan Saudara Perempuanku

Dgn posisi Jeje berjongkok di bawah. Jeje dgn bebasnya menikmati gagang kemaluan Joko bertubi tubi, layaknya seorang anak kecil yg sedang menemukan mainan barunya. Tak henti hentinya Jeje mengulup kepala serta gagang kemaluan Joko… naik turun keluar masuk mulutnya.
Terasa sekali ngilu kepala kemaluan Joko saat Jeje mengesikkan gagang kemaluannya pada sisi gigi rahangnya, kanan kiri dan terus bergantian.
“Gila nih cewek… kayaknya Jeje lebih berpengalaman dibandingkan dgn kakaknya Kiki… pintar sekali ia mempermainkan gagang kemaluanku… sungguh nikmat sekali, meski terkadang rasa ngilu bertubi datang namun nikmatnya gak bisa di utarakan dgn kata kata.” Guyam Joko dalam hati sambil menikmati setiap jengkal gagang kemaluaanya di hisap oleh Jeje.
Lalu tak ingin akan berakhir sampai disini… Joko menarik badan Jeje dan disuruhnya mengangkang tepat di atas mukanya.

Dgn gencar Joko menyapu kemaluan Jeje yg sama sama nikmatnya dgn Kiki. Namun kemaluan Jeje seakan menebarkan bau yg sungguh membuat Joko semakin gencar dan lahap menjilati liang kewanitaannya hingga setiap cair yg keluar dari sela bibir kemaluannya yg montok itu, tak dibiarkan sia sia oleh Joko.
Dibukanya kedua belah bibir kemaluan Jeje dgn jari telunjuk Joko, kemudian dgn leluasa lidah Joko bermain… berputar putar… dan menekan nekan menerobos liang kewanitaan Jeje yg berwaran merah muda itu. sungguh rasa dan sensasi yg berbeda.
Merasa mereka berdua hampir sama sama akan sampai, maka di turunkan badan Jeje yg semula mengangkang di kepalanya dan berjongkok tepat di atas gagang kemaluannya yg tegang menunjuk ke atas tepat dibawah bibir kemaluan Jeje berada.

Hanya dgn sedikit tekanan pada bibir kemaluan Jeje. Gagang kemaluan Joko berhasil menerobosnya tanpa harus bersusah payah seperti kemaluan milik kakaknya Kiki.
Sesaat ketika gagang kemaluan Joko telah tertancap penuh didalam kemaluan Jeje.
“Uuuuhhh… kak. Mmmmhhh… nikmatnya punya kakak yg besar ini.”
“Sssshhhh…. mmmmhhh… pantas kak Kiki takut tinggalin kak Joko sendiri di sini dgn Jeje. Ternyata kak Kiki tergila gila dgn punya kak Joko yg sungguh perkasa ini…” ujar Jeje sambil mengoygkan pinggulnya maju mundur… berputar putar merangsang gagang kemaluan Joko yg mengaduk liang kewanitaannya.
“kalau begini nikmatnya… Jeje mau selama 1 bulan nonstop dient*t setiap hari sama kak Joko yg ganteng dan perkasa ini.” Goda Jeje dgn bahasa yg mulai berbicara kotor. Layaknya pelacur yg haus akan sodokan sodokan kejantanan laki laki.
Kenyataannya ternyata Jeje sudah tak perawan lagi seperti kakaknya Kiki saat pertama kali Joko menyebadaninya siang tadi di dalam kantornya.
“uuuhh… kak… uuuuhh… kak. Gendong Jeje kedalam. Please…” pinta Jeje sambil mencium puting susu Joko yg berbulu itu.

“Dgn senang hati sayg… kak akan memberikan kepuasan yg kamu inginkan. Asal kamu tak memberitahukan kepada kakak mu Kiki.” Sahut Irawan sambil berdiri dgn mengendong Jeje di pangkuannya tanpa melepaskan gagang kemaluannya keluar dari dalam kemaluan Jeje.
Setiap gerakan langkah yg diambil oleh Joko mengendong Jeje menuju kamarnya. Desahan dan erangan Jeje semakin menjadi karena hentakan hentakan yg diakibatkan oleh sodokan yg mementok hingga rahim Jeje.

Namun sensasi yg begitu nikmatnya… begitu beringasnya Jeje kala bersenggama dgn Joko, tak sungkan sungkan Jeje mengigit pundak Joko hingga bertanda…
Hingga tiba pula didalam kamarnya… Joko merebahkan badan Jeje diatas ranjang springbednya dan menekukkan salah satu kaki jenjang mulus Jeje ke atas dan yg satunya tetap di bawah. Dgn posisi ini gagang kemaluan Joko dapat dgn leluasa menhujam keluar masuk kemaluan Jeje tanpa merasa terhalangi oleh bongkahan bokongnya yg bulat padat berisi itu.
“plak… plak… plak…” suara yg muncul ketika hentakan yg di lakukan oleh Joko menyodok kemaluan Jeje bertubi tubi.
“Kak… truuus… beri Jeje kenikmata seperti kakak berikan buat kak Kiki…”
“uuuhhh… kak. Nikmatnya. Uuuhhh….” erang Jeje yg mengila sambil mencakar punggung Joko.
Joko tak memperdulikan Jeje. Sekarang yg ada di pikirannya adalah mengalahkan Jeje di atas ranjang. Joko ingin merasa selalu perkasa diatas ranjang meski dgn wanita manapun, tentunya masuk kategori seleranya.

Seakan Joko tak memberi ruang istirahat untuk Jeje sesaat. Joko terus menyodok gagang kemaluannya tak henti henti… hingga Jeje sendiri wanita yg haus akan seks ini merasa heran atas keperkasaan yg ada dalam diri Joko.
Dgn postur badan yg tegap kekar, tinggi, tampan, serta memiliki kedudukan yg tinggi disalah satu perusahaan swasta.
Akhirnya Jeje pun terkapar tak berdaya mengimbangi kekuatan seksual Joko yg hingga saat ini masih terpacu menyebadaninya tanpa merasa lelah sedikitpun.
“Kak… Jeejeeee tidak tahan lagi… kak. Aaakkkhhh…. Jeje sampai….” Erang Jeje panjang yg menyatakan ia akan telah mencapai puncak kenikmatannya yg ke 3 semenjak pertama kali kemaluannya di aduk aduk oleh tangan Joko yg kekar itu.

Tak memperdulikan keadaan Jeje yg telah lemas ditindih badannya… Joko tetap terus menhantam kemaluan Jeje bertubu tubi… masuk keluar tak henti hentinya…
Namun tak lama kemudian Joko merasakan denyut denyut yg keras sekali pada pangkal kemaluannya. Lalu Joko pun mencabut gagang kemaluannya dari dalam liang kemaluan Jeje dan sambil tetap mengocok kemaluaannya Joko membimbing gagang kemaluaannya ke mulut Jeje dan memasukkan kemaluaannya hingga menumpahkan seluruh spermanya. Tak sedikitpun sperma yg tersisa atau tertumpah keluar dari mulut Jeje.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Di Goyang Preman di Kampung

Karena Joko menyuruh Jeje untuk menikmati setiap tetes sperma yg keluar dari kemaluannya. Kalau tidak maka Joko tak’kan mengulanggi persebadanan ini lagi kepada Jeje. Meski Joko sendiri memiliki kelebihan dalam hal seks yg lama dgn lawan jenisnya.
Tak terasa Joko melirik jam yg masih melekat di lengan tangannya. Hampir selama tiga jam persenggamahan mereka berlangsung. Kelelahan dan keletihan baru terasa setelah ia merebahkan badannya di samping Jeje yg tergulai lemas tampa sehelai benangpun

author