Cerita Sex Catrine Si Pecandu Seks Kasar

No comment 2445 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita – Seminggu penuh telah berlalu dengan hari-hari dimana Catrine terus melakukan aktivitas seksual dibalik kamera untuk proses syuting film XXX yg sebelumnya sudah disetujui oleh Catrine walau dengan paksaan dan ancaman, dan akhirnya proses syuting tersebut telah selesai. Sehingga Catrine dikembalikan ke rumah tahanan seperti sebelumnya.

cerita-sex-karin-si-pecandu-seks-kasar

Seperti biasa, disana Catrine selalu berada dalam keadaan bugil tanpa pakaian apapun, berdiri lemas dengan kedua tangan terikat menjadi satu ke rantai yg menggantung di langit-langit penjara tersebut sedangkan kakinya terikat terpisah melebar ke dua arah dinding yg berlawanan agar tdk ada aktivitas masturbasi oleh Catrine. Di ruang itu Catrine tdk pernah dibiarkan untuk beristirahat dengan tenang.

Setiap dua jam sekali pasti ada orang yg mempermainkan tubuh Catrine, dan seperti biasa juga, Catrine tdk dibiarkan mencapai orgasmenya. Setiap Catrine menjerit dan mendesah kuat pertanda hampir mencapai klimaksnya, saat itu juga orang yg mempermainkan Catrine langsung menghentikan semua hal yg dilakukannya dan pergi meninggalkan Catrine begitu saja.

Di sudut ruangan tersebut juga terpasang sebuah kamera yg ternyata untuk mempertontonkan kondisi Catrine kepada Mr. X yg berada ditempat yg berbeda.

Setelah beberapa kali dipermainkan setiap dua jamnya, Catrine tampak lemas dan terlihat kelelahan. Pada sore hari pertama setelah Catrine kembali ke penjara tersebut, datang dua orang berpakaian putih dengan mengenakan masker seperti dokter. Kedua orang tersebut memeriksa kondisi tubuh Catrine, membersihkan seluruh tubuh Catrine (termasuk bagian dalam lubang anus dan lubang vaginanya) dan memberikan Catrine minum serta menyuapi makanan.

Setelah selesai menyuapi makanan tersebut, Catrine dipaksa menelan sebuah pil, dan dokter yg lain juga mencoba memasukkan sebuah pil kedalam lubang vagina Catrine setelah menggunakan sarung tangan karet terlebih dahulu. Catrine terlihat ingin memberontak dan menolak, tapi dia tdk bisa berbuat apa-apa.

Setelah pil tersebut masuk ke lubang vagina Catrine, dokter tersebut mencoba memasukkan satu jarinya dalam-dalam untuk mendorong pil tersebut masuk lebih dalam lagi. Ternyata obat tersebut merupakan obat perangsang.

Tdk cukup sampai situ, dokter tersebut juga mengeluarkan sebuah suntikan. Dokter lainnya mencoba menahan tubuh Catrine kuat-kuat sementara suntikan tersebut mulai diarahkan ke clitoris Catrine. Diangkatnya kulit clitoris Catrine sehingga terlihat jelas gumpalan daging kecil yg merupakan bagian sensitif alat kelamin Catrine.

Catrine menjerit kuat saat suntikan tersebut mulai tertusuk dan masuk perlahan sekitar 0,5cm dan saat dokter tersebut menginjeksikan serum yg ada pada suntikan tersebut kedalam clitoris Catrine, Catrine terlihat menggeliat kuat. Baru setelah suntikan tersebut dilepaskan, Catrine mulai kembali tenang dan agak kebingungan seakan merasakan efek dari suntikan dan obat perangsang tersebut.

Tdk lama setelah proses tersebut, dokter-dokter itupun pergi meninggalkan ruangan Catrine. Baru pada saat malam harinya, seorang petugas datang dan menutup mata Catrine dengan kain yg terikat di kepalanya. Petugas tersebut melepaskan semua ikatan pada kaki dan tangan Catrine serta membawanya keluar ruangan menuju ruangan lain. Di ruang yg lain tersebut Catrine dipaksa duduk dan berbaring di sebuah kursi. Seperti sebuah medical chair dimana terdapat tempat meletakkan kaki melebar di masing-masing tepi kursinya.

Tangan dan kaki Catrine kembali diikat masing-masing di tempat yg sudah disediakan pada kursi tersebut. Tangannya terikat di pinggiran kursi seperti pegangan pada kursi biasa, sedangkan kakinya terikat melebar, mengangkang pada tempat untuk meletakkan kaki di kursi tersebut. Catrine mulai panik dan takut akan apa yg akan dia alami beberapa saat lagi.

Dengan keadaan mata yg tertutup, Catrine serentak kaget saat dia merasakan ada sesuatu yg mencoba masuk ke lubang anusnya. Benda tersebut terasa sangat besar, mencoba masuk dengan paksa ke lubang anus Catrine. Catrine mulai menjerit dan meminta ampun sambil menggeliatkan tubuhnya saat benda tersebut mulai memasuki anus Catrine yg akhirnya berhenti setelah terasa masuk sekitar 5cm dari permukaan lubang anus Catrine.

Ternyata benda tersebut merupakan semacam pompa seperti suntikan besar yg didalamnya terisi air. Pompa tersebut merupakan bagian alat dari kursi yg Catrine duduki. Sepertinya memang dirancang untuk penyiksaan seperti itu.

Sesaat terdengar seperti ada mesin yg mulai bekerja, saat itu juga Catrine kembali menjerit dan mendesah-desah perlahan saat pompa tersebut mulai memompa cairan yg ada didalamnya sampai masuk kedalam anus Catrine. Catrine menggeliat kuat namun dia tdk mampu menahan laju cairan tersebut yg deras masuk ke lubang anusnya sampai perutnya terasa hampir penuh, pompa tersebut berhenti, dan saat pompa itu bersuara lagi, ternyata pompa tersebut menyedot cairan yg sebelumnya dimasukkan ke anus Catrine kembali ke pompa itu.

Begitu seterusnya sehingga Catrine merasa lubang anusnya dan seisi perutnya terkocok-kocok terus menerus. Proses tersebut terjadi semakin cepat sampai pada satu titik dimana tdk ada jeda sama sekali saat cairan tersebut masuk dan keluar dari anus Catrine.

Dalam kondisi seperti itu, tiba-tiba Catrine merasakan ada tangan yg meraba-raba tubuhnya, meremas-remas buah dadanya dan ada juga yg mengelus-elus garis vagina Catrine. Entah karena pengaruh obat perangsang atau karena pompa yg terus menerus mengocok isi anus Catrine, Catrine merasa geli dan sangat terangsang atas perlakuan orang-orang yg menyentuh tubuhnya.

Catrine mulai mendesah, vaginanya mulai mengeluarkan cairan yg tak lama kemudian diikuti jeritan kuat serta semburan air yg muncrat keluar berkali-kali dari lubang pipisnya. Tubuh Catrine mengejang saat dia mencapai orgasme pertamanya pada hari ini.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Perawani Pembantu

Tak beberapa lama kemudian Catrine kembali menjerit kesakitan saat dia merasakan ada sesuatu yg menusuk pentil dada sebelah kirinya. Dia menggeliat kuat dan meminta ampun. Saat itu juga ikatan penutup mata Catrine dibuka dan Catrine mendapatkan pentil dadanya yg sedang ditindik untuk dipasangi anting-anting. Tdk hanya di pentil dadanya, salah seorang yg ternyata ada 3 orang yg mempermainkan tubuh Catrine itu juga mencoba untuk menindik kulit clitoris Catrine.

Orang itu mulai meraba-raba clitoris Catrine sampai Catrine mulai terangsang lagi, sambil mulai menjepit kulit clitoris Catrine, orang itu mulai memanaskan sebuah besi kecil agar besi tersebut steril dan langsung menusukkan pada kulit clitoris Catrine hingga menembus ke sisi lainnya. Catrine berteriak kuat namun orang itu tdk menghiraukannya.

Setelah besi tersebut dilepaskan, sebuah anting dipasangkan pada lubang di kulit clitoris Catrine. Anting tersebut menyentuh clitoris Catrine dan sedikit tergesek sehingga Catrine bisa terangsang hanya dengan sedikit saja gerakan pada alat kelaminnya itu. Setelah kedua pentil dadanya dan kulit clitoris Catrine terpasang anting-anting, mereka mencoba mengikatkan tali dari kedua anting pada pentil Catrine itu ke anting pada kulit clitoris Catrine, sehingga seakan kulit clitoris Catrine tertarik ke atas, clitoris Catrine begitu jelas terpampang dihadapan orang-orang tersebut.

Tdk butuh waktu lama saat mereka mulai menyentuh clitoris Catrine dan menggesek-gesekkan jarinya, Catrinepun kembali mencapai klimaksnya, menjerit kuat menggelinjang sambil kembali memuncratkan cairan orgasmenya berkali-kali. Orang-orang tersebut tampak puas melihat Catrine yg terangsang kegelian.

Selang beberapa waktu mereka mematikan pompa di anus Catrine, dan melepaskan pompa tersebut dari anus Catrine. Mereka pun mulai membuka pakaian mereka masing-masing. Catrine mulai panik dan meminta ampun lagi pada mereka, tapi mereka tdk menghiraukan sama sekali, bahkan seorang dari mereka mulai memasukkan k0ntolnya ke lubang vagina Catrine.

Sambil mulai menggesek-gesekkan jarinya ke clitoris Catrine lagi, orang itu merasakan denyutan pada k0ntolnya dari vagina Catrine setiap kali orang itu menggesek jarinya ke clitoris Catrine. Denyutan tersebut membuat orang itu mendesah-desah nikmat dan makin cepat mengocokkan k0ntolnya di lubang vagina Catrine. Seorang yg lain mulai mendekati Catrine juga dan menghadapkan k0ntolnya ke arah mulut Catrine. Tak bisa menolak karena kepala Catrine dipegangi erat dan ditampar-tampar pipinya, akhirnya k0ntol tersebut masuk ke mulut Catrine.

Sambil menjambak rambut Catrine dia memaju-mundurkan kepala Catrine untuk mengocok k0ntolnya didalam mulut Catrine. Sesekali k0ntol tersebut dipaksa masuk hingga pangkal tenggorokan Catrine yg membuat Catrine terbatuk-batuk dan sulit bernafas. Seorang sisanya mencoba menyentuh-nyentuh anting pada pentil dada Catrine dengan sebuah alat penyalur listrik. Alat tersebut seperti pen (pensil) yg ujungnya mengaliri listrik saat menyentuh sesuatu. Pen tersebut di sentuh-sentuh di anting pada pentil dada Catrine. Tubuh Catrine menggeliat-geliat tiap anting pada pentil Catrine itu tersengat aliran listrik.

Catrine merasa sangat tersiksa namun dia juga merasa sangat terangsang. Lalu orang yg mengocok vagina Catrine itu tiba-tiba berhenti dan mengeluarkan k0ntolnya dari lubang vagina Catrine. Dia mengarahkan k0ntolnya ke anus Catrine. Catrine memejamkan mata sambil menjerit tertahan (karena k0ntol dimulutnya itu) saat merasa anusnya mulai dimasuki k0ntol orang tersebut.

Berawal dari klimaks Catrine yg seksi karena gesekan-gesekan jarinya pada clitoris Catrine dan kocokan-kocokan pada anus Catrine, terlihat pinggul Catrine kejang-kejang kegelian, vaginanya kembali menyemburkan cairan orgasmenya dalam jumlah yg sangat banyak. Semakin cepat kocokan pada anus Catrine dan semakin cepat gesekan pada clitoris Catrine, semakin deras cairan orgasme Catrine menyembur keluar.

Orang yg mengocok anus Catrine itupun akhirnya mencapai klimaksnya dan berejakulasi didalam anus Catrine. Cairan klimaksnya menyembur keluar dari k0ntolnya kedalam anus Catrine. Catrine yg merasakan cairan hangat tersebut memasuki lubang anusnya semakin merasa terangsang. Dada Catrine juga mengejang saat anting pada pentil dada Catrine tersengat listrik.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Cemberutin Pacar Dapet Perawannya

Melihat pemandangan seksi dari orgasme Catrine, orang yg mengocok k0ntolnya di mulut Catrine itupun menyemburkan cairan klimaksnya sambil menekan dalam-dalam k0ntolnya kedalam mulut Catrine. Tanpa memperbolehkan Catrine mengeluarkan cairan tersebut dari mulutnya, orang itu memaksakan k0ntolnya tetap didalam mulut Catrine untuk beberapa saat hingga Catrine terpaksa menelan cairan tersebut. Catrine pun terbatuk-batuk saat k0ntol orang itu dikeluarkan dari mulutnya.

Mereka terlihat puas mempermainkan tubuh Catrine dan pergi meninggalkan Catrine begitu saja setelah seorang sisanya memuncratkan cairan klimaksnya ke arah wajah Catrine yg membuat wajah Catrine terlihat seksi karena dipenuhi cairan sperma tersebut. Terlihat Catrine kelelahan dan tertidur dalam keadaan tersebut.

Di tempat yg berbeda, Mr. X terlihat sangat kecewa namun terangsang melihat apa yg dilakukan orang-orang tersebut pada tubuh Catrine dan dia tdk bisa berbuat apa-apa sampai nanti dia bebas dari belenggu hutang yg harus dilunasinya.

Ini baru hari pertama… masih panjang penantian sampai Mr. X bebas dan membawa Catrine pulang dari tempat penyiksaan tersebut.

author