Cerita Sex Dewasa : Kakak Adik Yang Tak Berdaya

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita – Namaku Hendra (22) aku tinggal sendiri di kota karena urusan pekerjaanku, sdh 1 tahun ini aku tinggal sendirian tanpa ada yg menemani. Tetapi hari-hariku bisa dibilang bahagia karena hadirnya kakak beradik yg selalu menemaniku.Vina (24) dia adalah tetanggaku, dia begitu cantik, tinggi, putih, sexy dan menggemaskan. cerita-sex-kakak-adik-yang-tak-berdaya Vina hanya tinggal berdua dgn adiknya yg bernama Veti (20), tdk kalah dgn kakaknya, Veti mempunyai tubuh yg sintal dan sexy seperti kakak’a dgn wajah yg manis dan gayanya yg sedikit menggoyahkan imanku, membuat’a menjadi objek khayalan kotorku.
Awal mula aku dekat denganya sekitar delapan bulan yg lalu, saat Veti  meminta bantuanku untuk memperbaiki telepon rumahnya yg rusak.
“tok tok tok..” pintu rumahku di ketuknya, lalu aku buka pintu rumahku dan ternyata Veti yg mengetuk.
“sore kak, maaf kak..bisa minta tolong gak?” tanya Veti ,
“eh Veti ..tolong apa Pit?” jawabku,
“kakak kerja di telkom kan ya? Bisa tolong chek telepon rumahku gak kak? Soalnya udah 2 hari ini gak telepon rumahku mati” jelas Veti ,
“ooo yaudah aku chek dulu deh teleponnya..” jawabku, lalu aku kerumahnya dan mengechek pesawat teleponnya yg mati itu.
Lalu aku keluar dan bawa tangga untuk mengechek kotak “distribution point” di tiang telepon dekat rumahnya. Setelah yakin tdk ada masalah lalu aku chek jg
“kotak pembagi” dan rosetnya.
“gak ada masalah kok sama jaringannya..coba ganti pesawat teleponnya deh Pit..” jawabku,
“jadi Cuma pesawat teleponnya aja yg rusak kak? Coba ya aku ganti..” lalu Veti pun mengambil pesawat telepon cadangan dan memasangnya.
“eh iya nyala..yeeeiii makasih ya kak..soalnya mama kalo telepon suka ke telepon rumah aja kak..sekali lagi makasih ya kak..” sahut Veti  senang,
“iya Pit sama-sama, kalo ada masalah lagi panggil aku aja..hehehe..” jawabku.
Setelah kejadian itu aku pun menjadi dekat dgn Veti , karena Veti meminta bantuanku dalam pelajaran kuliahnya yng kebetulan jurusannya sama dgnku.
Waktu pun terus berjalan dan aku pun dekat dgn Vina, suatu hari selesai membantu tugas Veti , aku pun berbincang dgn Vina.
“vin, malam ini ada acara gak? Jalan yuk..” ajakku,
“emh kebetulan gk ada acara..yuk boleh tuh..jalan kemana dan?” tanya Vina,
“kita jalan-jalan aja keliling kota..hehehe..” jawabku,
“emh oke deh..jemput aku ya nanti malam..” sahut Vina,
“oke deh..” jawabku.
Malam harinya aku pun menjemput Vina kerumahnya, aku ketuk pintu rumahnya
“eh kak Hendra..mau jalan sama kak Vina ya? Ciee yg mau nge-date..hahaha..” ledek Veti ,
“ah kamu Pit bisa aja, kita Cuma jalan-jalan aja kok..” jawabku,
“ah jadian jg gak apa-apa kak..hahaha..” sahut Veti dan aku pun hanya terdiam malu.
“anak kecil udah ngomong pacaran aja ya..” Vina pun muncul sambil jewer telinga Veti ,
“aadduuhh apaan sih kak..emang bener kan kak Vina sama kak Hendra itu saling suka?” sahut Veti ,
“apa sih anak ini..yuk dan kita jalan aja..kamu jagain rumah ya..bye..” sahut Vina, lalu Vina pun naik ke motorku dan kami pun jalan berdua.
Dalam perjalanan Vina terus memeluk tubuhku dari belakang, dan tak berapa lama kemudian kami pun sampai di restoran dan kami pun makan malam berdua.
Selesai makan malam, Vina pun mengeluarkan tabletnya iseng-iseng browsing.
“lah kamu bawa tablet vin?” tanyaku,
“hehehe..kemana-mana aku slalu bawa tablet dan..” jawab Vina,
“dan nitip dulu donk, aku mau ke toilet bentar”sahut Vina,
“oke deh..” iseng-iseng aku utak-atik tabletnya dan ternyata Vina sedang buka facebook. Dan terkejutnya aku ketika aku lihat di album foto Vina banyak gambar wanita diikat, bahkan beberapa diantaranya ada foto dirinya dan Veti sedang diikat.
“Apa mungkin Vina dan Veti penyuka bondage jg?” pikirku.
Vina pun kembali dan aku pun memberikan tabletnya. Jam pun sedah menunjukan pukul 22.00 lalu aku pun mengajak Vina pulang. Didalam perjalanan aku beranikan diri untuk membuka percakapan tentang bondage.
“vin, kok tadi di facebook kamu ada foto kamu sama Veti diiket sih?” tanyaku pura-pura polos,
“kamu ngeliat ya dan?” tanya Vina balik,
“iya sel tadi aku liat..” jawabku,
“hehehe..aku Cuma main-main aja kok dan sama Veti ..” jawab Vina,
“mau main sama aku gak vin?” tanyaku, “eemhh..eenngg..” Vina pun ragu menjawabnya,
“tenang vin, aku gak akan nodai kamu kok..” jawabku,
“kalo gitu..iya deh aku mau..” sahut Vina,
“asiikk..hehehe..main dimana nih vin?” tanyaku,
“main dirumahku aja yuk dan..kebetulan jam segini Veti udah tidur..jadi kita bisa bebas..” jawab Vina sambil tersenyum. Setelah perc akapan itu, kami pun pulang dan bersiap untuk scene.
Sesampainya dirumah, aku masukan motorku ke garasi rumah Vina, lalu aku pun ikut Vina menuju kamarnya. Sesampainya dikamar, Vina langsung mengeluarkan peralatan yg biasa ia gunakan bersamaVeti saat bermain bondage. Diantaranya gulungan tali, scarf, lakban dan jg dildo. Lalu Vina pun membuka seluruh bajunya.
“waaOOOww ternyata tubuh Vina lebih sexy dari dugaan aku..” sahutku dalam hati.
“yuk dan kita mulai..” sahut Vina.
“ok deh..” lalu aku pun mulai mengikat tangan Vina terlebih dahulu.
Aku ikat tangan Vina menyiku kebelakang, lalu aku ikat bagian lengan dan bagian atas dan bawah payudara Vina.
“wah ternyata kamu makin sexy aja vinkalo diiket gini..hehehe..” candaku dan Vina pun hanya tersenyum.
Lalu aku ikat bagian paha, lutut, betis, dan pergelangan pahamu agar kamu gak bisa bergerak lagi.
“eemmhh..erat banget dan iketan kamu..eegghhh..” Vina pun mencoba meronta mengetes ikatanku di tubuhnya.
Lalu aku baringkan tubuh Vina di atas ranjang, lalu dgn perlahan aku mulai elus-elus tubuh Vina.
“eemmhhh..eemmhhhh..” Vina pun hanya bisa mengerang mencoba menikmati elusanku di tubuhnya.
“eemmhhh..mmmhhhhh..” erang Vina, lalu aku pun mulai melumat bibirnya sambil mengelus dan meremas payudaranya. “mmmuuuaacchh..eemmhhh..aaahhh..Hendraaa..mmmuuuaaacchhh” erang Vina menikmati perlakuanku padanya.
Aku mulai isep-isep payudara Vina sambil meremas payudara yg satunya dan jg mengelus bagian memek Vina.
“eeemmmhhh..aaahhhhh..eeeuummhhh..aaaahhhh Hendraaa..” erang Vina semakin keras terdengar, tp tdk aku hiraukan.
“apa-apaan ini!!” bentak Veti ketika melihat kakaknya dan aku sedang bercumbu.
“dedee..” sontak, aku dan Vina pun terkejut melihat kehadiran Veti dikamar Vina yg lupa di kunci saat kami mulai scene.
“dengar penjelasan kakak dulu dee..ini semua gak seperti yg kamu lihat dee..” sahut Vina.
“gak seperti yg aku lihat gimana kak? Jelas-jelas kakak sama kak Hendra lagi mesum..” tegas Veti ,
“please de jangan laporin kita ke mama dan papa..” mohon Vina,
“eemmhh..oke..tp kak Vina dan kak Hendra harus kabulin permintaan aku..” jawab Veti ,
“apa yg kamu mau de?” tanya Vina,
“iya Pit kita akan ikutin semua mau kamu..” sahutku.
“aku mau kak Hendra main jg sama aku..” jawaban Veti membuatku terkejut.
“hah? Kamu serius Pit..” tanyaku,
“klo kakak gak mau yaudah aku laporin mama sama papa..” ancam Veti ,
“eee..iya iya iya..kakak turutin mau kamu” jawabku.
Lalu Veti pun langsung membuka bajunya sampai telanjang bulat.
“ayo kak aku udah siap..” sahut Veti , lalu aku pun menyumpal Vina dgn cd lalu aku lakban mulutnya 6x.
“mmmpphhh mmmppphhh mmpphh..” erang Vina, lalu aku mulai mengikat perglangan tangan Veti kebelakang lalu aku satukan dgn pinggangnya.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: papa menikmati

Lalu aku ikat jg bagian lengan dan bagian atas dan bawah payudaranya.
“eemmhhh..aawwhhh pelan-pelan kaakk..” erang Veti kesakitan karena ikatanku yg erat.
“sssttt..udah kamu tenang aja..” sahutku sambil mengikat tubuh Veti . Lalu aku ikat paha, lutut, betis dan pergelangan kaki Veti , lalu aku sumpal jg mulut Veti dgn cd lalu aku lakban 6x seperti Vina.
“mmmpphhh mmpphhh mmmpphhh..” erang Veti sambil meronta mencoba melepaskan diri dari ikatanku.
Lalu aku bopong jg tubuh Veti ke ranjang bersama Vina. Lalu aku periksa isi lemari Vina dan ku temukan handycam. Langsung saja aku nyalakan dan letakan handycam tersebut di sudut ruangan dgn menggunakan tripod. Aku sorot mereka berdua menggunakan handycam dan merekam semua gerak gerik yg mereka lakukan. Aku rekam semua adegan saat Veti dan Vina mencoba melepaskan diri namun tdk berhasil. Lalu aku ambil dildo dan aku telusupkan kedalam memek Vina dan Veti lalu aku nyalakan dildonya agar bergetar.
“mmmpphhh mmmppphhh mmppphhh..” erang mereka berdua saat dildo bergetar didalam memek mereka.
Vina dan Veti pun menggeliat-geliat saat dildo bergetar di memeknya. Lalu aku ambil gulungan tali dan aku ikat hogtied Vina,
”mmmppphhh mmmppphhh mmmppphhh..” erang Vina karena ikatan itu membuat dildo makin dalam bergetar di memeknya.
Aku ambil gulungan tali lagi, lalu aku iikat jg Veti seperti kakaknya,
“mmmmppphhh mmmpphhh mmpphhhh..” desah Veti menikmati setiap getaran dildo di memeknya.
Lalu aku ambil scarf dan aku tutup mata mereka agar Vina dan Veti bisa lebih merasakan getaran dildo yg bergetar didalam memeknya lalu aku ubah getaran dildo menjadi getaran tinggi,
“mmmpppphhh mmppphhh mmpphhh mmpphhh..” sontak Vina dan Veti pun terkejut dgn getaran dildo yg semakin dahsyat bergetar di memek mereka.
“mmpphhh mmphhhh mmmpphhh…” erang Vina sambil meronta dahsyat merasakan getaran dildo di memeknya dan remasan di payudaranya.
“mmmpphhHH mmpphHHh mmmppHHhh mmpphhHHh..” erangan Vina pun berubah menjadi desahan kenikmatan.
Sementara itu aku lihat Veti tenang saja merasakan dildo yg bergetar di memeknya. Setelah aku cek tubuh Veti , memek Veti pun basah karena Veti orgasme. Orgasme pertama Veti membuatnya lemas sedangkan dildo di memeknya masih terus bergetar.
“mmmpphh mmpphh mmpphhh mmmmmppphhhhh..” selang berapa lama kemudian Vina pun mendapatkan orgasme pertamanya.
Aku buka penutup mata Vina dan Veti , aku lihat Veti tertidur karena kelelahan lalu aku cabut dildo dari memek Veti dan membiarkannya tertidur sambil terikat dan tersumpal.
“gimana vin rasanya? Enak kan? Hehehe..” kataku sambil membuka lakban di mulut Vina.
“fffuuaaahhh..aahhh..enak sih dan, tp pegel aku..” jawab Vina,
“yaudah deh aku buka iketan di kakimu dulu..” sambil buka iketannya.
Setelah itu aku dudukan Vina dan aku duduk dibelakangnya. Aku mulai mengelus payudara Vina sambil meremasnya.
“MMMHHHH Hendraa, aku masih lemas..mmmhhhh..” sahut Vina.
“udah kamu nikmatin dulu aja ya..” kataku sambil mengelus dan meremas payudaranya sambil memainkan dildo di memek Vina.
“eeeggghhh aaahhh aaahhh Hendraaa eeemmmhhh..” sahut Vina, lalu aku lumat jg bibirnya.
“eemmhhh mmuuuaaahhh mmmuuaahhh..” Vina pun membalas dgn melumat bibirku lagi.
“aalllmmmuuaacchh mmmuuuaaacchh aalllmmmhhhhuuaacchh..”, aku elus dan remas payudara Vina sambil mainin dildo yg ada di memeknya.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Ketagihan Arisan Sex

“mmmuuaaahhh aaahhhh aahhh udah Hendraaa..” desah Vina minta berhenti dirangsang.
Aku remas payudara Vina sampai mengeras dan menegang, Vina pun terus meronta karena dildonya terus aku kocok di memeknya,
“aahhh aaahhhh aaahhh Hendraaa aaaahhhhhh..”
“ssssrrrr..ssssrrrr…sssrrrrr” Vina pun mendapatkan orgasmenya yg kedua kalinya.
“eemmmhhh mmmhhh daaannn, lemeesss..” erang Vina kelelahan karena orgasme berulang-ulang.
Setelah orgasme, Vina pun lemas dan bersandar di tubuhku.
“gimana vin rasanya?” tanyaku,
“lemes Hendraaa..capek, mau tidur..” jawabnya,
“yaudah kamu tidur ya sekarang..” aku elus-elus rambut Vina agar tertidur.
Dan tak lama kemudian Vina pun tertidur. Aku baringkan Vina disamping Veti yg jg sedang tertidur terikat dan tersumpal. Lalu aku sumpal mulut Vina dan aku otm dgn scarf yg aku ambil dari lemarinya. Setelah itu, aku pun pindah di ruang tamu sambil menjaga
“kakak beradik yg tdk berdaya” itu dari tidurnya malam ini.
Sambil rebahan di sofa, aku lihat rekaman Vina dan Veti saat aku ikat dan aku rangsang. Dalam rekaman itu, aku lihat reaksi Veti yg tdk segan-segan mengumbar reaksinya yg sedang aku rangsang. Berbeda dgn Vina yg terlihat kalem dan sangat menikmati setiap getaran dildo di memeknya. Terlihat Veti sangat terangsang hebat sampai-sampai dia teriak hebat karena terangsang.
“mau gak ya kalo Veti diajak gituan..hehehe..bisa kalee..” pikirku kotor karena melihat rekaman tadi.
Tak terasa waktu sdh menunjukan jam 3 pagi, dan aku pun memutuskan untuk tidur di sofa saja.
Pagi harinya sekitar jam 9 pagi aku pun terbangun. Aku melihat sekitar sepi tdk ada siapa-siapa. oiya aku lupa, Veti dan Vina. Langsung saja aku bergegas ke kamar untuk menemui mereka.
“mmmpphhh mmpphhh mmmpphhh..” kudengar erangan Vina dan Veti saat aku buka pintu kamarnya dan aku lihat mereka sedang meronta ingin dilepaskan.
“selamat pagi semuanya, apa kabarnya pagi ini?” tanyaku iseng,
“mmmpphhh mmmfftt mmmpphhhh..” erang Vina dan Veti .
“hehehe..iya iya aku lepasin..” aku lepas sumpalan Vina dan Veti .
“ffuuuaahhh uueeekkk..ah kak Hendra nih pake disumpel segala..tenggorokanku kering nih kak..” protes Veti ,
“iya nih dan tenggorokan aku jg kering..” sahut Vina.
“hehehe..yaudah aku ambilin minum dulu ya..” lalu aku pun pergi mengambil minum.
“eeerrgghhh eeggghhh kaakk, coba lepasin iketan aku..” sahut Veti ,
“lepasin gimana? Tangan kakak aja belum dilepasin nih..eeeggghhh..” jawab Vina.
“nah ini minum dulu..”lalu aku berikan Vina dan Veti minuman memakai sedotan.
“aahhh..segar..lepasin aku donk dan..pegel nih..” Rengek Vina,
“iya deh, sini aku lepasin..” jawabku,
“ehemm..mentang-mentang lagi PDKT aku dilupain..” sindir Veti ,
“hehehe..apa sih Pit, gak lupa kok aku..” jawabku.
Setelah ikatan mereka berdua aku lepas mereka pun terbebas.
“adduuhhh berbekas..mandi air hangat dulu ah biar ilang..” lalu Veti pun bergegas ke kamar mandi dan berendam air hangat.
Ku lihat Vina sedang mengusap bilur-bilur bekas ikatan di pergelangan tangannya.
“sini vin aku pijitin..” kataku sambil memijit lengan dan pergelangan tangan Vina.
“makasih ya dan..eemmhhh..enak jg pijitan kamu” jawabnya sambil tersenyum.
“sekarang kamu telungkup aja vin..aku pijitin sekalian tubuhmu” kataku, lalu Vina pun menurut dan aku pun mulai memijat tubuhnya.
“udah dan cukup..” sahut Vina lalu aku pun duduk di sisi tempat tidur dan Vina pun balik badan sampai terlentang. “vin, ada sesuatu yg mau aku omongin sama kamu.” Sahutku mulai perbincangan,
“Apa dan?” Tanya Vina,
“sebenernya aku udah lama suka sama kamu, tp aku gak berani bilang..” kataku, lalu Vina pun hanya tersenyum dan berkata,
“aku jg suka kok sama kamu..” aku pun tersenyum,
“jadii..” sahutku,
“kita jalanin dulu aja dan..” jawab Vina, lalu aku pun tersenyum dan mendekatkan wajahku ke wajahnya. “wwuuuaaaahhhh segernya habis berendam air hangat..” tiba-tiba Veti keluar dari kamar mandi sambil berteriak yg membuat aku dan Vina pun kaget.
“naahhh ketauan kan..ayo mau ngapain tuh?” ledek Veti
“ah kamu anak kecil diem aja..udah ah aku mau mandi dulu.” Lalu Vina pun bergegas kekamar mandi.
“gimana kak? Ngapain aja tadi sama kak Vina? Hehehe..” ledek Veti lagi,
“ah kamu bisa aja, udah ah aku mau masak dulu buat kalian” sahutku,
“aku ikut kak..” lalu aku pun pergi ke dapur untuk masak dgn dibantu Veti .
Setelah masakan jadi, kami pun sarapan sekalian makan siang.
“gimana masakannya?” tanyaku pada mereka berdua,
“lumayan lah untuk masakan seorang lelaki..hehehe..” jawab Vina,
“ciee ciiee..hahaha..” ledek Veti ,
“sssttt udah kamu makan dulu tuh..” protes Vina,
“hehehe iya-iya..” jawab Veti .
“lain kali kita main lagi yah kak..” sahut Veti ,
“gampang nanti di bicarakan lagi..” jawab Veti .
Sejak scene itu perasaan aku dan Vina akhirnya menemukan kejelasan. Ditambah lagi aku dan Vina bisa sering-sering scene dgn atau tanpa Veti .

 

 

author