Cerita Sex: Doni Supir Yang Beruntung

No comment 3708 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita Dewasa – Kerjasama randy dan budi semakin berkembang, cabang-cabang perusahaan di kota “ kota besarpun mulai dibuka, sehingga randypun semakin sibuk dengan perjalanan bisnisnya kesetiap cabang-cabang perusahaannya, dan itu membuat randy semakin jarang dirumah. Dalam satu minggu randy hanya 1-2 hari berada dirumahnya yaitu hari Sabtu atau Minggu, hari Seninnya randy sudah mulai keluar kota kembali.

hot girl

Seiring dengan berkembangnya usaha randy, keadaan ekonomi randypun berubah, mereka sekarang tinggal di kawasan elite di bilangan Jakarta Selatan, rumah mereka dilengkapi dengan kolam renang dalam ruangan, penghuni rumahpun mulai bertambah, mereka sekarang mempunyai 4 orang pembantu, 3 perempuan dan 1 laki-laki, yg perempuan bertugas membersihkan rumah, mencuci, memasak dan sebagainya, sementara yg laki-laki bertugas merawat dan membersihkan taman dan kolam renang.

tetti, nini dan resti adalah nama pembantu wrestita mereka, tetti berusia 20 tahun, nini dan resti berusia 19 tahun, sementara itu uno pembantu lelakinya berusia 18 tahun. Mereka semua berasal dari satu daerah, randy yg membawa mereka datang ke Jakarta. tetti dan nini keduanya berstatus janda, mereka berdua gagal dalam membina biduk rumah tangga, sementara resti dan uno masih berstatus lajang. Mereka berempat sudah sekitar 6 bulan tinggal bersama keluarga randy.

Dirumah randy masih ada 2 orang supir, Bambang dan doni keduanya sudah berkeluarga, Bambang berusia 26 tahun sementara doni berusia 25 tahun, Bambang adalah supir randy sementara doni selalu mengantar indah kemanapun nyonyanya pergi. Mereka sudah 8 bulan bekerja dengan randy.

Keempat pembantu dan kedua supir ini merasa kerasan bekerja di keluarga randy, keluarga randy tdk memandang rendah mereka, tingkah keluarga randypun tdk sombong terhadap mereka semua, apalagi doni yg selalu mengantar indah, dia sangat kerasan bekerja di keluarga randy, selain cantik dan sexy nyonyanya ini selalu memberikan uang makan untuknya jika sedang mengantar ke Mall, ditambah doni dapat menikmati pemandangan indah terutama saat indah mengenakan rok mini atau sedang membungkukkan badan, belahan dada indah yg putih dan padat serta pahanya yg putih mulus selalu membuat doni menelan air liurnya pada saat ia melihat pemandangan itu.

Hari ini doni kembali disuguhi pemandangan yg membangkitkan gairah lelakinya, nyonyanya ini mengenakan rok pendek berwarna putih dan baju putih tanpa lengan dengan belahan rendah didada, celana dalam dan behanya yg berwarna hitam terbayang dengan jelas, belahan dada nyonyanya ini yg putih dan mulus terlihat dengan jelas, doni berkali-kali menelan air liurnya melihat pemandangan ini dari kaca spion mobilnya.

“kemana kita, Bu?” tanya doni
“ke ***** don”, kata indah.
“baik, Bu” sahut doni.

Selama perjalanan doni mencuri-curi pandang tubuh nyonyanya ini dari balik kaca spionnya, selama itu juga berkali-kali doni meneguk air liurnya, dalam hatinya berkata alangkah beruntungnya punya istri cantik, mulus dan sexy seperti nyonyanya ini, setiap malam pasti minta jatah terus. Kalau ia bandingkan dengan istrinya dirumah, jauh sekali perbedaannya bagaikan langit dengan bumi, tampang doni sendiri tdk jelek tdk juga tampan, postur tubuhnya tdk tinggi juga tdk pendek, tdk besar juga tdk kecil, semuanya serba sedang.

Sesampainya di Supermarket yg disebutkan oleh nyonyanya tadi, doni mengarahkan mobilnya kearah pintu masuk, kemudian indah pun turun sambil berkata,

“don, kamu cari parkir, terus nanti kamu susul saya kedalam”,
“Baik, Bu jawab doni”

Setelah memarkir mobilnya, doni menyusul kedalam dan menemui indah yg sudah menunggu kedatangannya, kemudian indah mengambil keranjang dorong dan menyuruh doni untuk mengambilnya juga. Kira-kira 3-4 jam mereka baru selesai berbelanja.

“Kemana lagi kita, Bu?” tanya doni setelah selesai memasukkan kantung belanja yg terakhir.
“Hhmmm, pulang dulu, don”. Sahut indah.

Dalam perjalanan pulang, doni kembali mencuri-curi pandang dari kaca spionnya, indah tdk menyadari tingkah supirnya itu, karena seperti biasanya indah sibuk dengan majalahnya. Tanpa indah sadari posisi duduknya saat ini agak sedikit terbuka dan rok mini yg ia kenakan agak sedikit naik keatas, membuat doni yg sedang mencuri pandang semakin panas dingin dibuatnya, doni melihat CD hitam indah dan paha mulus indah dari balik kaca spionnya, kemaluannya mulai menegang seiring dengan lamunan joroknya membayangkan kemaluan indah, doni gelisah sendiri melihat semua ini, berkali-kali ia meneguk air liurnya.

“don, turunin semua belanjaannya, taruh di dapur dan beritahu resti atau nini”, kata indah sesampainya dirumah dan indah pun langsung turun menuju kedalam rumahnya.
“Baik, Bu jawab doni.

Setelah indah turun, doni pun memarkir mobilnya di Garasi dan mulai menurunkan semua belanjaan dan membawanya ke dapur.

“Ti, nich beresin belanjaan ibu”, doni memberitahu nini yg sedang ada di dapur sambil menaruh belanjaan.
“Iyah”, jawab nini sambil langsung membereskan belanjaan itu.

Tak lama kemudian doni pun selesai membawa seluruh belanjaan itu kedapur sementara nini sibuk dengan membereskan belanjaan itu.

“Ti, bagi kopi dong”, kata doni setelah selesai menaruh kantung belanjaan yg terakhir.
“Bikin sendiri, aku masih sibuk beres-beres”, jawab nini.
Saat doni sedang membuat kopi, kembali dia disuguhi pemandangan yg membuat gairah lelakinya kembali bangkit, dia melihat indah yg sedang menuju kekolam renang mengenakan bikini putih, tubuh indah yg putih mulus dan kedua bongkahan payudaranya yg indah, selama ini doni belum pernah melihat majikannya ini mengenakan bikini, batang kemaluannya mulai menegang, nafasnya mulai memburu, kedua bola mata doni hampir tdk berkedip mengikuti langkah indah yg menuju kolam renang.

Lokasi kolam renang memang tdk jauh dari dapur, dan kolam renang itu terletak didalam ruangan dengan keseluruhan atapnya menggunakan kaca, sehingga cahaya matahari dapat masuk dengan leluasa di area kolam renang tersebut.

Sambil menikmati kopi yg dibuatnya, doni tanpa bergeming dari tempatnya dan kedua bola matanya masih tetap memandangi tubuh indah yg mulus dan sexy, tanpa sadar doni pun mulai mengelus-elus batang kemaluannya dari balik celananya, dalam pikirannya ia membayangkan meremas-remas kedua payudara indah, sambil menjilati kedua putingnya, batang kemaluannya semakin mengeras, sebetulnya doni adalah lelaki yg setia, tdk pernah terlintas dalam pikirannya untuk selingkuh atau membayangkan tubuh wrestita lain selain tubuh istrinya, tetapi semenjak ia bekerja di keluarga randy dan setiap hari ia melihat pemandangan yg menakjubkan,

semenjak itu pula pikiran doni mulai menyimpang, ia mulai sering mengkhayal tentang menyetubuhi indah begitu pula saat ia sedang berhubungan dengan istrinya, ia membayangkan sedang menyetubuhi majikannya itu, doni sendiri bingung kenapa akhir-akhir ini pikirannya selalu ketubuh indah, seperti sekarang ini pemandangan didepan matanya benar-benar membuat ia lupa diri, pikirannya menerawang membayangkan tubuh indah, lekuk tubuh indah yg aduhai, kedua payudara indah yg montok, semakin ia membayangkan tubuh indah semakin cepat ia mengelus-elus batang kemaluannya, doni lupa bahwa saat ini ia sedang berada didapur.

“Hayo, sedang ngapain”, bisik nini di telinga doni.
“Eeehhh.nggaakkk lagii ngapa-ngapain”, jawab doni terkejut.
“Kok, ngelamunehh..minum kopi kok ngelamun”, lanjut nini.
“Eeeh..ini kopinya masih panas jadi..nunggu dingin”, jawab doni lagi.
“Nunggu kopinya dingin atau lagi ….” kembali nini mendesak doni, sambil matanya melirik kearah kolam renang,

“ngintip nyonyanya, yach”,
“Tiddaaakk enaak..aja..aku lagi nunggu kopinya dingin nich”, jawab doni terbata-bata, batinnya kaget saat nini dapat menebak apa yg sedang ia lakukan.
“Hah..jawabnya tdk, tapi matanya kearah kolam renang”,lanjut nini penasaran.
“Gak mungkin, aku ini sedang mikirin istriku, makanya aku ngelamun”,doni mengelak atas tuduhan nini.
“Hhmmm laki-laki dimana saja sama”,sahut nini sambil kembali membereskan belanjaan yg tadi ia tinggalkan.
doni menghela nafas saat nini kembali mulai sibuk membereskan belanjaan, kemudian iapun dengan cepat-cepat keluar dari dapur, tapi pikirannya masih terbayang lekuk tubuh indah yg begitu indah sedangkan batang kemaluannya masih tegang, doni pun segera menuju ke toilet, didalam toilet ia segera membuka celana panjangnya dan CDnya, CDnya sudah mulai basah dengan cairan beningnya, batang kemaluannya berdiri dengan gagah perkasa, sambil mulai mengocok batang kemaluannya dengan mata terpejam dan pikirannya yg mulai membayangkan tubuh indah yg indah dan sexy yg hanya berbalutkan bikini.

doni membayangkan ia mulai menjilati kedua payudara indah, sambil tangannya mengocok batang kemaluannya yg semakin mengeras, lenguhan dan desahan mulai keluar dari mulut doni, belum pernah doni melakukan self service seperti yg ia lakukan sekarang ini, tak lama berselang doni merasakan desakan kuat di batang kemaluannya, batang kemaluannya mulai mengejut-ngejut, air merestinya mulai menyemprot keluar dari batang kemaluannya, membasahi tembok toilet, doni pun melenguh menikmati kocokan tangannya, matanya terpejam menikmati ejakulasi semunya,

nafasnya yg memburu mulai mereda, seiring dengan tetes terakhir air merestinya. Kemudian doni pun mulai mencuci batang kemaluannya serta menyiram air merestinya yg berlepotan di tembok toilet, setelah selesai menuntaskan hajat semunya doni pun keluar dari toilet meneruskan minum kopinya, ada penyesalan dalam hatinya melakukan perbuatan tersebut, tapi apa daya hasrat birahinya sedang memuncak akibat melihat tubuh indah tadi dan tdk mungkin ia pulang kerumahnya untuk melakukan hubungan sex dengan istrinya.

doni merasa agak sedikit lemas setelah melakukan self service tersebut, sambil duduk di garasi doni pun menikmati kopinya yg dari tadi belum sempat diminumnya, pikirannya masih memikirkan hal yg baru saja terjadi, ia tdk menyadari saat nini mendekatinya.

“Ehhhni orang dari tadi kerjaannya ngelamun melulu”,kata nini.
“Ehhhh siaappaa..yg ngelamun”,jawab doni kaget.
“Udah jelas ngelamun, masih gak ngaku juga”,kata nini.
“Tuh, dipanggil nyonya, cepetan ˜tar nyonya marah, baru tahu rasa”,lanjut nini.

Tergopoh-gopoh doni masuk kedalam untuk menemui nyonya majikannya, tapi baru tiga langkah ia berhenti dan balik bertanya ke nini.

“Nyonya ada dimana?” tanyanya ke nini.
“Ehh..nih orang betul-betul ngelindur, nyonya masih dikolam renang, cepetan entar ngomel, baru tahu rasa”,jawab nini
“Ohh cerewet, nanyakan gak apa-apa, daripada kaga tahu mau kemana”, sahut doni.
Dengan segera doni menghampiri nyonyanya yg sedang berada di kolam renang, setibanya di kolam renang ia melihat tubuh nyonyanya terbaring di kursi malas yg ada dipinggiran kolam renang, kedua matanya tertutup sementara tubuhnya yg hanya berbalutkan bikini terpampang dengan jelas di mata doni, kembali doni menelan ludah melihat pemandangan tersebut dari jarak yg sangat dekat,

doni memperhatikan kedua bukit payudaranya betul-betul sempurna, kedua puting susunya yg berwarna merah muda terbayang dengan jelas, turun kebawah ia melihat belahan memeknya tercetak dengan jelas, ini akibat indah mengenakan bikini yg agak tipis apalagi bikini itu dalam keadaan basah, sehingga bayangan kedua puting susu serta belahan memeknya tercetak dari balik bikininya tersebut, melihat semua itu batang kemaluan doni kembali menegang dengan cepat, batang kemaluannya seolah mendesak ingin keluar dari balik celananya, celananya menggelembung menahan desakan penisnya yg semakin membesar dan mengeras.

Sesaat setelah puas menikmati pemandangan itu dengan suara agak sedikit serak doni berkata kepada nyonyanya itu.

“Buu..ibu..memanggil saya”, kata doni dengan suara sedikit serak dan agak terbata-bata.
M
endengar suara doni, indah membuka matanya, saat ia membuka matanya yg terlihat olehnya adalah tonjolan diselangkang doni, ia melihat celana doni seolah membusung kedepan dan indah dapat memastikan bahwa batang kemaluan doni sedang bangun.

“Ohh..don, kamu jangan pulang dulu, nanti sore saya ada perlu keluar”, jawab indah sambil matanya tetap terpaku kearah selangkangan doni,

batinnya bergumam sudah lama aku tdk menikmati kemaluanku disodok oleh batang kemaluan lelaki, tetapi kalau sekarang terlalu beresiko kalau dilakukan dirumah.

“Baik, Bu, ada lagi”, jawab doni, sambil matanya tetap tdk mau lepas dari tubuh indah.
“Cukup itu saja”, kata nini sambil kembali memejamkan matanya.

Dengan sedikit agak berat hati, doni terpaksa meninggalkan tubuh indah, meninggalkan pemandangan yg sangat indah, yg tdk pernah terbayangkan oleh dirinya bahwa ia akan mendapat pemandangan tersebut, rasanya barusan doni ingin segera menerkam tubuh indah, melucuti bikini indah dan memasukkan penisnya kedalam lubang memek indah dan menggenjotnya, meremas kedua payudaranya dan menjilati kedua putingnya yg berwarna merah muda.
Tetapi akal sehatnya masih dapat mengalahkan nafsu birahinya sehingga doni tdk melakukan hal tersebut, dengan langkah berat doni kembali kegarasi, ia menuju kemobilnya dan merebahkan tubuhnya dikursi pengemudi, dengan memejamkan matanya doni kemudian membayangkan pemandangan barusan, sampai akhirnya tanpa terasa iapun tertidur.

Dengan gemas doni mulai meremas-remas kedua payudara indah, mulutnya mulai bergantian menjilati kedua puting payudara indah yg berwarna merah mudah, dengan rakus doni menjilati dan menghisap-hisap kedua puting tersebut bergantian. Sedang asyik-asyiknya doni menjilati dan menghisap-hisap serta meremas-remas kedua payudara indah, doni dikagetkan oleh suara yg memanggil-manggilnya. cerita sex

“don, don, ehhh..nich orang tidurnya seperti orang mati ajah”, nini berteriak-teriak membangunkan doni.
“Bangun..don bangun don.”, kembali nini berteriak membangunkan doni.
“Hhmmmhhhmmm.aduuuhhh”, doni kaget terbangun dari tidurnya, batinnya menjerit kurang ajar hanya mimpi rupanya padahal sedang seru-serunya menghisap dan meremas toket nyonyanya.

“Adaaa apa..sich, orang lagi tidur kok diganggu”,gumam doni dengan nada kecewa karena mimpi indahnya diganggu.
“Ehhh..marah..tuch..kata nyonya suruh siapin mobil soalnya nyonya mau pergi”,sahut nini ketus.
“Apaa.sekarang jam berapa”,Tanya doni.
“Jam 5, tidur melulu sich kerjaannya”,nini bersungut-sungut marah.
“Ehhh..maaf yach”,sambung doni sambil beranjak dari tidurannya lalu cepat-cepat ia ketoilet untuk membasuh mukanya.

Setelah membasuh mukanya, doni kemudian melanjutkan membuang hajat kecilnya, agak sedikit susah karena penisnya sedang tegang, ia melihat CDnya basah dan ujung kepala penisnya masih meneteskan cairan beningnya, setelah hajat kecilnya tuntas ia salurkan, ia kembali kemobil dan mulai menyalakan mobilnya, tak lama berselang indah muncul dengan mengenakan rok hitam mini sedikit longgar, dengan belahan dada yg rendah dan bagian punggung yg terbuka, karena roknya model diikat ditengkuknya, sehingga bagian punggung dan pundaknya jadi terbuka, bagian dadanya terlihat membusung kalau lebih diperhatikan jelas-jelas indah tdk mengenakan BH itu terlihat dari kedua putingnya yg agak membayang diroknya, serta tdk ada tali BH dipundak ataupun dipunggung yg kelihatan.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Keganasan Dino Diatas Ranjang

“Kemana kita, Bu”, tanya doni sambil kembali menelan ludah saat melihat ke indah yg agak sedikit membungkuk saat naik mobil, sehingga doni dapat melihat dengan jelas payudara indah yg bergelantungan dengan indahnya.
“Kita ke Mall ****”, jawab indah.
“Baik, Bu”, sambil mengiyakan doni mulai meluncurkan mobil ketempat tujuan.

Dalam perjalanan doni kembali mencuri-curi pandang kearah indah lewat kaca spionnya, sementara indah sedang asyik membaca majalah, doni sangat berharap ia dapat melihat kedua bukit kembar indah seperti yg ia lihat saat indah menaiki mobil, tetapi harapan hanyalah tinggal harapan, sampai di tempat tujuan doni tdk beruntung dapat melihat kedua bukit kembar indah.

“don, kamu tunggu saya”,kata indah.
“Baik, Bu, nanti kalau sudah selesai ibu panggil saya saja”,jawab doni.

Hhmmmm,indah mengiakan.

“don, Ini buat makan”,kata indah sambil memberikan uang 100ribu.
“Ohh..makasih Bu”,jawab doni sambil menerima uang pemberian indah.

Kemudian indah pun turun dari mobil dan masuk kedalam mall, sementara doni mencari parkir, setelah memarkirkan mobilnya doni pun keluar mencari makan. Selesai makan doni kembali kemobilnya menunggu panggilan nyonyanya sambil kembali membayangkan tubuh indah yg aduhai terutama bagian payudaranya yg sudah secara sekilas ia melihatnya. doni memang lebih senang menyendiri daripada berkumpul dengan para sopir yg menggosipkan majikannya, ia lebih senang menyendiri sambil membayangkan lekuk tubuh indah serta kedua bongkahan payudaranya yg indah menggelantung dibagian dadanya.

Sambil mengelus-elus batang kemaluannya yg kembali mulai menegang, maklum usianya masih usia yg tegangan tinggi, jadi hanya cukup dengan membayangkan saja batang kemaluannya langsung berdiri dengan tegak, pemandangan tadi kembali menari dipelupuk matanya, kedua bukit kembar indah begitu indahnya menggelayut seolah menanti untuk dijamah dan diremas, ia membayangkan seandainya ia dapat kesempatan untuk menikmati kedua payudaranya itu, dalam hatinya ia hanya menghela nafas, kesempatan itu mungkin tdk akan pernah terkabulkan.

Tapi doni cukup puas dengan melihat dan membayangkan saja, karena ia masih segan dengan keluarga randy terutama dengan nyonyanya yg cantik dan sexy itu, nyonyanya itu menurut penilaian doni selain cantik dan sexy juga sangat pengertian dan tdk pernah marah, tdk cerewet, menyuruhpun selalu dengan sopan, tdk pernah memandang rendah, tanpa terasa 4 jam sudah ia lewati sambil membayangkan tubuh dan kedua bukit kembar nyonyanya itu. Tiba-tiba HPnya berdering, dengan cepat doni segera mengangkat HPnya setelah melihat yg memanggil adalah nyonyanya.

“Iya, Bu”, sahut doni.
“don, kamu ke pintu utama, saya menunggu disitu”, jawab indah.
“Baik, Bu”, jawab doni sambil langsung menstart mobilnya dan mengarahkan kepintu
utama.

Setibanya dipintu utama ia melihat indah sudah menunggu disana, dan ia melihat indah membawa banyak kantung belanjaan, doni segera menepikan mobilnya dan segera turun untuk membantu indah memasukkan kantung belanjaan tersebut kedalam mobil, dengan cekatan kantung belanjaan yg banyak itu hanya dalam sekejap sudah masuk kedalam mobilnya, ditutupnya pintu belakang mobil tersebut dan ia segera duduk dibelakang kemudi, kemudian doni mengarahkan mobilnya keluar area mall tersebut.

“don, kita ke hotel x”,kata indah.
“Baik, Bu” ,jawab doni, dalam hatinya bertanya-tanya, ini adalah luar biasa, nyonyanya mau pergi kehotel, yg setahu dia hotel ini adalah hotel short time, parkir mobilnya saja langsung dibawah kamar. doni memang bingung dibuatnya, ada janji sama siapa nyonyanya ini…

indah sebetulnya sudah merencanakan semua ini dari rumah, ia yg sudah cukup lama tdk mendapat sentuhan lelaki dan merasakan sodokan-sodokan di lubang memeknya, semenjak ia melihat tonjolan diselangkangan doni, gairah birahinya kembali membara, lubang memeknya mulai merasa gatal ingin segera merasakan sodokan batang kemaluan lelaki dilubang memeknya.

Dengan pertimbangan yg matang akhirnya indah memutuskan untuk menikmati batang kemaluan doni, kalau seandainya doni setelah melakukan hubungan dengan dia mulai bertingkah macam-macam, indah akan segera memecatnya dan menggantinya dengan supir yg baru, tapi kalau doni tdk bertingkah macam-macam, ia akan terus memperkerjakan doni sambil sekali-sekali dapat merasakan sodokan-sodokan penisnya.

Reception hotel tersebut berada diluar sehingga memudahkan orang untuk check-in tanpa perlu turun atau keluar dari mobil, setelah indah membayar sewa kamarnya, indah menyuruh doni langsung kekamar yg diberikan oleh receptionist hotel, mobilpun meluncur kekamar hotel tersebut, dengan mengikuti petunjuk dari petugas hotel yg hampir setiap belokan ada, akhirnya mereka sampai di kamar tersebut. doni pun memarkir mobilnya digarasi kamar tersebut, setelah petugas hotel menutup pintu garasi, indah segera turun dari mobil.

“Ayo, don, kamu ikut saya”,kata indah
“Baaaikk, Bu”,jawab doni bingung.

Ada apa yach, kok nyonyanya menyuruh saya untuk ikut turun,batin doni bertanya-tanya, tapi karena yg menyuruhnya adalah majikannya,

doni pun mengikuti indah, sambil terus bertanya-tanya dan menebak-nebak kenapa majikannya mengajak ia untuk turun dan mengikuti kekamar tersebut.

“Duduk, don, kamu mau minum apa”?indah berkata setibanya mereka didalam kamar.
“Eh, apa saja Bu”, jawab doni masih dalam keadaan bingung.
Kemudian indah memesan minuman lewat telepon, tak lama berselang minuman tersebut datang, indah segera membayar minuman tersebut, dan menyerahkan salah satu minuman tersebut ke doni.

“don, saya minta kamu untuk menjaga rahasia ini, jangan sekali-sekali kamu cerita hal ini kepada siapapun, seandainya saya mendengar kamu membocorkan rahasia ini, saya akan memecat kamu, tapi kalau kamu bisa menjaga rahasia ini, saya akan membuat kamu senang, kamu mengertikan”, indah berkata dengan sedikit mengancam.
“Baaikk..Bu, saya janji tdk membocorkan rahasia ibu kepada siapapun”,jawab doni
“Bagus, saya akan memegang janjimu itu”,kata indah
“Ayo minum”,kata indah.

doni hampir tersedak saat meminum minumannya, ia sangat kaget dengan aksi indah didepan matanya, ia melihat kedua tangan indah dengan lemah gemulai menarik ikatan roknya yg berada ditengkuknya, dengan terlepasnya ikatan dibelakang tengkuk indah kedua tali rok tersebut segera meluncur turun dan membuat kedua payudara indah tdk tertutup apapun, doni melihat kedua bukit kembar indah dengan mata terbelalak, dengan perlahan dan pasti penisnya mulai berdiri, tak terbayangkan oleh doni akhirnya ia dapat melihat dengan jelas kedua bukit kembar indah yg putih mulus, perasaannya berkecamuk antara bingung dan tdk percaya, rasanya ia seperti sedang bermimpi, doni tdk menygka hal ini akan terjadi.

Didepan mata doni sekarang indah hanya mengenakan CD saja, bentuk tubuh indah yg sexy dan kulit yg putih mulus membuat doni menelan air liurnya berkali-kali, mulutnya terbuka lebar, matanya melotot melihat itu semua. Dalam hatinya ia merasa beruntung sekali dapat menikmati pemandangan ini, kalau hal seperti ini yg harus dijaga kerahasiaannya sudah pasti ia akan menjaga rahasia ini sampai mati.

indah yg masih mengenakan CDnya mulai menghampiri doni yg masih terkesima, diambilnya gelas ditangan doni dan menaruhnya dimeja, kemudian indah menarik tangan doni untuk berdiri dan menuju kearah tempat tidur, didorongnya tubuh doni sehingga terlentang diatas tempat tidur, tanpa basa-basi lagi indah mulai melucuti celana doni beserta CDnya, barang pusaka doni yg sudah tegang terpampang didepan matanya saat indah menarik CD doni,

indah mulai mengelus-elus batang kemaluan tersebut, bau khas dari batang kemaluan lelaki tercium oleh indah membuat indah semakin bergairah, dengan tangan masih mengelus-elus batang kemaluan tersebut, lidah indah mulai bermain dengan lincah menjilati kepala penisnya, sambil sekali-sekali batang kemaluan tersebut dia kulum-kulum, doni mendesah kenikmatan, batinnya berkata mimpi apa aku semalam, sehingga penisku diselomoti dan dijilati oleh nyonyanya yg cantik dan sexy.

“Ooohhhooohhhssshhhhaahhhh”,doni mendesah kenikmatan, matanya merem melek akibat selomotan dan jilatan indah dipenisnya.
doni betul-betul beruntung, bukan saja ia dapat menikmati pemandangan tubuh nyonyanya yg sexy dan mulus secara nyata, tapi ia dapat merasakan bibir nyonyanya yg lembut sedang mengulum-ngulum penisnya, selama ini ia hanya dapat membayangkan tubuh nyonyanya saja, saat menunggu, saat bermimpi ataupun saat bermain dengan istrinya, tdk pernah bermimpi ia akan merasakan kuluman bibir nyonyanya ini.

doni hanya dapat terbaring pasrah menikmati kuluman mulut indah dipenisnya, doni hanya dapat mengangkat pantatnya saat penisnya itu berada dalam kuluman mulut indah, doni belum berresti melakukan hal yg lebih dari itu, tangannyapun belum berresti menyentuh rambut dan kepala indah, yg dapat ia lakukan hanya meremas sprei tempat tidur saja, dan mulutnyapun hanya mengeluarkan desahan-desahan saja serta lenguhan-lenguhan nikmat.

doni memang sudah dari tadi sore menahan hasrat nafsunya saat membayangkan tubuh indah, dan penisnya sudah dari tadi ingin merasakan lubang memek dan gairah birahinya sudah memuncak dari tadi, sehingga saat indah mulai mengulum-ngulum serta menjilati dan mengocok penisnya, doni pun tdk bertahan lama dengan serangan indah tersebut, puncak kenikmatannya akan segera ia rengkuh, pendakian bukit kenikmatannya hampir sampai, dengan tubuh yg mengejang dan dengan pantat terangkat seolah menyambut mulut indah untuk lebih dalam lagi mengulum penisnya.

“Aaaaahhhhh.Buuu aaaakkuu tdk taahann laaagi aakuuu kheeeluuarrr ooohhh ssshhhaaaahhh”,doni melenguh menikmati puncak kenikmatannya.

Cccrrreeetttt..ccreeeettt.cccrreeeetttccreeeetttt. penisnya menyemprotkan air merestinya kewajah indah, indah merasakan hangatnya sperma doni membasahi wajahnya, batang kemaluan doni mulai indah usap-usapkan kewajahnya yg sudah berlepotan air mresti doni, sehingga seluruh wajahnya penuh dengan sperma doni, seiring dengan semprotan terakhir dari penisnya doni,

indah kembali memasukkan batang kemaluan tersebut kedalam mulutnya dan menghisapnya, sehingga membuat doni mengejang merasakan nikmat yg sangat luar biasa saat penisnya menyemprotkan tetes terakhir air merestinya tersebut, belum pernah selama ini doni merasakan nikmat yg sangat hanya dengan kuluman mulut saja, entah karena dia memang selalu membayangkan indah atau karena hebatnya permainan mulut indah.

Batang kemaluan doni sudah tdk tegang lagi, indah pun beranjak dari selangkangan doni, ia mulai membuka celana dalamnya, sehingga tubuhnya yg indah sekarang menjadi polos tanpa sehelai benang yg menutupi tubuh sexynya, indah pun mulai berdongkok diwajah doni, kedua tangannya berpegangan diranjang bagian atas, doni langsung mengerti apa yg dikehendaki oleh nyonyanya ini, doni pun mulai menjilati itil indah, aroma kemaluan indah sungguh berbeda dengan aroma kemaluan istrinya, dengan penuh nafsu doni menjilati, menciumi dan menghisap itil indah, terdengar suara decakan keluar dari mulut doni saat mulutnya menghisap dan menjilati bibir kemaluan dan itil indah.

indah pun dibuat melenguh keenakan, doni pun sudah mulai berresti untuk menjamah kedua bongkah pantat indah dan mulai meremas-remasnya. indah pun mulai menikmati jilatan dan hisapan doni dikemaluannya, indah pun mengimbangi permainan lidah dan mulut doni dengan memaju-mundurkan pantatnya sehingga kelentitnya lebih bergesekan dengan lidah dan mulut doni, doni merasakan pantat indah kadang-kadang mengejut-ngejut saat mulutnya menghisap itilnya indah.

Lenguhan dan desahanpun mulai terdengar keluar dari mulut indah, sementara suara decakan doni semakin bertambah sering terdengar, ssslrrrrppppsssllrrppppssslrrrppp tdk puas dengan hanya menjilat dan menghisap saja doni mulai dengan aksi jari tangannya yg mulai menerobos lubang kenikmatan indah, pertama-tama hanya jari tengahnya saja yg mengocok memek indah, lama-lama jari mrestisnya ia masukkan juga kedalam lubang memek indah, membuat indah bertambah kelojotan menikmati sensasi jari-jari tangan doni dan mulut doni.

Jari tangan doni semakin aktif keluar masuk dilubang memek indah, biarpun doni hanya seorang supir tapi soal oral seks doni betul-betul ahli, ditambah dengan permainan jari tangannya yg seperti pemain film BF, betul-betul membuat indah bergelinjang menikmati permainan oral seks dan jemari doni dimemek dan kelentitnya.

“Hhmmmhhhaaaahhh.teruuusss ooohhh teruuusss Jooonnnn kamu heeebaat. Aaahhh kocok memekkkuuu.hisaapp itilkkuuu ooohhh yaahhh.”, indah melenguh keenakan menikmati permainan jari doni dan hisapan-hisapan doni di kelentitnya.

doni semakin bertambah semangat mendengar erangan-erangan nikmat indah, permainan mulut dan jari tangannya semakin bertambah menggila, membuat indah semakin menggelinjang keenakan, indah belum pernah merasakan nikmat seperti ini saat seseorang melakukan oral seks kepadanya, indah pun merasa kagum kepada doni yg dapat memberikan kenikmatan hanya dengan oral seks.

“Uugghhhaaaaahhhh.ooohh..nikmmaattt aaakuu tdk tahan lagi aaahhh terus Jooonnn, akuu mauu keluar”,indah menjerit kenikmatan saat dirinya mencapai puncak kenikmatannya.

Sssrrrrrssrrrrssrrrrlubang kemaluan indah menyemprotkan cairan kenikmatannya, doni yg merasakan memek indah semakin basah semakin bertambah cepat mengocok jari tangannya dilubang memek indah dan mulutnya semakin bertambah kuat menghisap itil indah, sehingga membuat indah semakin blingsatan menikmati sensasi puncak kenikmatannya, tubuhnya mengejang pantatnya mengejan-ejan, pegangan tangannya semakin mencengkram kuat.

“Aaaggghhh eeeddaaann nikmat sekali Ooouughhhh Joonnn, kamu betul betuull hebattttt.ssshhh.aaaaahhh”, indah mengerang.

Dengan nafas yg masih terengah-engah indah merebahkan tubuhnya disamping doni, ia melihat batang kemaluan doni sudah berdiri dengan gagahnya, indah terkesima melihat hal itu, hatinya membatin cepat juga pulihnya padahal belum terlalu lama dia barusan menyemprotkan spermanya, doni sendiri bingung merasakan penisnya sudah ngaceng lagi, biasanya sehabis berhubungan dengan istrinya penisnya sudah tdk mau bangkit lagi,
sementara saat ini penisnya itu sudah berdiri dengan gagahnya siap untuk mengaduk-aduk lubang kenikmatan indah, tapi doni tdk mau lancang terhadap nyonyanya ini, sebelum indah memintanya untuk menyodokkan penisnya kememek indah, doni hanya diam pasrah saja, hanya matanya yg berresti melirik ketubuh indah, doni pun tdk mau membuang kesempatan untuk menikmati pemandangan itu, karena dalam pikirannya kapan lagi aku dapat memandangi tubuh telanjang nyonyanya ini.

indah termasuk wrestita yg selalu haus akan seks, dirinya selalu haus akan sodokan-sodokan batang kemaluan lelaki, apalagi sekarang ini indah sudah lama tdk merasakan batang kemaluan lelaki menyodok memeknya, tdk ada yg mengira bahwasanya indah adalah wrestita yg haus akan seks, dari wajahnya tdk Nampak bahwasanya indah adalah wrestita yg binal, doni sendiri heran akan tingkah nyonyanya yg mengajaknya bermain seks di hotel, ia juga tdk menygka sama sekali nyonyanya sangat agresif, dari pernampilannya tdk nampak bahwa indah akan melakukan hal tersebut, tapi doni tdk mau terlalu memikirkan hal tersebut, buatnya yg penting ia dapat menikmati tubuh nyonyanya, walaupun baru hanya dapat menjilati memeknya saja.

Selang beberapa saat, indah mulai beranjak menaiki tubuh doni yg masih terlentang, diraihnya batang kemaluan doni, diusap-usapkannya kepala kemaluan itu ke memeknya, indah merasakan penisnya doni sangat keras sekali, kelentitnya terasa geli oleh sentuhan kepala kemaluan doni, indah mendengus kegelian, doni sendiri merasakan kegelian saat kepala penisnya tersentuh dengan bibir memek indah,

beberapa kali indah mengusap-usapkan kepala kemaluan tersebut kebibir memeknya, membuat indah menggelinjang sendiri, lubang memeknya mulai terasa gatal kembali ingin segera digaruk oleh penisnya doni, doni juga tdk tahan dengan rasa geli yg ia rasakan pada ujung kepala penisnya, ingin rasanya ia memasukkan cepat-cepat penisnya ke memek indah, tapi agar tdk dibilang lancang doni hanya dapat diam pasrah, mengikuti irama permainan nyonyanya ini.

Satu tangan memegangi batang kemaluan doni, sambil terus mengoles-oleskan kebibir memek dan kelentitnya, satu tangan lagi mulai menguakkan bibir memeknya, doni hanya dapat melihat tingkah polah nyonyanya ini, dan ia juga melihat bibir memek indah mulai terkuak, lubang kenikmatannya mulai terpampang dihadapan matanya, doni hanya dapat menelan ludah melihat itu semua, ia hanya bisa diam mengikuti irama permainan indah, tapi hatinya resah ia ingin sekali merasakan penisnya dijepit oleh lubang kenikmatan indah, ingin rasanya ia mengaduk-aduk lubang tersebut dengan penisnya yg sudah sangat tegang itu.

Pucuk dicinta ulam tiba, penantian yg ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga, dengan perlahan-lahan indah mulai mengarahkan kepala kemaluan doni kelubang memeknya, diselipkan kepala kemaluan itu dibibir memeknnya, dengan perlahan-lahan indah mulai menekan pantatnya kebawah, batang kemaluan doni dengan perlahan tapi pasti mulai menerobos masuk kedalam lubang memek indah.

Sleeeeppp..bleessssblessss..blesssss perlahan tapi pasti batang kemaluan doni tertelan oleh lubang memek indah sehingga tdk terlihat lagi, doni melihat penisnya masuk perlahan-lahan di memek indah, doni melihat sekarang jembutnya dan jembut indah bertemu saat penisnya tertelan seluruhnya oleh memek indah.
indah merasakan batang kemaluan doni memenuhi rongga memeknya, dan ia juga merasakan kelentitnya bersentuhan dengan jembut doni, dengan memejamkan mata indah mulai memutar pantatnya dengan perlahan, indah merasakan lubang memeknya seperti diaduk-aduk oleh kemaluan doni, sementara doni sendiri merasakan penisnya seperti dipilin-pilin oleh dinding memek indah, lenguhan dan desahan mereka mulai terdengar bersahutan,

indah juga merasakan sensasi yg sangat luarbiasa saat kelentitnya bergesekan dengan jembut doni, tangannya segera meraih kedua tangan doni, ditariknya tangan doni kearah dadanya, kedua telapak tangan doni didaratkannya dikedua bukit kembarnya, dan mulai digerakkannya, seolah ia menyuruh doni untuk meremas kedua payudaranya, doni yg memang dari awal ingin sekali meremas tetek indah tanpa membuang waktu segera meremas-remas kedua bukit kembar tersebut, remasan-remasan lembutnya penuh nafsu birahi, matanya menatap kedua bukit kembar itu yg berada dalam cengkramannya, tapi kedua bukit kembar tersebut cukup lumayan besar sehingga kedua telapak tangannya tdk dapat menutupi kedua bukit kembar tersebut.

“Oooohhhsshhhaaah don, penismu, enaaak ssshhh aaaahhh”, desah indah sambil terus memutar pantatnya.

Desahan, erangan dan lenguhan indah semakin sering terdengar, pantatnya bergantian aksinya antara berputar dan maju mundur, kadang-kadang pantat indah berputar memilin-milin batang kemaluan doni, kadang-kadang gerakannya maju mundur, saat pantatnya bergerak maju mundur indah merasakan kelentitnya bertambah gatal karena bergesekan dengan jembut doni, belum lagi remasan-remasan tangan doni yg penuh nafsu dikedua bukit kembarnya, semua itu menambah sensasi persetubuhan mereka.

doni hanya dapat mengerang-ngerang keenakan merasakan penisnya berada dalam jepitan memek indah, kadang-kadang ia merasa penisnya sedang dipilin-pilin oleh dinding memek indah, kadang-kadang ia merasakan penisnya keluar masuk di memek indah, remasan tangannya semakin menggila di payudara indah, sambil ditingkahi dengan pilinan-pilinan dikedua putingnya, kedua puting susu indah semakin mengeras dan mencuat kedepan.

“Hhhmmmmaaaaaggg hhssshhh ooohhh”,erang doni menikmati persetubuhan ini.

indah semakin menggila memaju mundurkan pantatnya, dengan tiba-tiba ia menghentakkan pantatnya kebelakang, seolah-olah ia ingin penisnya doni semakin dalam menerobos kedalam lubang memeknya.

“Ooouuggghhh don, aakuu keeeluuaaarrr.sssshhhhaaaaaggghhhooohhh”, indah mengerang merasakan letupan birahinya yg menerobos keluar dari lubang memeknya.

Sssrrrrsssr.ssrrrr..cairan kenikmatan indah menyemprot membasahi batang kemaluan doni.

Akkkuu..jugaa.mau keluuaar..Buooouugghhh,doni pun mengerang, penisnya menyemprotkan lahar kenikmatannya kedalam lubang memek indah.
Crrrooottt.,creeettttcrooottt..sperma doni membasahi lubang memek indah, indah merasakan hangat didinding lubang memeknya saat sperma doni menyemprot, dan ia juga merasakan batang kemaluan doni berkedut-kedut, sementara itu doni merasakan penisnya seperti diremas-remas oleh dinding memek indah.

indah pun ambruk, tubuhnya tertelungkup diatas tubuh doni, ia merasakan batang kemaluan doni masih berdenyut-denyut, doni yg terbaring pasrah dengan tubuh indah yg tertelungkup diatasnya masih merasakan detik-detik kenikmatannya, doni merasakan penisnya masih berdenyut-denyut meneteskan tetes-tetes spermanya dan ia juga masih dapat merasakan denyutan dinding memek indah.

Perlahan-lahan batang kemaluan doni mulai menciut dan terlepas dari jepitan memek indah, sementara nafas mereka berdua masih tersengal-sengal, indah merasakan saat penisnya doni mulai terlepas dari jepitan memeknya itu dan ia juga merasakan sperma doni mulai mengalir keluar dari lubang memeknya.

Tak lama kemudian indah beranjak bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh, setelah indah selesai membersihkan tubuhnya, doni pun beranjak untuk membersihkan penisnya, doni melihat penisnya berkilat akibat basah oleh cairan kenikmatan indah, saat keluar dari kamar mandi doni melihat indah sudah mengenakan roknya kembali, dengan segera ia juga mengenakan pakaiannya.

“Ingat, don, kamu jangan membocorkan rahasia ini”, kata indah.
“Baik, Bu”, jawab doni sambil mengenakan pakaiannya.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Sabtu Memuaskan

Setelah selesai mereka berdua kembali kemobil dan meluncur pulang, jam menunjukkan pukul 12 malam, saat mereka tiba dirumah, indah pun masuk kedalam rumah sambil kembali mengingatkan doni untuk bisa menjaga rahasia, doni pun mengiyakan, selesai memarkir mobil digarasi, doni pun beranjak pulang dengan senyum bahagia tersungging dimulutnya, dalam perjalanan pulang ia membayangkan kejadian yg baru saja dia alami.

Hatinya bergumam hari ini adalah hari keberuntunganku, hari ini aku dapat menikmati tubuh nyonyaku yg sexy dan indah tersebut secara nyata tanpa perlu membayangkan. Mudah-mudahan nyonyanya masih mau meminta ia untuk menyetubuhinya, sehingga ia dapat merasakan kembali keindahan tubuh nyonyanya terutama memek nyonyanya yg enak luar biasa.

*****

author