Cerita Sex : Enak Gila Rasanya

No comment 1473 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita –Cerita ini berdasarkan pengalaman saya sebenarnya, nama dan tempat juga sebenarnya. Kecuali nama hotel dan taksi tidak saya sebutkan sesuai kode etik.

19

Nama saya Andi berasal dari keluarga sederhana, saya tiga bersaudara dan saya anak tertua dan kedua adik saya cewek semua dan keduanya sudah menikah dan ikut suami masing-masing ke surabaya dan malang. Saya tinggal bersama kedua orang tua saya yang pensiunan sebuah departeman di Lombok barat.

Wajah saya biasa saja tidak terlalu cakep, tinggi saya 160 cm dan berat 50 kg, kulit sawo matang dan saya pernah kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta mengambil ilmu komputer sampai tamat, tetapi sampai sekarang belum dapat pekerjaan yang tetap padahal umur saya sudah 33 tahun lho.

Kerja saya sehari-hari sebagai free tour guide atau pengantar turis domestik bebas yang artinya tidak tetap mengantar turis nusantara karena kalau ada orderan tapi saya bukan gigolo lho.

Pada tiga bulan yang lalu saya kedatangan tante saya yang bernama tante Dewi dan anaknya Desri. Tante Dewi adalah adik ibu saya yang ketiga. Ia datang ke sini untuk menghadiri seminar mewakili perusahaanya dan sambil berlibur selama 10 hari dan mengajak anaknya Desri.

Desri berumur kira-kira 20 tahun dan tinggi 170 cm dengan berat 55 dengan kulit lebih putih dari mamanya seperti kulit wanita tionghoa, mm.. Dan wajahnya serta dadanya padat yang kira-kira berukuran 38A sesuai dengan postur tubuhya layaknya penyanyi dangdut Nita Thalia.

“Oh ya des, kita mau kemana?”

“Saya mau kirim email Mas”

“Beres, saya jemput jam 08.15 ya, kita ke rental internet di mataram”

Desri pada pagi itu memakai setelan kemeja lengan pendek dan rok span diatas lutut warna krem menambah seksi tubuhnya. Kemeja membalut payudaranya dengan ketat. Kapan saya mendapat kesempatan untuk menikmati tubuhnya.. Ah itu mustahil ya. Tapi kesempatan itu datang tiba-tiba di rental internet favorit saya.

“Hei.. Mas andi ngelamun aja, kita sudah sampai nich!”

“Oh.. Ya” jawab saya tergagap-gagap.

Saya arahkan Desri untuk mengambil tempat di pojokan internet tersebut, siapa tahu ada kesempatan he.. He.. Soalnya di pojok tersebut tidak terlalu lebar dan biasanya kalau pagi sampai jam 11.25 masih sepi jadi kami duduk bisa berdekatan, saya mencium aroma wangi parfum Desri.

“Mas tolong ambilkan disket saya yang jatuh”

“Mana Des..”

“Itu tuh dekat kakinya meja” jawab Desri sambil terus mengetik emailnya.

Kemudian saya berjongkok untuk mencari disket itu, nah disketnya ketemu.. Tapi yang menarik saya bukan disketnya tapi kaki Desri yang begitu putih dan mulus, terus lebih ke atas pahanya kelihatan separuh karena roknya yang pendek. Saya menarik nafas dalam-dalam, kontol saya mulai bangun nich, jadi sesak dech celana saya.

“Mas sudah ketemu belum disketnya!”

“Belum..” jawab saya sekenanya, padahal disket sudah di tangan, sambil menikmati paha yang begitu indah itu.

Tiba-tiba Desri menggerakkan kakinya, mungkin karena pegal. Tapi yang membuat saya berdebar-debar dan melotot, rok Desri yang tadi pahanya kelihatan setengah sekarang kelihatan sampai dalam termasuk celana dalamnya yang berwarna putih dan bergambar hati merah, sungguh pemandangan yang indah. Celana dalam itu kelihatan kembung dan.. Mmh.

“Ketemu Mas..”

“Sudah, nich” jawab saya karena nggak tahan, kontol ini sudah seperti mau keluar saja rasanya.

“Gimana Des”

“Tinggal dikit Mas ngetiknya”

Saya bergeser lebih dekat sambil tangan kiri saya merangkul bahunya sebelah kiri, semakin saya ingat celana dalamnya Desri berwarna putih dan pahanya yang begitu mulus, saya semakin terangsang. Saya arahkan tangan saya untuk membelai payudaranya yang masih belum kencang.

“Jangan Mas..” sambil tanganya menepis tangan saya.

Saya turunkan kembali tangan kiri, kira-kira marah nggak ya Desri. Pikir saya salah tingkah. Beberapa menit kemudian..

“Mas tolong dong pijatin bahunya Desri, pegal nich”

“Beres..”

“Tapi jangan macam-macm lho”

“Nggak, Mas cuma satu macam kok he.. He..”

Sambil terus memijit, saya mencari kesempatan untuk mengulangi lagi, Desri kelihatan sudah enjoy, dengan perlahan-lahan kedua tangan dari bahu merambat turun ke depan membelai payudaranya sambil saya mencium lehernya.

“Jangan Mas..” jawab Desri sambil berusaha menyingkirkan tangan saya
Tapi sudah kepalang tanggung, tangan saya yang tadinya membelai kemudian meremas secara perlahan disertai dengan ciuman dan jilatan pada leher yang putih mulus itu. Kelihatan Desri kegelian dan semakin lama semakin tidak konsentrasi lagi.

“Jang.. An.. Mas.. Geli”, tangannya tidak jadi menepis tangan saya, malah memegang kedua tangan saya.

Saya lepas tangan kanan kemudian meraba paha kanan dan berusaha menyelinap ke dalam rok spannya Desri. Untuk beberapa saat saya teruskan ciuman saya ke pipi kemudian mulutnya dan tanggapannya diluar dugaan,

Desri melumat bibir saya dengan ganasnya dan lihai mempermainkan lidah. Kami berpagutan dan saling meremas. Kemudian saya buka kancing kemejanya dan bhnya yang berwarna merah jambu.
Setelah terbuka terpampang payudara yang tegak mengacung dan berwarna putih bersih harum, langsung saja saya jilat payudara sebelah kanan sambil meremas sebelah kiri, bergantian saya gigit putingnya,

Desri semakin melenguh dan mendesis serta semakin mendorong kepala saya lebih dalam menghisap payudaranya. Tangan saya semakin masuk ke dalam roknya dan saya berusaha memasukkan ke dalam celana dalamnya, kemudian saya usap-usap dan masukkan jari tangan ke dalam vaginanya yang ditumbuhi bulu-bulu halus.

“Ssh.. Mmh.. Shh.. Terus.. Mas” desah Desri tak karuan sambil berusaha memasukkan tangannya ke dalam celana saya.

Saya tengok ke kanan ternyata persewaan internet itu masih kosong, maklum masih pagi, ini kesempatan buat saya nich. Saya buka celana jin, soalnya kontol sudah berdiri dari tadi kayak monas.

“Des kita ngentot disini ya..” tanya saya sambil membuka bhnya yang merah dan harum.

“Nanti dilihat orang lho Mas.. Ssh.. Mmh” katanya terengah-engah sambil terus mengocok-ngocok kontol saya dan membuat saya terangsang berat.

“Nggak dilihat orang kok Des.. Mas udah nyiapin kondom nich” seraya kutunjukkan kondom model sungut lele.

“I.. Ya.. Mas.. Tapi pelan-pelan ya.. Ssh..” katanya terengah-engah sambil jongkok dan mulai menghisap kontol saya perlahan dan semakin dalam dan cepat.

“Pe.. Lan.. Des” saya berusaha memelankan hisapan mulut Desri yang tak cukup muat kontol saya.
“Gan.. Tian.. Ssh.. Mmh.. Mas” pinta Desri sambil melepas kontol saya dan duduk.

Saya jongkok dan membuka celana dalam putihnya, saya jilat sekitar vagina dan bulu-bulu halusnya kemudian clitorisnya dan semakin dalam vagina sambil saya sodok dengan dua jari tangan keluar masuk. Beberapa menit kemudian cairan dalam vagina Desri semakin banyak, tiba-tiba Desri memegang dan menjepit kepala saya seraya memuncratkan cairan kental putih, saya kira Desri sedang orgasme.

“Mas.. Ayo pasang kondomnya.. Masukkan Mas..” katanya menarik napas panjang.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Tante Anna Wanita Kesepian

“Iya.. Des.. Mas andi udah nggak tahan”

Lalu saya pasang kondom dan duduk dan Desri saya pangku, saya memegang pinggang Desri dan berusaha memasukkan kontol sambil dibimbing tangan kanan Desri. Pertama-tama kesulitan masuk lubang vaginannya yang masih agak rapat, baru sodokan kelima masuk.

“Mas.. Pel.. An.. Mas..”

“Lagi.. Dikit Des” kata saya berusaha memasukkan lagi setengah kontol saya dan.. Bless.. Masuk seluruh kontol saya sampai mentok vagina Desri.

“Aduh.. Sakit..” lenguh Desri.

Kedua tangan saya pindah dari pinggang ke payudara Desri sambil menggenjot keluar masuk kontol ke vagina Desri, perlahan dan semakin cepat.

“Terus.. Mas.. Cepe.. Tan.. Ssh.. Msh..” Celoteh Desri tidak karuan.

Saya teruskan genjotan kontol saya dan semakin cepat juga remasan pada payudaranya. Desri juga membantu dengan membelai kontol saya yang keluar masuk semakin cepat. Clep.. Clep.. Begitu kira-kira bunyinya dan saya sudah tidak tahan lagi.

“Des Mas andi sudah mau keluar nich..”

“Tahan.. Sebe.. Tar.. Mas” kata Desri memberi aba-aba

“Ya.. Sekarang Mas samaan sama Desri”

Akhirnya saya peluk Desri dengan erat dan saya sodok dengan cepat keluar masuk dan.. Crot crot keluar cairan putih saya dan Desri secara bersamaan. Saya dan Desri terkulai lemas, saya lihat Desri tersenyum puas sambil sambil memakai kembali BH merahnya dan celana dalam putih bergambar hati.

Sejak saat kami sering ngentot bersama tanpa sepengetahuan tante saya. Sebelum kepulangannya, Desri minta berenang di pemandian umum xx dan xx merupakan daerah wisata yang bagus plus hotelnya yang nyaman.

“Ma, Desri mau renang nich, boleh khan?” kata Desri manja pada mamanya.

“Boleh, asal pulangnya jangan kemalaman ya, soalnya besok kita udah pulang!”

“Beres..” kata Desri sambil ngeloyor pergi.

Pagi itu Desri saya antar ke kolam renang xx, Desri membungkus tubuhnya dengan kaos kuning yang ketat model kaos gaul yang sampai memperlihatkan pusernya sekarang dan celana jeans yang bagian belakangnya menunjukkan celana dalam berwarna pink, mmh sungguh pemandangan yang segar, pembaca.

“Mas Desri ganti baju dulu!”

“Mas andi ikutan dong..”

“Boleh aja, terserah Mas dech”

Wah ini kesempatan indehoy lagi nich, mumpung ada kesempatan. Kami langsung masuk kamar ganti pakaian dan pagi itu masih jarang pengunjungnya. Langsung saya peluk Desri dari belakang sambil meremas payudaranya yang kenyal itu.

“Eh.. Mas.. Nakal.. Ah” seloroh Desri manja sambil membuka celana jeansnya dan saya pun membuka pakaian saya dan celana hingga bugil. Desri juga telah membuka sehingga tinggal celana dalam berwarna pink itu.

“Cepetan Mas nanti ada orang ganti baju lho”

“Ya.. Des sabar.. Mas pake kondom dulu..” kata saya sambil memasang kondom sungut lele tersebut.
Desri sudah tidak sabar lagi kelihatannya, bibir saya langsung disergapnya dan dilumatnya dengan ganas. Saya juga mempermainkan ujung lidahnya sambil meremas-remas payudaranya dengan gemas.

Kami berdua berciuman dan berpelukan lama sekali seperti ingin menghabiskan sisa waktu yang tersisa sebelum kepulangan Desri ke malang bersama tante. Tiba-tiba Desri melepaskan pelukannya.

“Mas sekarang masukin ya, Desri sudah nggak tahan nich!” katanya ngos-ngosan sambil melepas celana dalamnya.

Saya membantunya dengan mengusap-ngusap dalam vaginanya dengan dua jari kemudian keluar masuk supaya vaginanya basah dan benar beberapa saat vaginanya Desri sudah mulai basah.

“Ud.. Ah.. Mas.. Jan.. Ngan pake tangan lagi!” katanya sambil memegang kontol saya dan mengarahkannya ke vaginanya. Kami memakai gaya berdiri dan saya sodok Desri hingga badanya menempel pada tembok.

“Ssh.. Ssh.. Mas.. Cepetan Mas..” tangannya merangkul saya dengan kuat.

“Des.. Enak.. Terus goyang..

“Kata saya sambil memegang pantat yang bahenol itu.

Sodokan demi sodokan saya lakukan dengan cepat dan itu membuat Desri merintih-rintih dan meracau nggak karuan.

“Cepat.. Mas Desri.. Mau.. Ke.. Luar”

“I.. Ya.. Des”, saya genjot lebih kuat dan beberapa kami berdua berpelukan dengan erat sambil memuntahkan cairan putih secara bersama-sama.

“Ah.. Enak gila rasanya.. Ya Mas” kata Desri puas sambil mencium saya dengan lembut.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Si Haus Seks Pemuas Nafsu

“Ya Des, Mas juga puas, kapan-kapan main ke Lombok lagi ya!”

“Beres Mas..”

“Salam sayang Mas Andi buat Desri dan selamat jalan”

author