Cerita Sex : Fitri Perempuanku

No comment 1426 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita – cerita ini asli cerita nyata yang kualami sendiri dan bukan karangan atau fiksi. Namaku daniel seorang karyawan sebuah biro perjalanan di Jakarta. Waktu itu aq sedang bersantai di hotel di bilangan semanggi, memanfaatkan jatah menginapku di hotel tersebut yang belum aku gunakan.

Malam hari setelah selesai makan malam aq duduk-duduk santai menikmati suasana di coffe shop. Kulihat seorang cewek sedang duduk sendirian di temani secangkir kopi, sambil sebentar-sebentar melirik jam tanganya dan berkali-kali menengok ke arah pintu masuk. Rupanya dia sedang menunggu seseorang, pikirku.

Cewek itu berwajah manis, rambut sebahu, bibir sensual, berkulit sawo matang dan dadanya cukup berisi meski tidak terlalu besar. Sekian lama kuperhatikan (dia pun kadang melirik melihatku) aq rasanya nakisr juga deh. She is a good looking young lady

Hampir 1 jam lebih, dan tak lama kemudian kulihat dia memanggil waiter untuk membayar minumnya. Rupanya dia sudah akan beranjak pergi, barangkali kesal karena yang ditunggunya tak kunjung tiba. Sungguh sayang kalau tak sempat berkenalan, pikirku. Maka aku segera ambil inisistif menghampirinya dan menyapanya:

“Malam, boleh kenalan nggak?” tanyaku

Dia tersenyum dan menjawab – cerita sex abg –

“Tentu boleh dong…” kuulurkan tanganku sambil menyebut namaku

“Daniel” dia menyambutnya dan berkata

“Aq Fitri”

” Terima kasih mau kenalan, tapi kayaknya Fitri sedang nunggu seseorang ya?” tanyaku.

“Iya Kak, janjian ma temen, katanya mau ketemu di sini, tapi di bohong ditungguin dari tadi nggak nongol-nongol. Dasar cowok brengsek, bikin kesal aja” katanya dengan muka cemberut.

“Ya sudah, nggak usah kesal, kalau nggak keberatan aq temeni ya, atau mau buru-buru pulang ya?” tanyaku.

“Nggak juga kok Kak.. Fitri sih lagi nggak ada acara, senang juga kalau kita ngobrol-ngobrol” katanya menyambut tawaranku.

Selesai membayar minumannya, Fitri pindah duduk di mejaku. Kami ngobol sana sini layakanya orang yang baru kenalan.

“Papaku orang Ambon dan mama menado, tapi mama sudah meninggal dua tahun yang lalu. Aq tinggal sama Papa dan istri barunya, Tapi aq nggak cocok denganya dan sering ribut. Maka aq sudah nggak betah tinggal denganya dan sekarang hampir 1 minggu aq tidur ditempat temanku di daerah cikini. Kak Daniel kayaknya baik deh, Fitri senang banget kalau punya Kakak seperti Kak Daniel. Fitri nggak punya kakak laki-laki, kakak beradik Fitri semua lima orang cewek semua” katanya

“Kakak Fitri namanya Dista tinggal di belanda sama suaminya orang bule, dan 1 adik Fitri namanya Karin. Adik Fitri yang di jakarta yaitu Salma yang udah menikah, dan Tiara yang masih kecil, baru 13 thn” Kami berdua terus ngobrol dan suasana semakin hangat dan akrab mengasyikkan. Fitri rupanya sudah melupakan kekesalannya soal teman cowoknya yang tidak memenuhi janji.

“Oh iya, Fitri sudah makan belum? Ini kan sudah jam 9 malam” tanyaku.

“Fitri masih kenyang kok” sahutnya.

Lalu ku usulkan

“Gimana kalau kita pesan makanan, apa aja buat temen ngbrol” tanyaku lagi.

“Tapi ini kan sudah malem di sini band dan penyanyi sudah mulai ribut, nggak enak juga ngbrolnya Kak. Berisik” kata Fitri

“Kalau begitu kita pindah tempat aja ya, keluar cari tempat makan yang enak dan nyaman” kataku

Dia diam saja nggak menjawab. – sex daun muda –

“Oke” kataku. ” Gimana kalau kita ngobrolnya di kamarku aja, kita pesan makanan dan minuman” kataku sambil berdoa, mudah-mudahan dia mengiyakanya

Soalnya aq sudah nggak sabar banget pengen lebih intim lagi bersamanya. Eh.. rupanya Fitri menyambutnya dengan baik.

“Iya kak, males juga kalau pergi keluar lagi ya. Oke deh kak, kita lanjutin ngobrolnya di kamar kakak aja, biar bisa lebih santai.

Tak lama kemdian setelah aq membayar minuman, ku ajak dia naik lift sampai di lantai enam, terus ke kamarku, kamar 412.

“Wahh, enak banget kamarnya kak” katanya

“Sekarang kita pesan makanan dan minuman dulu deh, biar cepat di antar. Pupsa mau pesan apa? Aq sih mau pesan lamb chop ama bintang dingin” kataku.

“Emm,, enaknya pesen apa ya? gumanya. ” Pupsa melon juice aja deh kak, dan kalau boleh sama spagheti. Pupsa suka banget.”

Maka aku segera menelpon room service untuk pesan makanan dan minuman

“Kak, Pupsa mau ke kamar mandi bentar ya… pengen pipis” katanya.

Aq mengangguk sambil melangkah untuk membantu menyalakan lampu kamar mandi.

Tak lama kemudian, Fitri keluar dari kamar mandi dan menghampiri rak di mana ada tersedia termos elektrik dengan gelas-gelas dan kopi _ teh dan gula.

“Fitri bikinin kopi ya Kak” katanya

Aq mengiyakan dan Fitri menyalakan termos listrik dan tak lama kemdian 2 cangkir kopi sudah di seduhnya. Sementara itu aq sedang duduk bersandarkan bantal di atas bed sambil menonton tv. Fitri meghampiriku, lalu dia berkata,

“Fitri ikutan dong” dan dia langsung meloncat naik ke atas ranjang dan duduk disampingku, ambil bantal lalu diganjalkan ke punggungnya.

Bau wangi tubuhnya langsung menyergap penciumanku, membuat kemaluanku terangsang dan mulai mengeras. Kugenggam tanganya dan kuicum punggung tanganya dengan lembut. Fitri tersenyum dan mendekat ke wahaku lalu mencium pipiku. Tiba-tiba di berkata.

“Kak Daniel sayang nggak sama Pupsa” tanyanya.

Aq tiba-tiba bingung juga dengan pertanyaanya karena baru beberapa menit kenalan, tapi dalam hatiku aq suka juga pada cewek ini. Aq mengangguk sambil tersenyum

“Yang Fitri butuhin kasih sayang kak” Fitri nggak butuh apa-apa dari kak Daniel, asal kak Daniel sayang sama aq” sambungnya.

“Kak Daniel juga suka sama Fitri, dan rasanya kita akan terus bersama deh” kataku.

Pupsa berkata lagi,

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Jebakan Penjual Obat Kuat

“Janji ya kak, Fitri aka jadi kekasih Kak Daniel, dan Fitri juga sayang sama kak Daniel” katanya. “Tapi, Fitri merasa nggak pantes deh sama kak Daniel dan belum tentu kak Daniel mau sama Fitri. Fitri merasa kotor, selama ini main sex bebas. Tapi biar giamana pun Fitri bukan cewek bisnis lho” katanya. ” Tapi, pokoknya sekarang Fitri mau jadi milik kak Daniel, dan Fitri janji nggak akan sama cowok lain lagi. Fitri udah mantep sama kak Daniel” sambungnya.

Kali ini Fitri sudah bangkit dan duduk menunggangi badanku yang setengah berbaring, sambil bibirnya melumat bibirku yang tentu saja ku sambut dengan semangat. Kubalas lumatanya dan kukulum lembut lidahnya yang menggairahkan. Hembusan nafasnya yang keluar dari hidungnya terasa harum ,erangsang. Yang tentunya membuat kemaluanku tegang mengeras habis-habissan sehingga kelihatan menonjol dari balik celanaku. Rupanya Fitri juga merasakannya, lalu dia berkata,

“Penis kak Daniel kok udah keras ya… hehehe..” yang langsung ku balas

“Kemaluan Fitri juga pasti sudah becek deh… yakin” kataku.

Tubuhku mulai terasa kepanansan, meskipun ac menghembus udara sejuk.

Tiba-tiba bel pintu berdering, room boy mengantarkan pesanan kami. Aq bangkit dan beranjak membukakan pintu sementara Fitri merapikan duduknya. Setelah makanan dan minuman tersaji di meja, aq berkata,

“Fitri, kita makan dulu yuk, keburu dingin kan nggak enak nanti: Fitri mengangguk sambil berkata,

“Kak Daniel udah lapar lagi ya? Tadi kan katanya udah makan”

“Nggak terlalu sih, tapi kan Fitri yang belum makan. Kak Daniel temenin deh. Laginya lamb chop ini kan nggak terlalu berat, dan kalau di tambah bir akan cukup nerkhasiat buat nanti” kataku

Fitri tersenyum sambil berkata,

“Emangnya kak Daniel nanti mau ngapain sih?” ..

“Ahh nggak ngapa-ngapain. Tapi kayaknya Fitri cerdas juga deh, dah bisa nebak” jawabku yang di balasnya dengan senyuman nakal.

“Sekarang, sebelum makan Fitri mau lepas baju dulu… panas banget” gumamnya sambil berjalan ke kamar mandi.

Begitu Fitri melangkah keluar dari kamar mandi gairahku terusik kembali dan langsung melambung melihat pemandangan yang begitu indah menggairahkan kalbu. Fitri hanya mengenakan BH dan celana dalam model thong warna hitam yang minim dan handuk di tenteng di tanganya. Wow… Bodynya sungguh indah luar biasa.

Fitri langsung duduk di kursi menghadap meja makanan, terus handuk yang di tentengnya di sampirkan menutup punggungnya untuk menahan hembusan angin sejuk dari AC.

“Wahh, sekarang kak Daniel jadi ikut kepanasan liat Fitri begitu” kataku sambil bangkit lalu ku lepas kaos dan celanaku dan kugantungkan di tempatnya.

Lalu aq ke kamar mandi, pengen pipis, terus ku cuci batang penisku pakai sabun. Habis itu aq keluar kamar mandi dengan bugil menghampiri Fitri. Fitri langsung terbelalak melihat batang penisku yang tegang mengeras sehingga terlihat bentuknya yang agak bengkok ke atas.

“Waoww” serunya sambil meraih batang penisku.

“Penis kak Daniel mantap deh, keren, bengkok lagi… iihhhhh, Fitri pokoknya suka banget deh. Rambutnya keriting rapi, lagi… Fitri mau yang ini duluan ahh… Fitri pengen ngulum-ngulum dulu ya kak” katanya sambil langsung memungkuk mendekatkan mulutnya ke batang kemaluanku dan mengulumnya dangan penuh gairah. Tanganya Fitri yang satunya menggenggam memainakn kantung buah zakarku dengan halus dan hangat.

Sebenrnya ukuran kemaluanku tidak terlalu istimewa, sedang-sedang saja, cuma sekitar 12-13cm dan memang agak membengkok ke atas seperti buah pisang, tapi kepala penisnya agak besar.

“Ogghhhh… ahh.. ahhhh.. stop duludong, sayang kita. Kita kan mau makan. Nanti nyembur di mulut lho” kataku sambil mengambil handuk dari punggung Fitri dan memakainya di pinggangku.

Fitri melepaskan kulumanya sambil berkata,

“Oke, kita makan dulu aja ya, kayaknya spaghetinya menggairahkan juga kak”

Lalu kami berdua menikmati makanan malam sambil saling menatap mesra.

Fitri tadinya bayangin Penis kak Daniel nggak di sunat. Kak Daniel kan chienese, biasanya orang chinese penisnya nggak di sunat” katanya, dan aq hanya tersenyum aja.

Fitri hanya makan separuhnya aja,

“Buat nanti lagi ah, Fitri dah kenyang. Fitri mau makan pisang aja akak” katanya sambil senyum-senyum dan menarik tanganku.

“Nanti dulung dong yang, aq mau cuci tangan dulu sekalian mau sikat gigi, biar nggak bau kambing” kataku sambil melngkah ke kamar mandi.

Setelah keluar dari kamar mandi kulihat Fitri sudah merebah terlentang di ranjang. Dia tersenyum manis dan berkata,

“Kak Daniel, tolong lepasin kancing BH Fitri ding” aq langsung meraih kancing BH nya dan dengan sekejap nampak dua gundukan indah yang menggairahkan.

Tanpa ba bi bu lagi celana dalam nya langsung kulepas sehingga sekarang Fitri tampak bugil. Bulu kemaluan Fitri masih terlihat sedikit. Yang hanya tumbuh di atas itilnya. Tapi itilnya ini brooo… keliatan agak nongol keluar memerah… cakep benar. Secara keseluruhan, kemaluan Fitri nampak indah, membuatku tak sabar ingin segera mecium, menjilat dan menghispanya.

Nggak pakai lama lagi aq langsung menindih tubuh Fitri yang sudah terlentang menantang dan memagut bibirnya yang bsaha merekah

Cukup lama kami saling berpagutan dan berkulum-kulumman lidah. Setelah itu aq berpindah ke putingnya bergantian sambil tanganku meremas-remas toketnya yang padat itu dengan lembut. Fitri sudah menglinjang-glinjang sambil mengangkat-angkat pantatnya dengan mata setengah terpejam.

Kemudian aq ganti mulai mencium keteknya yang tumbuh sedikit bulu-bulu halus. Hmmm, bau aroma keringat di keteknya terasa agak asam menyengat tapi nikmat dan buatku terasa harum merangsang. Sungguh luar biasa cewek ini, pikirku.

Sekujur tubuhnya nikmat dan wangi. Tapi aq belum merasakan kemaluanya.. tiba-tiba Fitri berbisik pelan di telingaku,

“Kak Daniel penisnya jangan di masukkin dulu ya, kemaluan Fitri pengen di jilati dulu. Jilat itilnya ya, kak mau kan..?” katanya

“Iya Fitri sayang,” kataku sambil mengangkat kedua kakinya ke atas.

Sementara itu kedua tangan Fitri menarik kedua belah bibir kemaluanya kesamping kiri dan kanan. Tak kusangka kedua bibir kemaluanya begitu indah. Kulihat lendir basah dibagian bawah kemaluanya dan basahnya melelh terus sampai ke lubang pantatnya.

Kudekatkan hidungku ke kemaluanya dan ku tarik napas dalam-dalam ingin merasakan bau aromanya. Tapi aq agak kecewa karena ternyata kemaluan Fitri sama sekali tak berbau apa-apa, tidak seperti yang kubayangkan akan berbau sengir-sengir apek enak bercampur bau keringat dan bau pipis, bau cewek pada umumnya.

Sungguh luar biasa cewek ini, pikirku. Barang kali tadi habis pipis dia cebokin sampai bersih. Kumasukkan jari tengahku ke lubang kemaluanya, lalu ku dekatkan jariku yang terbasahi lendir itu ke hidungku.. tidak ada bau sama sekali.

Heran aq.. lalu perlahan kujulurkan lidahku menghisap dalam daging kemaluanya, mulai dari bawah, dari lubang kemaluanya, terus naik ke atas, berhenti di tengah-tengah dan kumainkan lidahku di lubang kencingnya. Lendirnya terasa asin-asin gurih di lidahku. Terus bergeser naik lagi mencapai klitorisnya. Kujilat dan ku hisap klitorisnya, yang membuat Fitri menglinjang dan mengerang-ngerang sambil bergumam,

“Terus kak… terus jilat itilnya kak… itilnya kak… ohhhh” katanya terus berulang-ulang.

Sekarang aq menghisap seluruh itilnya dengan lembut dan mantap. Tak lama kemudian dia bergumam dengan suara di tenggorokkan,

“Oghhh… aduuhhh Fitri mau keluar deh.. duhhh… ampun kak… Fitri mau keluar deh… aq keluarr kakkkk… ogghhh… ogghhhh… aaggghhhh… gila kak Daniel… ampunnnnn… aarggghhhh… aahhhhh… keluaarrr kak… itilku…. aahhh…agghhhhhh…” eranganya keras sekali memenuhi ruangan kamar hotel yang hening dan tubuhnya bergetar hebat serta pantatnya mengangkat-angkat dengan cepat.

Lina meraih orgasme pertamanya dengansangat nikmat dan lepas, tubuhnya penuh peluh. Akhirnya gerakanya mereda dan pelan-pelan mulai tenang, lalu diam tergolek lemah dengan bibir tersungging senyuman kenikmatan.

Ternyata saat tadi orgasme Fitri rupanya squirting juga, yaiuti air kencingnya juga keluar dan terasa basahnya

“Kak Daniel jago banget mainin kemaluan Fitri… Fitri jadi makin sayang aja sama kak Richard,” katanya sambil menarik tanganku ingin memelukku. ” Kak lagi ya, Fitri kan belum ngen-sze, belum pakai penis” katanya. (ngen-sze artinya ngentot/bersetubuh) sambil memegang penisku yang masih keras

Sebenernya aq capek dan pegal juga menahan penisku agar tak keluar, tapi aq paksakan tahan berusaha agar tak kalah dengan Fitri.

Maka aq bangkit dan melangkah ke kamar mandi untuk pipis dan mengguyur penisku dengan air dingin agar mengurangi ketegangannya, karena kupikir pertempuran selanjutnya akan lebih seru dan hot.

Kemudian aq kemabli berbaring di sebelah Fitri yang sedang terlentang penuh peluh

“Kak Daniel cium Fitri dong” katanya

Kukecup keningnya dengan lembut, tapi Fitri dengan cepat sudah menyambar bibirku dengan pagutan bibirnya, dan berkulum-kulumman lagilah kita.

“Kak, Fitri mau ismek lagi dong” pintanya ” Habis itu kak Daniel boleh masuk deh, kasian kak Daniel nahan terus” Aku hanya mengangguk dan bergerak ke arah kemaluanya

Fitri langsung mengangkangkan kedua kakinya dan kedua tanganya merekahkan kedua bibir kemaluanya sehingga terbuka lebar siap di ismek.

Kali ini dengan jariku kutarik pelan kulit pembungkus itilnya sehingga sekarang tampak terbuka dan menyembul sebesar butiran kacang hijau. Fitri merintih sambil berkata,

“Iya kak, di situ itilnya kak.. benar kak.. ayo kakk jilatin itil Fitri kak.. terus jilatinn kak…” ku tempelkan lidahku pada itilnya dan pelan-pelan kumainkan lidahku.

Tapi Fitri malah berkata,

“Jilatinya lebih keras dong, kak” ketekan lidahku lebih keras dengan kuggerakan lebih cepat ” iya kak, begitu… nnikmat kak… nikmattt… teruss kakkk” katanya “Aagghhh… agghh.. terus kaakkk” sampai dia kembali orgasme.

Tiba-tiba Fitri berteriak,

“Pakai penis kak,, cepet masukin penis… masukkin penis,, gilaaa…. nikmattt.. kakk, cepaattt” teriaknya.

Dengan cepat aq melompat naik keatas tubuh Fitri yang terlentang mengangkang dan langsung saja ku hujamkan batang penisku yang tegang mengeras ke lubang kemaluannya Fitri… oogghhh… pantatku mulai bergerak pelan naik turun mengocok kemaluan Fitri.

Tiba-tiba Fitri menjerit-jerit keras, rupanya orgasmenya kali ini lebih dahsyat. Histeris dia, dengan gerakan tubuh yang tidak beraturan. Aq menghentikan kocokkan penisku di lubang kemaluanya, sekarang aq hanya menekan penisku sekuat tenaga dan sedalam-dalamnya di kemaluan Fitri sampai terasa mentok. Terasa denyutan-denyutan di dalam kemaluan Fitri bagaikan di remas-remas kepala penisku… uuhhhh, nikmat luar biasa. Aq masih bisa bertahan, tidak sampai keluar.

Kali ini Fitri orgame dengan dahsyatnya, tenaganya pun sangat luar biasa sehingga tubuhku ikut terangkat-angkat mengikuti gerakan histerisnya Fitri. Setelah beberapa saat gerakan tubuh Fitri mereda, dia berkata,

“Kak Daniel sungguh hebat… gilaak, penisnya kuat banget sih, sekaran masukin dari belakang ya kak,.. doggy style” katanya.

Jadi kutarik keluar pelan penisku dari lubang kemaluanya, dan seketika itu juga Fitri berganti posisi nungging bertumpu pada lututnya di tepi ranjang, kakinya mengangkang dan kepalanya diletakkan di kasur denga muka menghadap ke samping. Lalu pantatnya mulai diangkatnya menjungkit tinggi, sehingga kemaluanya lebih terbuka.

Pada posisi itu aq berdiri dilantai disamping ranjang dan mendekatkan penisku yang masih tegak keras ke lubang kemaluan Fitri dan perlahan-lahan kutusuukan sampai masuk semua. Telapak tangan kananku kutekankan ke punggungnya membuat tubuh Fitri bagian atas lebih tertekan kepermukaan kasur dan pantatnya lebih menjungkit ke atas, dan tangan kiriku merayap ke bawah mencapai itilnya.

Fitri seperti benar-benar pada posisi tidak berdaya dan tidak dapat bergerak, sehingga seolah-olah berada di bawah kekuasaanku yang sedang memperkosanya dari belakang. Ku ayunkan pantatku maju mundur penisku keluar masuk pada lubang kemaluan Fitri sambil jari-jari nakalku menggelitik itil Fitri.

Fitri mengerang-ngerang dan akhirnya menjerit,

“Kak ampuunn kakk.. Fitri nggak kuat.. ampuun kaakkk… duuuhhh… gila kamu… penis.. peniss… nikmatt.. Fitri keluar lagi kakk… terus kakk.. nikmaatttt.. penisnya nikmatt.. duuuhhhh… Fitri keluarr… aagghh.. oghh.. ogghhhhhh.. aahh.. ahh.. aaaghhhh… nikmaatt kakk” Fitri berteriak-teriak lepas dan meracau tak karuan.

Aq pun pada saat itu sudah tak kuasa menahan lendir kenikmatanku lagi, dan….

“Fitria.. ogghh peniskuuu… Fitri.. nggak kuat lagi.. gilakk kamu.. penisku kejepit.. aq keluarjugaa.. keluaar.. keluaaarrrr.. ampun Pusss… ampunnnn” kataku

Sampai akhirnya kukocokkan penisku dengan penuh tenaga dan akhirnya kusemburkan lendir kenikmatanku sehabis-habisnya ke dalam lubang kemaluan Fitri.

Saat itu kami berdua meraih orgasme dengan bersamaan.. benar-benar nikmat luar biasa.

Fitri akhirnya tertelungkup lunglai di ranjang. Aq pun jadi terpelungkup di atas punggung Fitri dengan posisi penis masih menancap di kemaluanya. Kuciumi dan kugigit-gigit kecil punggungnya yang basah oleh peluh. Fitri masih mengerang-ngerang pelan, karena orgasmenya berlanjut, meskipun tidak sehebat tadi tapi kepela penisku terasa seperti di remas-remas di dalam kemaluanya.

Akhirnya kutarik keluar penisku yang sudah mulai mengendor, lalu sebagai tanda terima kasihku pada Fitri kusibakkan belahan pantatnya dan kuberi dia servis jilatan lubang pantat, (bergantian ke lubang kemaluan) yang mebuatnya sangat nikmat dan sekaligus sangat tersanjung karena aq mau menjilat tubuhnya yang umunya di anggap kotor. Benar-benar kuceboki lubang pantatnya dengan lidahku sampai bersih.

Demikianlah persetubuhan kami, dan setelah itu kami berdua berbaring bersampingan, lalu beristirahat dengan saling berpelukan, aq berbaring terlentang dan Fitri memiringkan tubuhnya kearahku dan menyandrakan kepalanya di dadaku sambil tangan dan kakinya memeluk tubuhku bagai sedang memeluk guling, sampai kami berdua sama-sama teridur pulas.

Saat aq terbangun karena ingin kencing kulihat jam sudah hampir jam 1 malam. Kubangunkan Fitri, karena aq pun terasa lapar. Fitri bangun menggeliat dan bangkit menuju ke kamar mandi untuk membersihkan lendir-lendir yang mulai kering, lalu kami berdua makan sisa yang tadi belum habis. Usai makan Fitri membuat teh hangat dan aq duduk di kursi sofa. Fitri dengan manjanya naik dan duduk di pangkuanku, lenganya dilingkarkan ke belakang kepalaku dan mulai mencium dan mengulum bibir.

“Kak daniel, Fitri pengen di entot lagi” katanya.. “Ayo dong kak” sambungnya sambil turun dari pangkuanku terus berlutut di depanku dan meraih batang penisku yang masih setengah mengendor, lalu dimasukkanya penisku ke dalam mulutnya.

Dikulum dan dihisap-hisap kepala penisku sampai tegang mengeras lagi, sehingga nampak bentuknya yang bengkok memperlihatkan urat-urat yang menonjol.

Sesekali Fitri menjlati batang penisku lalu kebawah, mengulum biji zakarku sehingga terasa hangat dimulutnya. Kubopong cewek ini lalu kurebahkan di ranjang, lalu tindih tubuhnya dan memainkan puting susunya yang mulai menegang secara bergantian.

“Kak, sekarang gantian ya, kak Daniel kan udah capek dari tadi melayani Fitri. Sekarang Fitri Mau diatas, kak Daniel tinggal terlentang aja ya…” katanya.

Aq mengangguk, dan kami langsung berganti posisi. Aq berbaring telentang di bawah. Fitri langsung menaiki tubuhku dan tanganya dia memegang batang penisku dan mengarahkanya ke lubang kemaluanya. Blheesss, penisku langsung masuk ketika Fitri menduduki tubuhku.

Fitri menggerakan tubuhnya naik turun pelan-pelan, lalu menyorongkan toketnya sebelah kiri ke mulutku.

“Hisap kak, hisap toket Fitri” katanya sambil terus bergoyang.

Langsung kutangkap puting susunya yang sudah keras dengan mulutku dan ku hisap-hisap agak kuat sambil kedua tanganku kebelakang meremas-remas pantat Fitri yang padat berisi. Gerakan Fitri makin cepat dan kemudian di tariknya toket kirinya yang sednag ku hisap-hisap dari mulutku lalu di sorongkan toket yang sebelah kanan untuk ku hisap bergantian.

Begitulah terus pergumulan yang kami lakukan, dan tak lama kemudian Fitri melonjak-lonjak tak beraturan sambil mengerangngerang, dan akhirnya menekankan kemaluanya kuat-kuat sampai penisku mentok, tanganya memeluk kuat pundakku sampai kukunya melukai penggungku.

Orgasmelah dia dengan sangat dahsyat. Kali ini aq merasa agak aneh, kok cairan kenikmatan Fitri banyak sekali mengalir hangat ke pahaku. Aq berdiam tak bergerak sampai Fitri tenang dan orgasmenya mereda.

Ketika kami bangkit, kulihat sprei pun basah kuyup, ternyata bersamaan waktu orgasme tadi, saking dahsyatnya, Fitri benar-benar squiting, ngompol, lebih banyak dari yang tadi sehingga cukup basah.

“Maaf kak, Tadi Fitri nggak sadar waktu keluar, pipis Fitri ikut keluar dikit, nggak ketahan kak” katanya.

Aq hanye tersenyum sambil memeluknya.

“Ngggak papa kok, itu biasa Pus, kamu kan perempuan… perempuanku” bisikku.

Akhirnya malam itu benar-benar puas dengan bugil kami berdua menyusup di balik selimut tebal untuk melanjutkan tidur karena waktu sudah menujukan pukul dua malam.

Keesokan harinya kami bangun sekitar jam 7 pagi, Fitri yang masih pulas di bawah selimut kubangunkan. Kubuka selimutnya dan kurekahkan kemaluanya yang masih mengatup dan kuciumi lalu kujilat-jilat. Wahh.. kali ini bari aq rasakan bau cewek yang asli dari kemaluan Fitri, karena pagi-pagi belum di cuci kemaluanya itu. Bau vagina seperti inilah yang kusauka, dan tak puas-puasnya kujilati dan ku hisap-hisap sampai Fitri terbanun dari tidurnya.

“Iiihh, Kak Daniel jorok banget deh” katanya “Kan belum di cuci, masih bau dah di jilatin” sambungnya

“Nggak Fitri sayang, kak Daniel suka banget kok, bau kemaluanmu enak banget dan kalau bangun tidur sepert ini rasanya lebih mantap”

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Ketagihan Meki Atasanku

“Ihh.. dasar jorok” katanya sambil tersenyum ” udah ahh, Fitri penegen pipis nih” katanya.

“Oke deh, kita ke kamar mandi sekalian mandi bersama ya” kataku

“Fitri” kataku lagi “Kamu sudah ngerasain pipis nikmat belum?” dia menatapku bingung.

“Pipis nikmat? apaan tuh kak” tanyanya

“Bilang aja, Fitri mau apa nggak, gitu. Kalu mau, kak Daniel kasih tau” kataku.

Dia pun mengangguk – ngentot daun muda –

“Iya deh kak, Fitri mau..” katanya

Lalu ku angkat Fitri dan kusuruh naik ke meja batu di samping wastafel. Lalu kataku

“Fitri jongkok di atas, lalu sambil Fitri pipis kak Daniel jilati itil Fitri ya” kataku.

“Ihh nggak mau kak.. nanti pipis Fitri ngenain muka kak Daniel, kan Fitri kurang ajar kalau ngencingin kak Daniel”

“Tenang, nggak papa. Pokoknya nurut aja” perintahku

Akhirnya karena Fitri udah nggak tahan maka keluarlah pipisnya dengan derasnya. Langsung kedekatkan mukaku ke kemaluanya yang lagi pipis sambil kupejamkan mataku agar air seni Fitri tak masuk ke mataku. Kujilati dengan cepat itil Fitri sambil air seninya terus mengalir.

“Aduhhh… kaakkk… duhhh.. Fitri ngompol.. ampun kakk” katanya.

Rupanya Fitri merasa keenakan kujilat-jilat, sampai air seninya habis dia masih diam tak bergerak menikmati jilatanku. Lalu aq bangkit dan ku usap wajahku yang basah dan….

“Sudah dong yang… enak nggak pipisnya” tanyaku, Fitri tersipu dan menjawab,

“Kak Daniel nakal deh.. Fitri jadi malu udah pipisi kakak. Tapi bener deh,, enak sekali kak. Tapi yang palin enak sih di entot pakai penis kak Daniel. Kak Daniel tau aja sih, menyenangkan cewek” katanya.

Kemudian kami berdua masuk ke bak mandi dan mandi bersama-sama. Setelah sarapan aku berkata,

“Fitri, kak Daniel antar kamu pulang ya, besok kita kontak lagi deh. Soalnya hari ini kan hari minggu, dan aq janji mau ajak anak-anak kesini untuk berenang di kolam renag hotel” kataku. “Mamamnya anak-anak baru keluar kota, tugas meng audit kantor cabang perusahaanya” kataku. Istriku memang bekerja sebagai manager akunting di perusahaanya.

Begitulah, pertemuan dan sekaligus kencan pertamaku bersama Fitri yang sangat berkesan bagi kami berdua.

 

author