Cerita Sex : Ibu Muda Kursus Mobil

No comment 7206 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita – Aq Roni usiaku 27 thn seorang lajang lulusan bangku sekolah SMA. Postur tubuhku standar seperti orang indonesia pada umumnya. Tinggi badan 177cm berat badan 75kg. Sudah hampir 2 tahun aq bekerja sebagai pelatih stir mobil di kursus mobil terkenal di kotaku. Dan selama itu pula aq banyak jumpai peserta kursus mobil pria maupun wanita, Dari tenta-tente, pelajar, mama muda, binor dan banyak lainya.

Kali ini aq akan menceritakan pengalamanku melatih seorang ibu muda beranak satu, namanya Atik (samaran). Atik memelikki perawakan yg cukup indah untuk seorang ibu muda berusia 28 thn.

Singkat cerita, Mulanya Atik datang ketempat kursus stir mobil kami, aq masih ingat sekali waktu itu hari jumat sore jam 15:30, Atik datang dengan mengenakan jilbab dan pakaian gamis berbahan kaos yg tipis dan membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas. Mulanya aq biasa melihat Atik untuk pertama kalinya. Dia datang dengan seorang anak kecil berumur 5 thn. Ya dia anak perempuannya, Sasa namanya. Waktu itu Atik datang hanya berdua dengan anaknya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan bagiku, dimana suaminya?? karena biasanya para ibu muda untuk mendaftar kursus stir mobil di tempatku pasti diantar oleh suaminya.

Aq mengamati Atik saat dia sedang sibuk mendaftarkan diri, ya ruang pendaftaran memang seruang dengan ruang tunggu pelatih. Setelah setengah jam lamanya, akhirnya Atik selesai mendaftarkan dirinya, dia pun bergegas melangkah keluar bersama anakanya. Dan saat dia lewat tepat didepanku, aq membeAtikkan diri untuk bertanya.

“Kok nggak diantar suaminya mbak?” tanyaku penasaran
“Iya bang, soalnya suamiku kerja di kapal pesiar. Jadi jarang pulang..” jawab Atik sambil tersenyum
“Owh begitu, hati-hati ya mbak.. dan selamat berjumpa besok pas latian” jawabku mengakhiri obrolan.

Esok harinya usai melatih salah satu peserta kursus, aq melihat Atik sedang berbincang-bincang dengan orang bagian pendaftaran, tampaknya dia baru saja menyelesaikan latihan pertamanya. Dari raut mukanya tampak dia sedikit kurang nyaman dengan latihan pertamanya. Sebagai salah satu wujud ervice excellence, aq membeAtikkan diri bertanya kepada Atik, apa yg membuatnya murung.

“kenapa mbak baru pertama latihan kok cemberut??”
“Ohh ini mas, tadi aq di latih sama pak Herman, ternyata pak Herman ini orangnya galak, aq kena marah terus.. makanya aq ngomong sama mbak Nina (bagian pendaftaran) buat minta pengganti pelatih aja”
“Owh begitu, kalau mbak mau bisa kok aq yg gantiin pak Herman, gimana mbak?
“Iya sih, tadi mbak nina juga rekomendasikan mas Roni, katanya mas orangnya ramah dan sabar hehe..” jawab Atik sambil tersenyum.
“Ahh… mbak Atik bisa aja, Ok kalau begitu mulai besok aq yg latih mbak, datangnya jangan telat ya..” jawabku.
“Ok mas, ya udah mas aq mau pulang dulu.. dah di tunggu anak dirumah”
“Iya mbak, hati-hati ya..”

Esok harinya aq menunggu Atik sambil nonton tv diruang tunggu, aq lihat di papan jadwal kursus, hari ini Atik mengambil kursus dua jam. Akhirnya setelah 10 menit aq menunggu Atik datang, seperti biasa, Atik datang sendirian. Atik memakai jilbab polkadot hitam putih. Dengan kaos berlengan panjang berwarna pink. Dan celana jeans ketat.

Saat itu bagian kemaluan Atik nampak nyembul. Entah setan dari mana yg merasuki otakku, dan entah kenapa saat itu benar-benar sedikit terangsang melihat Atik berpakaian seperti itu. Tak biasanya aku seperti ini, biasanya aku hanya biasa saja ketika melihat peserta kursus wanitaku. Tapi tampaknya Atik memiliki aura yg berbeda. Nibir tipisnya, toketnya, lekuk tubuhnya seakan memiliki pesona tersendiri dihadapanku.

“Mas Roni!” Suara teriakan Atik membuyarkan lamunanku tentang tubuh indahnya.
“Eh… mbak Atik, udah siapkah??” tanyaku pelan
“Sudah mas, ayuk langsung aja.” jawab Atik riang

Dalam perjalan selama aku melatih Atik, tak henti-hentinya aku memandangi wajah dan tubuh Atik, ya… dia memang memiliki daya tarik tersendiri dimataku. Sesekali aku mengamati bibir tipisnya, dan aku membayangkan bagaimana rasanya jika bibir kami beradu penuh nafsu. Aku membayangkan bagaimana suara lembutnya mendesah saat kami berpelukan dan saling mencumbu, Atik benar2 membutakanku.

“Mas!” Panggil Atik pelan
“Eh iya mbak, gimana…” sontak saja aku terbangun dari lamunan jorokku.
“Eh, panggilnya Atik aja mas…” pinta Atik manja.
“Iya tik, kenapa tik? ada yg mau km tanyain?”
“Ga ada mas, cuma mas kok ngliatin Atiknya serius amat. Ada yg salah sama Atik?”
“Ga ada tik, aku cuma kagum aja liat wajah manis kamu… hehehe” gombalku pada Atik.
“Ehhhh… mas Roni tu apaan, baru pertama kali nglatih aja udag gombal gitu..”

Tampaknya Atik sesosok wanita yg supel dan mudah bergaul, ya sifatnya hampir sama denganku. Mungkin hal itupula yg akhirnya membuat kami dekat. Setelah 4 hari aky melatih Atik, kami mulai semakin dekat. Dan hubungan kami meningkat menjadi tan curhat. Banyak hal yg sudah Atik ceritakan kepadaku, begitu pula aku kepadanya. Besok hari Terakhirnya kursus, aku harus beAtikkan diri untuk melangkah lebih jauh.

“tik, hari ini kan kamu terkahir kursus… kira-kira kita bakalan ketemu lagi ga ya?
“Ehm… kok tiba-tiba mas nanyanya gitu??”
“Pertanyaaan mas salah ya tik?” tanyaku lagi
“Ngaak kok mas, gapapa… ya kita ga pernah tau mas, mungkin kita masih bisa bertemu kok.” Jawab Atik menghibur.
“tik, jujur aja ya… aku nyaman ngobrol sama kamu, dan aku rasa kamu juga sperti itu.” Jawabku.
“Idihhh mas keGRan nih, aku kan udah punya anak dan suami mas….” jawab Atik
“Ya iya sih, tapi km nyaman kan ngobrol sama aku?? Tanyaku penasaran
“Ehmmmm… iya mas, kalo nggak nyaman nggak mungkin aku curhat panjang lebar sama mas.” jawab Atik
“tik, nanti didepan ada pertigaan, nanti kamu ambil kiri ya masuk sedikit trus berhenti.”
“Siap komandan!” Jawab Atik

Ciit…. mobil kami berhenti ditempat yg aku arahkan tadi.

“Mau latihan apa disini mas??” Tanya Atik.

Tanpa aku jawab pertanyaan Atik, langsung saja aku pegang tangan Atik. Dan aku nyatakan perasaanku padanya.

“tik, ijinkan aku untuk jadi selingkuhan kamu, aku tau kita baru kenal tapi aku merasa cocok sama kamu, dan aku janji aku nggak bakalan ganggu rumah tangga kamu.” Pintaku memelas

Atik hanya terdiam, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. Tanpa pikir panjang, aku langsung langsung mendaratkan bibirku di bibirnya. Awalnya Atik sedikit berontak. Tapi lama2 kelamaan dia mulai membalas ciumanku, kini tanganku sudah berada di pipinya. Kami berciuman dengan amat binal. Nafas kami mulai naik turun dan sesaat kemudian Atik melepaskan ciuamannya.

Sekarang Atik terdiam begitu juga denganku. Sesaat kemudian Atik menjalankan mobil kembali ke tempat kursus kami, kami pulang 30menit lebih cepat dari jadwal. Atik langsung bergegas keluar mobil dan pulang. Pulang tanpa kata sepatah pun.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : BU SHERLY, PARTNER BISNIS SEKALIGUS PARTNER SEX DENGAN CARA ORAL

Sudah 2 hari ini pikiranku gundah gulana, aku ambil Buku database peserta kursus, aku cari no hp Atik, aku beAtikkan diri untuk memgirim sms kepada Atik. ‘tik, maafkan sikap lancangku. By Roni.’ Sebuah sms singkat yg mewakili semua gundah gulanaku. Tungting (suara hp) ada 1 sms yg aku terima. Dan ini dari Atik. ‘Temui aku besok jam 3, di cafe ini. Aku mau ngomong. Atik’ ‘Ya. Jawabku.’

Hari itu cuaca agak mendung, sudah 30menit aku menunggu Atik di cafe ini. Dan dari kejauhan Atik mulai tampak, dia menggunakan pakaian gamis tipis berbahan kaos. Dan kerudung merah menggoda.

Ikut aku. Kata Atik sambil menggadeng tanganku. Aku ditariknya kedalam sebuah mobil jazz RS berplat nomor nama Atik. Atik hanya diam dalam perjalanan. Cara menyetirnya masih agak sedikit kacau. Tapi sudah bagus untuk seorang pemula, aku tdk beAtik beAtik mau dibawa kemana aku ini. Dalam fikiranku antara 2 hal, kantor polisi dan suaminya. Mungkin dia tdk terima dengan ciumanku kemarin.

Akhirnya setelah 1jam perjalanan sampilah kami di sebuah hotel, Atik langsung mengajakku masuk kamar. Atik meletakan tas mahalnya, sementara aku duduk di pinggiran ranjang, tanpa pikir panjang Atik mendekatiku dan langsung menyambar bibirku.

Kami berciuman mesra Atikenciumku penuh dengan nafsu, begitu pula aku. Kami berciuman dengan binalnya. Tanganku mulai menggraygi bagian belakang tubuh Atik. Aku angkat pelan rok gamis panjang Atik. Aku remas-remas bokong Atik yg gempal. Terdengar desahan Atik..

“Terus masss… teruuuuussss cumbu aku semau,” ciuman membuatku bergairah.

Sekarang posisi Atik berada dalam pangkuanku. Aku lepaskan baju gamis dan kerudung Atik… sekarang tampak dihadapanku bh dan celana dalam ungu, akun lepaskan bh Atik aku cium dan aku jilat2 pentil Atik, aku remas-remas toket Atik yg mulai mengencang…

“Ahhhh….. ahhhh….. ahh….”
“Teruusss mass… nikmat sekali rasanya mas…. cumbu aku mas…”

Tubuh Atik meliuk-liuk kenikmatan, bibirnya mulai meracau.

Aku teruskan cumbuanku, aku turunkan sedikit celana dalam Atik, aku susupkan jari tengahku kedalam memek Atik aku kobel2 sesukaku.

“Uggghh….. ahhh….. ugghhh… ahh…. nikmat maaaasss, ughhhh…. ahhhh…. sodok yg dalem lagi maaaasss… “Atik meracau sambil Sesekali menjambak rambutku, aku semakin bergairah, aku kocok memek Atik dengan jari tengahku, Atik menggelinjang sejadinya, kini tubuh Atik sudah terkapar di atas ranjang, aku tarik celana dalam nya. Sekarang Atik telanjang bulat dengan rambut panjangnya yg dicat pirang.

Aku dekatkan wajahku dimemeknya aku julurkan ludah tepat di itil Atik, aku jilati memek Atik dengan penuh nafsu,

“Ugghhhh… ahhh….. enaaakk mass… enaaaakk….” Atik menjmbaku lagi, aku semakin bergairah, aku tanamkan lidahku dalam-dalam kedalam memek Atik “uggghhh…. ahh……. masukin penis km masss aku sudah ga tahan… uggghhh.. ahhh…” Atik mendesah sejadinya, langsung saja aku melepas seluruh pakaianku, langsung aku arahkan penisku kedalam memek Atik. Dan langsung aku dorong dengan keras.

Blesss! Penisku tertancap dalam meqi Atik, Atik melenguh keenakan ugghh….

“penis kamu enak banget mass… genjot aku mas… ugghh…. ahhhh….” mendengar kata-kata itu aku semakin bersemangat, aku maju mundurkan pantatku, kami bercinta penuh dengan gairah…
“Ugghhhh…. aahhhh…… aaahhhh…. plokk ploook plokkk suara tubuh kami saling bertabrakan. Ahhhh…. mass. Aku mau keluaar masss…. aaahhhh…. uggghhhhh… mas nikmat maaaassss… aaaahhhhh… aku keluar mas, ahhh… Atik memelukku keras dan menancapkan penis sedalam-dalamnya, terasa sekali semburan cairan dalam memek Atik, sekarang kami bergati gaya menjdai doggy style, tampak bokong Atik yg besar dihadapanku.

Toket 34b nya menggelantung begitu saja, langsung saja aku masukan penisku dan aku maju mundurkan tubuhku dari pelan menjadi cepat.

“Ugghh…. ahhhh…. ughhh… ahh… enak mas.. enak mas….trusss masss ugghh… ahh….” desah Atik, Atik mengimbangi goyangkan tubuhku, dan rasanya pertahanan penisku mulai rubuh,
“Miiittt… aku mau keluar,…. ahhh… iya mas, aku juga… kita keluar bareng mas, keluarin didalem aja mas.. aku kb kok…. ugghhh… mass….. lebih dalem lagi mass…. ouhh… ahhh….. ughhh…massss aku mauuu… mauu.. Kluar…. ahhhh…. ughhh… ahhhhh teriak kami bersamaan … ahhhh… ughh… enak mas,” tubuh kami melemas, aku peluk tubuh Atik dari belakang, dan Kami menjatuhkan tubuh kami ke ranjang dengan posisi tetap berpelukan.

Terima kasih tik.

Sudah berjalan hampir 2bulan hubunganku dengan Atik, dan selama 2 bulan itu pula kami sering jalan bareng. Jalan-jalan kami ga monoton hanya sekedar ngamar dan seks saja. Sesekali aku meminta Atik untuk mengajak Sasa jalan-jalan bersama, aku ga ingin Atik berfikir aku mendekatinya hanya untuk sekedar seks saja. Yah, sekarang aku merasa menjadi suami kedua bagi Atik. Terkadang aku masih tak percaya dengan apa yg aku alami, bagaimana Atik bisa secepat itu percaya kepadaku, bagaimana Atik bisa langsung menyerahkan tubuhnya untuku.

Tapi sekarang semuanya benar-benar terjadi, kadang hal yg sulit diterima oleh akal sehat justru terjadi dan menjadi sebuah kenyataan. Sebenarnya aku sudah tau alasan Atik bisa menerimaku secepat itu, karna Atik pernah tak sengaja mengatakannya kepadaku. Suami Atik memang bisa mencukupi segala kebutuhan Atik secara materi, namun jauh dalam lubuk hati Atik tersimpan hasrat untuk diperlakukan layaknya seorang putri raja, dan hal itu yg tdk dia dapatkan dari suaminya. Atik sempat becerita bahwa suami Atik adalah tipe laki2 yg benar2 protektif, dan hanya memandang bahwa kebahagiaan Atik bisa dia berikan melalui materi2 yg senantiasa suami Atik berikan.

“Wanita hanya akan merasa terbeli, ketika seorang pria menganggap materi adalah sumber kebahagiaan wanita”

Hal itu bisa kita terapkan untuk wanita2 yg memang dengan sengaja menjajakan dirinya. Tapi jangan pernah kita terapkan untuk wanita yg menjadi pasangan hidup kita.

Waktu terus berlalu aku dan Atik pun semakin mesra dalam menjalani hari2 kami, minggu depan suami Atik pulang dan libur selama 1bulan. Itu juga berarti aku tdk bisa bertemu dengan Atik selama 1bulan, aku dan Atik memeliki sebuah peraturan yg tdk bisa dilanggar. Karna jika sekali saja aku melanggarnya, berati itu salam perpisahan untuku kepada Atik. Peraturan itu hanya 1 dan simpel,

“aku tdk boleh sms, bbm dan telfon Atik selama ada suami Atik”

Aku sempat bertanya kepada Atik, lantas bagaimana jika aku merindukanmu? Cukup simpan rindumu, karna aku akan membalasnya dengan hal yg tak pernah tergantikan” begitulah jawaban yg aku terima dari Atik.

“tik, bolehkah aku mengajukan sebuah permintaan??”
“Permintaan apa mas??” Jawab Atik penasaran
“Bagaimana kalo sebelum suamimu pulang kita pergi jalan-jalan ke sebuah tempat??”

Atik tampak berpikir sejenak.

“Ehm… iya mas, boleh kok. Tapi nanti kapannya aku kabarin kami yah” jawaban Atik membuat hatiku lega.

Aku memang berniat mengajak Atik ke sebuah wisata alam yg tak jauh dari kotaku, disana ada sebuah villa dengan pemandangan yg sangat bagus. Dan aku yakin Atik pasti sangat menyukainya.

Hari ygg kami tunggu-tunggu pun tiba, Tepat tiga hari sebelum suami Atik pulang, Atik menghubungiku. Ya, hari ini kami akan pergi kesebuah tempat yg memang sudah aku tentukan.

“Mas, aku otw” pesan singkat Atik yg dia kirimkan melalui sms.
“Oke, seperti biasa aku tunggu kamu di mulut gang” jawabku

Setelah hampir 25 menit aku menunggu, tampak mobil Atik dari kejauhan. Atik mengambil sign kiri dan berhenti tepat di depanku, tanpa menunggu komando aku langsung membuka pintu mobil dan masuk kedalam.

“Nunggunya lama ya mas??” tanya Atik kepadaku
“Ga kok, toh kalaupun lama aku ikhlas kok hehehhe” jawabku sambil bercanda.
“Kita mau kemana mas?? Ehmn… nanti didepan km berhenti ya tik, biar aku yg nyetir, km jangan capek-capek hari ini”
“Siap komandan!” Atik menjawab dengan riang.

Hari itu kami ngobrol ngalor ngidul selama dalam perjalanan, sesekali Atik memeluk tangan kiriku dan menyandarkan kepalanya di bahuku. Sebuah pelukan yg syarat akan hangatnya kasih sayang. Aku akui, aku benar2 jatuh hati kepada Atik. Aku rasa Atik pun begitu,aku bisa merasakan dari bagaimana dia memperlakukanku.

Akhirnya kami sampai pada sebuah villa, sebuah villa dengan desain ala rumah kayu eropa. Dengan udara yg masih sangat begitu dingin dan segar. Suasana yg sangat tepat untuk melepaskan cinta diantara kami, hari itu aku merasa akan kehilangan Atik selama 1bulan. Dan aku yakin 1bulan itu akan terasa amat sangat lama dan menyiksaku. Akan banyak pertanyaan yg muncul dalam benaku selama 1bulan itu. Dalam fikiranku pun aku tak kuat untuk menahan sakit dan rindu. Sakit karna aku tau Atik akan melayani suaminya sebagaimana dia melayaniku.

Ah sudahlah, toh hari ini aku bersama Atik. Akan kuperlakukan Atik dengan amat sangat istimewa hari ini.

Aku sudah menyelesaikan urusanku di resepsionis, sekarang aku tinggal menjemput Atik yg sedari tadi menungguku dimobil.

Aku hampiri mobil Atik, aku bukakan pintu mobilnya aku gandeng tangan Atik. Kami berjalan bergandengan penuh dengan canda tawa.

Sekarang kami sudah berada dalam kamar, tampak dari jendela sebuah pemandangan perbukitan yg hijau.

Atik menjatuhkan tubuhnya keatas ranjang, hari itu Atik menggunakan gamis panjang berwarna coklat Mocha, diikuti dengan kerudung berwarna coklat agak sedikit tua. Aku biarkan Atik sejenak berbaring diatas kasur. Aku yakin tubuhnya pasti sedikit lelah setelah menempuh perjalanan selama 1.5jam.

Akupun menyusul Atik berbaring di ranjang, Atik tidur memyamping kearah kanan. Aku peluk tubuh Atik dari belakang. Aku bisikan kata sayang ditelinga Atik, Atik menolehkan wajahnya kearahku. Saat ini kami saling pandang, aku bisa melihat dengan jelas mata indah Atik. Sebuah mata coklat yg membuatku terpikat. Atik hanya tersenyum dengan apa yg aku bisikan.

Sekarang tangan kanan Atik memegang pipiku, tak lama setelah itu kami berciuman dengan penuh kehangatan. Bibir kami saling beradu aku memegang bagian belakang kepala Atik, rambut Atik masih terhalang kerudung coklatnya. Perlahan aku lepaskan peniti yg mengikat kerudung Atik, sekarang kerudung Atik mulai tersingkap. Aku sisipkan tangan kananku kekepala Atik, sementara kami masih berciuman, tanganku sibuk meremas2 kepala dan rambut Atik. Sekarang nafas Atik mulai meninggi, desiran darahnya pun terasa semakin mengencang. Aku belum puas menciumi bibirnya, begitu pula Atik. Seakan ciuman ini adalah ciuman sebulan kedepan yg kami rangkum di hari ini.

Atik semakin mengganas, nafasnya mulai tersengal-sengal. Kini ia mulai mengangkangkan kakinya, tubuhku kuarahkan menyusup diantara sela pahanya. Sekarang ciumanku berpindah ke arah dada Atik. Aku buka satu persatu kancing baju Atik. Sebuah bra warna merah dengan renda2 senada semakin membuatku bergairah. Aku telusuri senti demi senti toket Atik, tampaknya putingnya menruncing keatas. Seakan menantang lidahku untuk memainkannya, tanpa fikir panjang aku arahkan mulutku kearah pentil Atik yg berwarna Coklat muda tersebut. Perlahan aku mainkan ujung lidahku di ujung pentil Atik, desahan2 kecil Atik semakin menambah gairahku untuk mencumbunya.

“Ahhh…. aahhh…. trus jilat pentilnya massss…”

Sesekali kupercepat Jilatanku pada pentil Atik, tubuh Atik trus menggelinjang kanan kiri. Sambil trus mendesah Atik meremas2 kepalaku dengan kedua tanganya. Saat aku sedot pentil Atik, desahan dan cengkraman Atik dikepalaku juga turut semakin kuat.

“Ahhh…. mass… ahhh…..”

Sembari mencium dan menjilati pentil Atik, tanganku yg satunya pun sibuk memilin-milin dan neremas-remas toket Atik, nafas Atik semakin berat, terasa sekali birahinya sedang memuncak. Aku pun tak sabar, segera aku sibakan bagian bawah baju Atik. Atik menggunakan celana dalam warna merah yg juga berenda, sekarang tampak jelas di hadapanku tubuh Atik terbaring di atas kasur. Roknya aku sibakan sebatas pinggul Atik, bagian atas hanya aku sibakan sebatas bahu. Tampak celana dalam dan bh merah Atik yg tampak kontras dengan baju gamis coklatnya.

Sengaja kali ini aku tak menelanjangi tubuh indah Atik. Pemandangan saat ini benar-benar membuat semakin bergairah. Aku turunkan celana dalam Atik sebatas lutut, lalu aku angkat kedua kaki Atik. Tampak memek Atik yg menjembul minta untuk di jilat, aku arahkan wajahku tepat dihadapan memek Atik.

Heemmmm semerbak wangi khas memek wanit, tak kuasa aku menahan nafsu ini. Langsung saja aku jilat memek Atik dengan ganasnya.

“Aaghhh…..” Atik mengerang sekenanya,
“Ughh… ahhh…. ahhhh….”

Kumainkan lidahku pada klitoris Atik yg menjembul keluar, aku jilati semua senti demi senti memek Atik.

“Ahhhh….truuuusss masss aaahhhh…. trusss massss…”

Senang sekali mendengar desahan Atik, puas dengan jilatanku pada memek Atik, sekarang gantian jari tengahku untuk melaksanakan tugasnya. Aku berbaring disebelah Atik, kepalaku tepat didadanya, langsung kuarahkan bibirku kepentil Atik, toket Atik sekarang dalam ciuman bibirku, sementara memek Atik dalam kobelan jari tengahku. Atik hanya mampu mendesah dan mencengkram erat rambutku.

“Ahh…. aaaahhhh…. uggghhh…. truss maasss… aku mau keluar masss ugghh…. mendengar itu aku langsung mempercepat Ciuman dan gerakan jari tengahku, terasa sekali memek Atik mulai menegang, menjepit jari tengahku. Dan dalam hitungan detikpun terasa seeeeeeerrrrrr lahar kenikmati menyirami jari tengahku, Atik mengangkat pantat, memeknya menjepit jari tengahku dengan semakin kuat. Kedua tangan Atikpun membenamkan kepalaku dalam-dalam ke arah toket Atik.

“Ahhhh…. ugghhhhh….. ahhh…. inilah saat-saat yg aku suka, ketika Atik mencapai klimaks, dia selalu memeluk erat. Sebuah pelukan tanda kepuasan.

Tanpa menunggu lama, aku bopong tubuh Atik ke tepian ranjang. Aku pangku Atik, perlahan aku arahkan penisku kedalam memek Atik, aku sibakan bagian bawah baju gamis Atik.

Bleeesssss…. penisku mengisi setiap ruang meqi Atik, eehhmmm…. Atik hanya merem melek menikmatinya. Sekarang Atik tepat dalam pamgkuanku, tampak kedua toketnya yg memaksa keluar dari bh merahnya.
Perlahan tapi pasti aku naik turunkan tubuh Atik. Perlahan tapi pasti pula desahan2 kecil Atik mulai keluar dari bibir mungilnya. Sesekali kami beradu ciuman.

“Ahh… plookk plookk plookk ahh…. plookk plokk plokk ahh….” suara tubuh kami bertabrakan berselingan dengan suara desahan Atik.
“Aahhhh…. ugghhh….. ahh….. aahh…..” ritme desahan Atik semakin cepat seiring semakin cepat pula ritme sodokan penisku di memek Atik.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Nikmatnya Tubuh Si Penjual Sate

“Plookkk plokk plokk plokk plokk ahhhhh….. ahhhh…. ahhh….. truss mass… aauuuhhh…. trusss mass… puasin aku masss…. ahhhh….” Sesekali Atik menengadahkan kepalanya kearah atas, sesekali pula tampak Atik mendesah sambil menggigit bibir bawahnya.
“Ahhh…. ahh…. ugghhh…. maaaassss…. nikmaaat… masss….. Aaaaah……”

Setelah sekitar 10menitan kami bertahan dalam posisi itu, kami sekarang beralih dengan posisi doggy

style, tampak bulatan pantat Atik yg sangat anggun untuk di doggy.

Blessss… kembali kumasukan penisku.

Aku maju mundurkan badanku.

“Ughhhh….” Atik melenguh kenikmatan, “ugghhh… ahhh…. trusss mass… truussss…” sodokanku semakin cepat, “ahhh… ahhh….” desahku lirih mengikuti desahan Atik, terasa sekali memek Atik menjepit penisku, dicengkramnya penisku oleh memek Atik.

Cengkraman yg cukup kuat Untuk memek seorang ibu muda beranak satu.

“Ahhh… ahhhhh… ugghhh…. ahhh…..” hanya desahan Atik yg terdengar sekarang. “Massss… akuuuuuu… akuuuu… mau keluar lagi mass…. sodok memekku lebih dalam lagi masss… biar lebihh nikmat lagi masss… aahhh…. masss… masss… mass….. aaahhhhggghhhhh….” Atik berteriak kencang, ini orgasme nya yg kedua.

Ahhh….. terasa sekali memek Atik memijat penisku dengan kuat, diiringi semburan cairan kenikmatannya.

Tubuh Atik tampak lemas, namun wajahnya menggambarkan kepuasaan tersendiri. Aku tarik tubuh Atik turun dari ranjang, aku bawa Atik kedepan meja rias dengan kaca setinggi tubuh kami. Tubuh Atik aku tunggingkan, Kedua tangan Atik berpegang pada ujung atas meja hias. Sementara dibelakang aku mengarahkan penisku kedalam memek Atik, tampak dihadapan kami sebuah kaca yg mencermikan wajah kami berdua. Wajah Atik tampak menunggu sodokanku, perlahan tapi pasti aku maju mundurkan tubuhku.

“Ahhh… ahhh…” desah Atik pelan. “Ahhh…. ughhh… ahhh…” Atik mendesah sejadinya ketika penisku menusuk memek Atik dengan ganasnya.

Tampak toket Atik berayun maju mundur, selaras dengan gerakan tubuhku.

“Ahhh…. ugghhh…. ahhh…”
“Ahh… ugghh… aahh….”
“Masss… ayok masss, aku mau keluar lagi mas…” kali ini penisku sudah tak kuasa menahan nikmat, aku ajak Atik keluat bareng-bareng.

“Ahhh…. ugghhh… ahhh.. Masss… Mas…. Maaasssss…. Aaaahhhhhuggggghhh….. Nikmaaaatttt massss aahhhh… akuu keluar masss… ahhhh…..”
“Aku juga tik, ahhh….. ugghh….”

Tubuh kami melemas da. Kami bersandar pada meja rias.

*sekian dulu gan cerita ngentot tante ini, semoga kalian semua terhibur..hehehe

author