Cerita Sex : MENGAGUMI KEINDAHAN PAYUDARA

No comment 1784 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita –lisa perlahan lahan melepaskan pakaiannya dekat kolam renang, hanya memakai bikini yang warnanya putih, terlihat juga buah dadanya yang padat, dengan pemasan strecing ringan buah dada lisa bergoyang kenan kekiri, kemudian saat dia menunduk terlihat belahan buah dadanya, selakangannya juga terlihat mulus bersih terawat.Tubuh telanjang gadis 21 tahun tersebut kini menikmati semilir angin. Desir angin terasa membelai lembut dada bulat sempurna, tanpa lupa membelai pantat montoknya yang berisi. Setelah merapikan pakaiannya di tepi kolam, lisa menarik napas panjang dan memasukkan kaki kirinya ke dalam kolam.
Cerita Sex

Dilanjutkan dengan kaki kanannya. Kini ia duduk di tepi kolam. Diambilnya air dengan kedua tangannya dan dipercikkan ke tubuhnya. Butiran air terlihat menuruni lehernya terus ke dadanya yang ranum dan berlanjut menuju perutnya dan berhenti di rambut-rambut halus selangkangannya. Setelah memercikkan air beberapa saat, lisa pun turun ke dalam kolam.

Kolam tersebut ternyata tidak dalam, hanya sebatas puting susunya saja. Lalu ia menggosok tubuhnya dengan air kolam yang jernih. Buah dadanya yang tertekan lengan saat membilas terlihat semakin montok. Tanpa ia sadari sepasang mata memperhatikan kejadian tersebut. Orang misterius itu pun menelan ludah melihat tubuh sempurna yang putih mulus tersebut.

Tak heran, karena lisa sehari-hari memang berprofesi sebagai model. Demikian asyiknya lisa membilas tubuhnya dengan air segar tersebut, dirinya tidak menyadari bahwa orang misterius itu menukar botol air mineralnya dengan botol lain yang sama.

lisa terus menggosok tubuhnya. Sesekali dia menyelam. Akhirnya dia menuju ke bagian yang agak dangkal di kolam itu. Dia duduk di atas batu di dalam kolam tersebut, menikmati kesegaran air kolam tersebut di sekujur tubuhnya.

Buah dadanya yang montok tersembul ke luar permukaan kolam. Pikirannya teringat kejadian beberapa hari sebelumnya. 2 orang teman kampusnya mengajaknya menginap di cottage di sebuah pulau. Pulau tersebut memang tidak berpenghuni. Hanya turis yang sesekali datang ke sana untuk snorkeling. Begitu pula lisa dan teman-temannya yang datang ke sana untuk hal yang sama.Sesampainya di dekat pulau, melihat laut yang begitu jernih, lisa dan rini, temannya, langsung membuka pakaian mereka, menampilkan tubuh indah mereka yang terbalut bikini, memasang mask dan fin dan langsung melompat ke laut.

Tinggal anto, teman pria mereka, dan tukang perahu yang terkejut melihat pemandangan indah tersebut. Puas menikmati keindahan bawah laut, kedua gadis itu pun naik kembali ke perahu dan mengenakan kembali pakaian mereka. Perjalanan ke pulau dilanjutkan kembali.

Dari tukang perahu, mereka mengetahui bahwa pulau tersebut cukup luas dan memiliki hutan di tengah-tengahnya. Setelah menaruh semua barang-barang dan perbekalan di cottage, lisa sengaja memisahkan diri dari teman-temannya dan berjalan ke dalam hutan di pulau tersebut hingga sampailah dia di kolam tersebut. Rasa lengket akibat berenang di laut memaksa lisa membilas tubuhnya di kolam tersebut.

Dengan badan yang tidak lengket lagi, lisa naik ke tepi kolam dan duduk di sana sambil menunggu tubuhnya kering. Tubuh telanjang yang indah tersebut kembali menjadi santapan mata orang misterius tersebut. Dengan mata tak berkedip, rinikmatinya buah dada lisa yang bulat ranum tersebut, turun ke perutnya yang rata, paha lisa yang mulus pun tak luput dari sasaran mata orang misterius tersebut.

lisa menikmati semilir angin mengeringkan tubuhnya, sambil meminum air mineral dari botolnya. Tak lama kemudian lisa merasakan hal yang aneh ditubuhnya. Seluruh tubuhnya terasa lemas. Pandangannya terasa berat.

Tak lama kemudian tubuhnya tergeletak lunglai tak bertenaga. Dia masih merasakan tubuh telanjangnya dibopong dan diletakkan di bahu seorang pria. lisa berusaha memberontak, tapi tenaganya seakan hilang. Tangan nakal pria tersebut meraba-raba pantatnya yang montok sambil membopongnya ke dalam hutan. Setelah itu lisa tak sadarkan diri.

Di cottage, anto dan rini masih membereskan barang-barang dan perbekalan. Setelah selesai membereskan barangnya, anto pamit untuk manto.

“rini, aku manto dulu ya, badan aku lengket nih kena angin laut.”

“Ya udah sana, aku juga masih belum beres nih barang-barangnya. Biasa cewek barangnya banyak,” sahut rini.

anto pun bergegas ke kamar manto. Mungkin karena pulau tersebut tidak berpenghuni, kamar mantonya pun lumayan terbuka. Hanya terdiri dari kayu yang mengelilingi kamar manto, dengan sebuah bak air dan WC.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Klien Langganan Sex

Atapnya terbuka dan tidak memiliki pintu. Sambil manto, pikiran nakal terbersit di kepala anto. “Wah, bisa aku pakai buat ngintip cewek-cewek nanti manto nih.” anto pun tersenyum nakal sambil meneruskan mantonya.

Selesai manto, anto kembali ke cottage dan menemukan hanya rini di sana. lisa belum kembali. Lalu ditanyanya rini. “lisa ke mana ya? Katanya tadi hanya jalan-jalan sebentar di hutan, kenapa dia belum balik ya?”

“Jangan-jangan dia tersesat di hutan, anto” kata rini dengan nada kuatir.

“Ya udah, aku cari lisa, elo manto aja dulu. Nanti elo tunggu aku di sini.” Kata anto bergegas mengambil peralatan dan masuk ke dalam hutan.

rini pun mengangguk dan mengambil pakaian gantinya. Rasa lengket hasil berenang di laut tadi rupanya mengganggu dirinya juga. Dengan bergegas rini menuju kamar manto.

Sesampainya di kamar manto, rini pun melepaskan kaosnya yang langsung memperlihatkan dadanya yang berukuran 36B yang ditutupi bikini coklat. Rok mininya pun dilepas. Setelah menggantung kedua benda tersebut, rini menatap tubuhnya, dia selalu mengagumi ukuran dadanya yang besar itu.

Di luar kamar manto, sesosok tubuh misterius mengendap-endap bersembunyi di balik pohon yang berseberangan dengan pintu kamar manto. Sambil menerka arah angin, rinikmatinya pemandangan indah di dalam kamar manto tersebut.

rini perlahan membuka bikini atasnya, menggantungnya, lalu memperhatikan lagi buah dadanya yang kini tidak ditutupi apa-apa. Puting pink kecoklatan menambah indah buah dada itu. Dijepitnya kedua buah dadanya dengan lengannya yang mengakibatkan semakin terlihat montoknya buah dada tersebut.

Kulit putihnya menambah kemolekan gundukan ranum tersebut. Kemudian dilepasnya bikini bawahnya yang menampilkan selangkangan yang ditutupi rambut yang cukup lebat. rini perlahan membasuh tubuhnya. Mulai dari leher, ke dadanya, cukup lama tangannya bermain di sana. Dilanjutkan ke perut dan selangkangannya, lalu ke pahanya.

Sosok misterius tersebut mengendap-endap mendekati kamar manto dan membakar segumpal dedaunan kering. Tidak ada api besar, tidak ada asap, hanya bau aneh yang keluar dari gumpalan daun tersebut yang terbakar menjadi sekam.

Sosok tersebut segera menjauh dari kamar manto tersebut. Kembali ke balik pohon menikmati tubuh indah rini yang sedang manto. Selangkangannya terasa meronta melihat tubuh indah tersebut tidak ditutupi apa-apa. Terlebih saat rini membungkuk membasuh kakinya yang memperlihatkan pantat indahnya dan belahan kemaluannya dari belakang.

rini yang sedang membasuh tubuhnya mencium bau aneh tersebut. “Ah mungkin hanya bau hutan saja,” pikirnya dan kembali membasuh tubuhnya tanpa memperdulikan bau tersebut. Tak lama kemudian, tubuhnya terasa lemas, kepalanya terasa berat. Tubuh indah tersebut pun jatuh perlahan di kamar manto.

rini masih berusaha bangun dan masih sempat melihat sosok hitam menghampiri tubuhnya. Sosok hitam tersebut tertawa, memaksanya meminum suatu cairan, lalu membopong tubuh rini yang telanjang di bahunya dan membawanya masuk ke dalam hutan.

Perlahan, lisa membuka matanya, tubuhnya masih tidak bertenaga. Dicobanya untuk berbicara, tetapi hanya suara uh uh saja yang keluar dari mulutnya. Dengan makin jernihnya pikirannya, lisa coba mengingat-ingat kejadian sebelum dia tidak sadarkan diri.

Matanya melihat disekeliling langit-langit, ah rupanya dia ada di sebuah rumah gubuk. Disadarinya dirinya berbaring di sebuah dipan kayu. Dilihatnya tubuhnya, astaga, ternyata dia telanjang. Tak ada sehelai benang pun menutupi tubuhnya.

Pikirannya teringat bahwa dia pingsan sebelum dia berpakaian kembali. Siapa pria misterius itu? Pikirannya terus melayang. Dilihatnya ke sebelah kiri. rini! Dilihatnya rini tergeletak di samping tubuhnya. Ya, rini. Tubuh rini telanjang juga, terlentang dan buah dadanya terekspos dengan jelas. rini kelihatannya belum sadar.

lisa menutup matanya erat-erat. Ini tidak mungkin terjadi, aku hanya mimpi. Tapi saat membuka matanya, pemandangan sama yang dihadapinya. lisa pun menangis, menunggu apa yang terjadi. Tak lama kemudian, dilihatnya rini mulai sadar.

rini yang melihat lisa pun sama kagetnya. Menyadari dirinya telanjang dan tidak berdaya, rini hanya bisa mengeluarkan suara uh uh saja. Sama seperti lisa. Mereka hanya berpandangan.

anto yang berjalan di hutan, mencari-cari lisa. Dia berjalan ke sana ke mari. Tak lama dia pun sudah merasa lelah, tenaganya sudah habis untuk perjalanan ke pulau dan mencari lisa. Dia pun beristirahat di bawah pohon besar. Pikirannya kalut. anto menggosok-gosok kepalanya dan tiba-tiba BUK! Bagian belakang kepalanya terasa sakit sekali. Dan dia merasakan ada cairan keluar menuruni lehernya. Darah, lalu semua gelap.

Menjelang malam, gubuk tersebut semakin gelap. lisa dan rini hanya saling berpandangan. Tubuh mereka masih tanpa tenaga. Mata mereka semakin terbiasa dengan kegelapan. Tak lama terlihat cahaya dari luar.

Cahaya tersebut mendekati pintu gubuk tersebut. Mereka berteriak minta tolong hanya dengan uh uh uh saja. Saat pintu dibuka, mata mereka serasa dibutakan oleh cahaya lampu petromak.

Setelah terbiasa dengan cahaya, mereka melihat orang yang membawa lampu petromak tersebut. Astaga, ternyata dia adalah bapak tua tukang perahu yang mengantarkan mereka ke pulau tersebut. Mereka pun berteriak meminta tolong kepadanya. Lalu mereka menyadari bahwa tubuh mereka telanjang. lisa dan rini pun segera diam. Mereka merasa malu tubuh indah mereka terekspos kepada tukang perahu tersebut.

“Sebentar ya, neng,” kata pak tua tersebut. Lalu ia keluar dari gubuk tersebut. Tak lama dia kembali membawa 2 buah petromak. Dia meletakkan satu petromak di ujung atas dipan dan dua di masing-masing ujung lain dipan.

Lalu pak tua mendekati mereka. “Maaf ya, neng-neng. Bapak sudah tua, bapak tidak bisa menahan hasrat bapak melihat neng-neng yang cantik ini. Neng-neng mau kan bantu bapak?”

Kedua gadis itu berusaha menjerit, tapi hanya uh uh saja yang keluar dari mulut mereka. Tubuh mereka tidak bisa digerakkan sama sekali. Pak tua pun mengambil tempat di antara kedua gadis itu.

Pak tua itu pun melihat tubuh lisa, mengamati dari rambut, turun ke matanya, bibirnya, leher. Berhenti sebentar di buah dadanya, melihat bulat dan ranumnya dada lisa yang berukuran 34B itu, pak tua menelan ludah, lalu pandangannya dilanjutkan ke perut lisa yang rata dan berhenti lagi di selangkangan.

Pak tua menggeser paha lisa sehingga tampaklah kemaluan lisa. lisa merasa malu sekali tubuhnya diperiksa oleh pak tua tersebut. Puas mengamati kemaluan lisa yang berwarna pink itu, pak tua mengelus paha dalam lisa dengan tangan kirinya. “Halusnya, tubuh neng paling bagus. Nanti bapak pasti bikin neng puas.”

Pandangan pak tua berganti ke rini. Sambil masih terus mengelus paha dalam lisa, dia mengamati rini. Wajah cantik rini diperhatikan dengan benar-benar. Mata rini yang indah dan lehernya yang jenjang tidak lepas dari pengamatannya.

rini merasa jijik dengan pandangan pak tua tersebut. Pandangan pak tua pun berlanjut ke dada rini yang berukuran 36B. Dengan penasaran diraihnya buah dada kanan rini dan dipijat-pijatnya dengan lembut. Sambil terkadang dimainkan putingnya. Tangan kirinya masih terus mengelus paha dalam lisa. Terkadang kemaluan lisa pun tersentuh tangannya.

“Wah neng susunya besar sekali ya,” kata pak tua. Puas bermain dengan buah dada rini, pak tua kembali memperhatikan tubuh rini, perut, selangkangan. Pak tua menghentikan elusannya di paha lisa dan menggeser paha rini agar dia lebih leluasa melihat kemaluan rini.

Pak tua pun mendekatkan wajahnya ke kemaluan rini dan menghirup baunya. “Wah wangi sekali neng,” kata pak tua seantoa sambil tersenyum. Rupanya pak tua menggeser paha rini cukup jauh sehingga vaginanya merekah dan menunjukkan isinya yang berwarna merah muda.

Pak tua mengelus paha dalam lisa dan rini yang menimbulkan rangsangan kepada kedua gadis itu. Terkadang disentuhnya kemaluan mereka. Ada perasaan seperti aliran listrik setiap kali tangan pak tua menyentuh kemaluan mereka. “Neng-neng gadis kota memang putih-putih, mulus. Bapak benar-benar beruntung kali ini.”

Pak tua membuka pakaiannya sehingga sekarang dia telanjang bulat di depan kedua gadis itu. Pak tua mendekati rini dan mengulum bibirnya. Sementara tangannya bermain-main dengan buah dada lisa dan rini. Pak tua tak puas, dia berpindah mengulum bibir lisa. Bergantian dikulumnya bibir rini dan lisa.

Lalu dia berpindah ke tubuh lisa. Diremasnya buah dada lisa dan dikulumnya puting susu lisa bergantian. Kadang dijilatnya. lisa dapat merasakan kemaluan pak tua yang sudah tegak menggesek pahanya.

lisa pun lama kelamaan mulai menikmati apa yang dilakukan pak tua. Jilatan dan kuluman pak tua di putingnya meninggikan nafsunya. Nafasnya mulai tak teratur. Apalagi remasan pak tua yang beritme di buah dadanya semakin membuat pikirannya gelap. Pak tua mulai menjilati buah dada lisa yang membuat lisa semakin tinggi nafsunya.

Jilatannya kini diarahkan ke perut lisa yang membuat lisa kegelian dan tidak kuat menahan kenikmatan yang diterima tubuhnya. Jilatan demi jilatan membuat mata lisa gelap. Pak tua pun turun dan mulai menjilati kemaluan lisa. Bibir kemaluannya dibuka dengan menggunakan jari oleh pak tua dan mulailah dia menjilati vagina lisa.

Lidahnya diputar-putar di klitorisnya. lisa merasa kemaluannya mulai basah akibat rangsangan tersebut. Dan tiba-tiba lisa merasa tubuhnya mau meledak dan lisa mendapatkan orgasme.

Pak tua seakan ingin lisa menikmati orgasme yang diberikannya, kini dia berganti ke rini. rini yang merasa takut melihat apa yang dilakukan pak tua kepada lisa menutup matanya. Pak tua kembali mengulum bibir rini, memainkan lidahnya di dalam mulut rini, sambil meremas-remas buah dada rini yang besar.

Dipilin-pilinnya puting susu rini sambil tangan satunya mengelus perut rini. rini pun merasa seakan tubuhnya menikmati apa yang dilakukan pak tua. Tangan pak tua masih bermain dengan putingnya dan mulut pak tua masih mengulum bibirnya saat disadarinya tangan pak tua yang satu lagi bermain di daerah kewanitaannya.

Diputar dan dipijatnya klitoris rini. Getaran demi getaran nafsu mengalir ke kepala rini. Kenikmatan dari permainan tangan pak tua di putingnya dan di klitorisnya membuat rini tidak bisa berpikir jernih lagi.

Pak tua berhenti sebentar, merasakan kemaluan rini sudah basah, dia pun turun dan mulai menjilati kemaluan rini, sambil sesekali menusuk-nusuk kemaluan rini. rini yang sudah tidak kuat lagi, hampir mendapatkan orgasme.

Tiba-tiba pak tua menempelkan bibirnya di bibir kemaluan rini dan menyedot kuat-kuat. rini semakin mendekati orgasme. Pak tua terus menjilati klitoris rini dan memainkan jarinya di dalam vagina rini. Tak lama kemudian pun rini mendapatkan orgasmenya.

Pak tua berhenti sebentar. Duduk di ujung dipan dengan kemaluannya yang tegak berdiri. Dipuaskan dirinya melihat 2 orang gadis cantik yang sedang bergetar karena orgasme.

“Wah neng, barang bapak masih kurang keras. Neng-neng bantu kerasin ya?” Kata pak tua seantoa mendekati wajah lisa dan rini. Diambilnya tangan lisa dan rini dan digosokkan tangan mereka di atas kemaluannya. Pak tua pun melenguh menahan kenikmatan gosokan tangan lisa dan rini.

Pak tua pun mendekatkan kemaluannya ke wajah rini, membuka mulut rini dan memasukkan kemaluan ke mulut rini. rini merasakan kemaluan pak tua yang berlendir menggesek bagian dalam mulutnya. rini yang tidak bisa apa-apa hanya bisa pasrah.

Setelah puas menggesekkan kemaluannya di dalam mulut rini, pak tua mencabut kemaluannya dan membuka mulut lisa dan memasukkan kemaluannya ke dalam mulut lisa. Digesekkan kemaluannya di lidah lisa. Kadang pak tua terlalu dalam memasukkan sehingga lisa hampir saja muntah. lisa pun juga hanya bisa pasrah. Baginya kemaluan pak tua mengeluarkan bau aneh, menjijikkan bagi lisa.

Setelah puas, pak tua mencabut kemaluannya dari mulut lisa dan beralih. Dia menduduki rini dan meletakkan kemaluannya yang sudah keras dan tegak di antara buah dada rini. Buah dada rini ditekannya sehingga sekarang buah dada rini yang besar menjepit kemaluannya. Digesekkannya buah dada rini di kemaluannya, kadang kemaluannya yang digesekkan ke buah dada rini. rini merasa susah bernapas karena diduduki.

Tak lama kemudian, pak tua semakin mempercepat goyangannya dan crttt, kemaluan pak tua memuntahkan isinya. Sebagian terkena wajah rini, sebagian berceceran di dada rini. Pak tua, mengarahkan kemaluannya ke lisa dan crttt crttt kemaluan pak tua memuntahkan sisa isinya ke tubuh lisa. rini dan lisa pun merasa jijik dengan cairan pak tua yang berada di atas tubuh mereka.

Pak tua kemudian keluar dari gubuk dan tak lama kembali dan menutup pintu gubuk tersebut. “Tenang aja neng. Obat yang bapak kasih baru habis pengaruhnya sekitar 5 jam lagi. Kita masih bisa bermain selama itu.”

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Perawan Adik Ipar

Pak tua kembali mendekatkan wajahnya ke vagina lisa dan mulai menjilati di sana. Kali ini dia menghisap jarinya, membasahi dengan ludah dan mulai menusuk-nusuk vagina lisa. lisa yang merasa kegelian, merasa gairahnya kembali bangkit meskipun bercampur dengan rasa jijiknya.

Lalu pak tua menjilati vagina rini sambil terus memainkan jarinya di vagina lisa. rini pun kembali naik gairahnya. Lama juga pak tua berganti-ganti menjilati dan memainkan jarinya di kemaluan lisa dan rini. Kemaluan kedua gadis itu sudah basah sekali. Pak tua berhenti dan memperlihatkan kemaluannya yg sudah tegak berdiri lagi.

“Yang mana ya yang akan bapak masukkan duluan?”

“Yang neng ini masih rapat, bapak suka sekali” seantoa mengusap kemaluan lisa.

“Kalau neng yang ini lebat sekali rambutnya, bikin bapak makin nafsu” seantoa mengusap rambut kemaluan rini.

“Kalau gitu, bapak ganti-gantian saja, bapak cobain 2-2nya sekaligus,” kata pak tua.

Diangkatnya rini dan diletakkan di atas lisa. Dibukanya kaki kedua gadis itu sehingga kini vagina lisa dan rini bertumpuk dan terbuka lebar. Lelehan air liur pak tua bercampur dengan cairan kenikmatan kedua gadis itu menetes dari pinggir vagina mereka. Di bawah pantat lisa, pak tua menyelipkan sesuatu agar posisi vagina lisa dan rini lebih terangkat ke atas dan memudahkan pak tua memasukinya.

Pak tua pun mengambil posisi di depan vagina lisa. lisa dan rini meskipun terangsang, tapi mereka masih menyadari apa yang pak tua ini hendak lakukan. Mereka hanya bisa berteriak uh-uh-uh. Pak tua menyeringai puas dan memegang kemaluannya, meludahinya agar licin dan siap memasuki vagina lisa.

Tiba-tiba BRAKK! Tiba-tiba muncul sesosok tubuh di depan pintu gubuk yang langsung menyerang pak tua dengan batangan kayu besar. Pak tua yang tidak siap langsung roboh terkena pukulan batangan kayu besar di kepalanya.

Sosok itu pun tidak mengenal kasihan, kakinya langsung menginjak kemaluan pak tua yang sedang tegak-tegaknya dan terdengar suara KRAK! Dilanjutkan dengan teriakan pak tua memegang selangkangannya sambil mengeluarkan busa dari mulutnya.

Ternyata sosok tubuh itu adalah anto. “Dasar orang tua bangsat, ga tau malu!” Lalu diludahinya pak tua yang sudah tak sadarkan diri di lantai gubuk itu. Lalu dialihkannya pandangannya ke dipan. Kaget dilihatnya kedua gadis temannya berada dalam posisi memamerkan kemaluan mereka.

Sesaat anto merasa nafsu muncul dari dalam dirinya. Bagaimanapun yang ada di hadapannya adalah 2 orang gadis cantik yang tidak mengenakan pakaian dan memamerkan bagian kewanitaannya.

Pikiran itu dibuangnya dan dia membantu memindahkan tubuh rini dari atas lisa. Dia pun keluar, mencari sesuatu untuk menutupi tubuh kedua gadis itu. Tak lama di bagian belakang gubuk, anto menemukan 2 buah kain sarung yang sudah lusuh dan tali rafia.

Diambilnya dan ditutupinya tubuh telanjang kedua gadis itu. Dia pun mengikat tubuh pak tua di pohon di dekat gubuk tanpa sehelai benang pun. Kekesalannya pada pak tua masih berkobar, saat pak tua sedikit sadar, tanpa ragu-ragu anto memberi bogem mentah di rusuk pak tua. Mulut pak tua pun kembali berbusa dan tak sadarkan diri lagi.

Saat pengaruh obat itu sudah hilang, kedua gadis itu merasakan tenaga mereka pulih. Mereka bisa menggerakkan tubuh mereka lagi. Dengan tubuh hanya dibungkus sarung lusuh, mereka tertatih-tatih keluar dari gubuk dan menemukan anto dan pak tua yang terikat di pohon. Pak tua sudah sadar dan masih sulit berbicara. Maklum anto sempat menghabiskan waktu menunggu kedua gadis itu belum pulih dengan membogemi pak tua.

“Kalian lebih baik membersihkan tubuh dulu, di sana ada sungai kecil, airnya lumayan bersih. Biar aku yg di sini menjaga pak tua ini,” kata anto sambil menunjuk ke arah timur. Sebelum kedua gadis itu pergi ke sungai, mereka sempat meludahi dulu wajah pak tua.

Kedua gadis itu membersihkan diri di sungai. lisa berkata, “Untung ada si anto datang di saat yang tepat. Kalau nggak bisa bahaya, kehormatan kita bisa diambil sama pak tua bangsat itu.”

“Iya, meskipun kita udah ga perawan lagi,” kata rini sambil tertawa. Perlahan dia memegang kemaluannya, terbayang kejadian semalam.

lisa dan rini pun menggosok tubuh masing-masing. Membersihkan sisa-sisa pak tua di tubuh mereka. Terkadang lisa dengan iseng memilin puting rini dan rini membalasnya dengan meremas buah dada lisa.

Andaikan anto bisa melihat kedua gadis ini manto, pastilah nafsunya meningkat seketika. 2 tubuh putih ranum yang indah. Masing-masing dengan buah dada bulat dan lekukan tubuh yang sempurna.

Selesai manto, mereka kembali membungkus tubuh mereka dengan sarung lusuh yang sudah tipis itu. Bersamaan dengan sampainya mereka di gubuk tersebut, matahari pun sudah mulai terbit, sehingga anto yang berada di depan mereka dapat melihat siluet tubuh indah kedua temannya yang ditutupi sarung.

Pak tua yang sudah sadar, tertawa meringis ketika melihat kedua gadis yang hendak diperkosanya semalam. Amarah kedua gadis ini langsung naik ke ubun-ubun dan rini tanpa permisi langsung memberikan uppercut di dagu pak tua, disambung dengan lisa yang menghajar hidung pak tua hingga patah. Pukulan bertubi-tubi dihujamkan kepada tubuh ringkih pak tua oleh kedua gadis itu.

Setelah puas, mereka mengajak anto kembali ke cottage tanpa melepaskan pak tua dari ikatan di pohon. “Sebentar, aku masih kesel sama orang tua ga tau diri ini,” kata lisa yang langsung menghampiri pak tua dan menendang kemaluan pak tua.

Mungkin karena luka semalam belum sembuh benar, pak tua kembali pingsan dan mulutnya mengeluarkan busa lagi. anto langsung menghampiri dan memeriksa pak tua. “Belum mati, untung saja,” bisiknya lega.

Di cottage, lisa dan rini langsung mengganti sarung lusuh itu dengan pakaian mereka. Kali ini lisa memakai baju bali yang cukup longgar dan hotpants, sedangkan rini memakai baju kaos ketat berwarna kuning dan hotpants. Buah dadanya semakin terlihat besar dan putingnya tercetak di kaos tersebut, karena dia memakai bra yang tipis.

“Bagaimana kita pulang, anto? Tukang perahu sudah tidak ada lagi, sedangkan perbekalan kita hanya cukup untuk seminggu,” kata rini.

“Tenang, setiap 4 hari sekali ada orang yang datang ke pulau ini untuk membersihkan cottage ini. Kita bisa minta pertolongannya nanti. Kalau tidak salah, orang itu akan datang 2 hari lagi. Lebih baik kalian makan dahulu, daripada kalian sakit.”

Kedua gadis itu menurut, lisa beranjak dari meja dan mengambil bekal makanan mereka.

“Ini anto,” kata lisa seantoa memberikan makanan sambil menunduk. anto dengan jelas bisa melihat buah dada gadis itu terpampang jelas, karena baju bali yang longgar. Kemaluan anto langsung mengeras. Apalagi dengan posisi menunduk, buah dada lisa menggantung dan terlihat lebih besar. Dilihatnya rini sedang menikmati makanan, puting susunya yang tercetak di kaosnya menambah keras kemaluan anto.

Sorenya, saat kedua gadis itu berjalan-jalan di luar cottage, anto melamun. Lamunannya melayang-layang dan akhirnya dia mengingat tubuh kedua gadis itu. Posisi tubuh mereka saat dia menemukan mereka di gubuk itu, siluet tubuh mereka yang terbungkus sarung, buah dada lisa dan puting susu rini yang tercetak jelas. Kelamaan kemaluan anto makin keras.

“Daripada pusing, lebih baik aku salurin aja,” kata anto menuju kamar manto. Dilihatnya sekeliling, tidak tampak kedua gadis itu. Perlahan diturunkan celananya dan anto mulai memuaskan diri sendiri sambil membayangkan kedua gadis itu.

“Nah ya, lagi apa lo!” Tiba-tiba terdengar kedua gadis itu berteriak. anto yang masih memegang kemaluannya yang tegak kaget dan salah tingkah.

“Sini anto, daripada elo sendirian, mending kita bantu. Sebagai tanda terima kasih kita juga,” kata rini sambil langsung memegang kemaluan anto dan memasukkan ke mulutnya. lisa menarik tangan anto dan meletakkannya di buah dadanya sambil mencium bibirnya. anto langsung menikmati hal tersebut. Dikulumnya bibir lisa dan dimainkan lidahnya di dalam mulut lisa. Tangannya terus bergerilya di dada lisa. rini langsung mengulum kemaluan anto.

author