Cerita Sex : Ngentot Menantu Perempuan

No comment 2816 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita seks –  Johan 56 tahun, dengan perutnya gendut yg kebanyakan minum bir, kepalanya mulai botak dan sudah menduda selama 10 tahun. Setelah rumahnya dijual untuk membayar hutang judinya, dia terpaksa datang dan menginap di rumah putranya yg berumur 28 beserta menantu perempuannya. Sekarang dia harus menghabiskan waktunya dengan pasangan muda tersebut sampai dia dapat menemukan sebuah rumah kontrakan untuknya.

Diketuknya pintu depan dan devi , menantu perempuannya yg berumur 24 tahun, muncul memakai celana pendek putih dan kemeja biru dengan hanya tiga kancing atasnya yg terpasang, memperlihatkan perutnya yg rata. Rambutnya yg berombak tergerai sampai bahunya dan mata indahnya terbelalak menatapnya.

“Papi, aku pikir papi baru datang besok, mari masuk”, katanya sambil berbalik memberi Johan sebuah pemandangan yg indah dari pantatnya.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Audisi Si Gadis Mungil

Dengan tingginya yg 175 itu, dia terlihat sangat cantik. Dia mempunyai figur yg sempurna yg membuat lelaki manapun akan bersedia mati untuk dapat bercinta dengannya.

“Rudy  masih di kantor, sebentar lagi pasti pulang.”
“Kupikir aku hanya nggak mau ketinggalan bus”, kata Johan sambil duduk.
“Nggak apa-apa”, jawab devi , membungkuk ke depan untuk mengambil sebuah mug di atas meja kopi.

Dengan hanya tiga kancing yg terpasang, itu memberi Johan sebuah pemandangan yg bagus akan payudaranya, kelihatan sempurna. Memperhatikan hal tersebut menjadikan Johan ereksi dengan cepat, dan dia harus lebih berhati-hati untuk menyembunyikan reaksi tubuhnnya. devi  duduk di sofa di depan Johan dan menyilangkan kakinya, memperlihatkan pahanya yg indah. Posisi duduknya yg demikian membuat pusarnya terlihat jelas ketika dia mulai bertanya pada Johan tentang perjalanannya dan bagaimana keadaannya.

“Perjalanan yg melelahkan”, Johan menjawab sambil matanya menjelajahi dari kepala hingga kaki pada keindahan yg sedang duduk di depannya.

Sudah lebih dari 5 tahun sejak Johan berhubungan seks untuk terakhir kalinya. Setelah isterinya meninggal, Johan sering mencari wanita panggilan. Tetapi hal itu semakin membuat hutangnya menumpuk, dan dia tidak mampu lagi untuk membayarnya. devi  menyadari kalau kemejanya memperlihatkan beberapa bagian tubuhnya pada mertuanya, maka dia dengan cepat segera membetulkan kancing kemejanya.

“Aku harus ke atas, mandi dan segera menyiapkan makan malam. Anggap saja rumah sendiri”, katanya sambil berjalan naik ke tangga.

Mata Johan mengikuti pantat kencangnya yg bergoyg saat berjalan di atas tangga dan dia tahu bahwa dia memerlukan beberapa ‘format pelepasan’ dengan segera. Kemudian telepon berbunyi. Johan mengangkatnya.

“Halo”
“Hallo, ini papi ya?”, itu Rudy .
“Ya Jo”, jawab Hans.
“Pi, aku khawatir harus meninggalkan papi untuk urusan bisnis dan mungkin nggak akan kembali sampai Senin. Ada keadaan darurat. Maafkan aku soal, ini tapi papi bisa kan bilang ini ke devi , aku harus mengejar pesawat sekarang. Maafkan aku tapi aku akan telepon lagi nanti”. Mereka mengucapkan selamat jalan lalu menutup teleponnya.

Johan memutuskan untuk menaruh koper-kopernya. Dia berjalan ke atas, melewati kamar tidur utama, terdengar suara orang yg sedang mandi. Johan menaruh koper-kopernya dan pelan-pelan membuka pintu kamar tidur itu lalu menyelinap masuk. Ada sepasang celana jeans berwarna biru di atas tempat tidur, dan sebuah atasan katun berwarna putih. Johan mengambil atasan itu dan menemukan sebuah pakaian dalam wanita dibawahnya. Ini sudah cukup. Diambilnya celana dalam itu, membuka resliting celananya, dan mulai menggosok kemaluannya dengan itu.

Jantungnya berdebar mengetahui menantu perempuannya sedang berada di kamar mandi di sebelahnya selagi dia sedang memakai celana dalamnya untuk ‘format pelepasan’ dirinya. Dipercepatnya gerakannya sambil mencoba membaygkan seperti apa devi  saat di atas tempat tidur, dan bagaimana rasanya mendapatkan devi  bergerak naik turun pada k0ntolnya.

Johan hampir dekat dengan klimaksnya ketika dia mendengar suara dari kamar mandi berhenti. Dengan cepat Johan menaruh pakaian itu ke tempatnya semula dan keluar dari kamar itu. Dia menutup pintunya, tapi masih membiarkannya sedikit terbuka. Baru saja dia keluar, devi  muncul dari kamar mandi dengan sebuah handuk yg membungkus tubuhnya. Johan bisa langsung orgasme hanya dengan melihatnya dalam balutan handuk itu, lalu dia tahu dia akan mendapatkan yg lebih baik lagi.

devi  melepas handuknya, membiarkannya jatuh ke lantai, tidak mengetahui kalau mertuanya yg terangsang sedang mengintip tiap geraknya. Dia mendekat ke pintu, saat dia pertama kali melihatnya Johan memperoleh sebuah pemandangan yg sempurna dari pantat yg sangat indah itu.

Kemudian devi  memutar tubuhnya yg semakin mempertunjukkan keindahannya. Memeknya terlihat cantik sekali dihiasi sedikit rambut dan payudaranya kencang dan sempurna, seperti yg dibaygkan Hans. Dia mulai mengeringkan rambutnya yg basah dengan handuk, membuat payudaranya sedikit tergoncang dari sisi ke sisi. Johan menurunkan salah satu kopernya dan menggunakan tangannya untuk mulai mengocok k0ntolnya lagi. devi  yg selesai mengeringkan rambutnya, mengambil celana dalamnya dan membungkuk ke depan untuk memakainya.

Saat melakukannya, Johan mendapatkan sebuah pemandangan yg jauh lebih baik dari pantatnya, dan dia tidak lagi mampu mengendalikan dirinya, dia bisa langsung masuk ke dalam sana dan menyetubuhinya dari belakang. Lubang anusnya yg berwarna merah muda terlihat sangat mengundang ketika pikiran Johan membaygkan apa devi  mengijinkan putranya memasukkan k0ntolnya ke dalam lubang itu.

Ketika dia membungkuk untuk memakai jeansnya, gravitasi mulai berpengaruh pada payudaranya. Penglihatan ini mengirim Johan ke garis akhir, saat dia menembakkan spermanya ke seluruh celana dalamnya. Pelan-pelan Johan mengemasi baarang-barangnya dan dengan cepat memasuki kamarnya sendiri untuk berganti pakaian.

Sesudah makan malam, mereka berdua pergi ke ruang keluarga untuk bersantai.

“Kenapa tidak kita buka sebotol wine. Aku menyimpannya untuk malam ini buat Rudy  tapi karena sekarang dia tidak pulang sampai hari Senin, kita bisa membukanya”, kata devi  sambil berjalan ke lemari es.

“Ide yg bagus”, jawab Johan memperhatikan devi  membungkuk ke depan untuk mengambil botol wine.

Ketika devi  mengambil gelas di atas rak, atasan putihnya tersingkap ke atas, memberi sebuah pandangan yg bagus dari tubuhnya. Atasannya menjadikan payudaranya terlihat lebih besar dan jeansnya menjadi sangat ketat, memperlihatkan lekukan tubuhnya. Johan tidak bisa menahannya lagi. Dia harus bisa mendapatkannya. Sebuah rencana mulai tersusun dalam otak mesumnya.

Dua jam berbicara dan mulai mabuk saat alkohol mulai menunjukkan efeknya pada devi . Dengan cepat topik pembicaraan mengarah pada pekerjaan dan bagaimana devi  sedang mengalami stress belakangan ini.

“Kenapa kamu tidak mendekat kemari dan aku akan memijatmu”, tawar Hans. devi  dengan malas berkata ya dan pelan-pelan mendekat pada Johan dan berbalik pada punggungnya lalu tangan Johan mulai bekerja pada bahunya.

“Oohh, ini sudah terasa agak baikan”, dia merintih.

Johan tetap memijat bahunya ketika perasaan mendapatkan devi  mulai mengaliri tubuhnya, membuat k0ntolnya mengeras. Mata devi  kini terpejam saat dia benar-benar mulai menikmati apa yg sedang dilakukan Johan pada bahunya. Pantatnya kini berada di atas k0ntol Johanmembuat Johan ereksi penuh.

“Oohh, aku tidak bisa percaya bagaimana leganya perasaan ini, papi sungguh baik”.
“Ini keahlianku”, jawab Johan saat dia pelan-pelan mulai menggosokkan k0ntolnya ke pantat devi .

devi  menyadari apa yg sedang terjadi. Dia tidak menghiraukan apa yg Johan lakukan dengan pijatannya yg mulai ‘salah’ itu. Dia sangat mencintai suaminya dan tidak pernah akan mengkhianati dia. Dan baygan tidur dengan mertuanya sangat menjijikkannya. Dia meletakkan kedua tangannya pada kaki Johan saat mencoba untuk melepaskan dirinya dari k0ntol Hans.

Tapi dengan gerakan malasnya, hanya menyebabkannya menggerakkan pantatnya naik turun selagi dia menggunakan tangannya untuk menggosok paha Hans. Tahu-tahu dia merasa sangat bergairah, dan dia ingin Rudy  ada di sini agar dia bisa segera bercinta dengannya. Johan tahu dia telah mendapatkannya.

“Ini mulai terasa nggak nyaman untuk aku, kenapa kita tidak pergi saja ke atas”, ajak Johan .
“Baiklah, aku belum merasa lega benar, tapi sebentar saja ya, sebab aku nggak mau membuat papi lelah”.

Ketika mereka memasuki kamar tidur, Johan menyuruhnya untuk membuka atasannya agar dia bisa menggosokkan lotion ke punggungnya. Dia setuju melepasnya dan dia memperlihatkan bra putihnya yg menahan payudaranya yg sekal. Gairahnya terlihat dengan puting susunya yg mengeras yg dengan jelas terlihat dari bahan bra itu. Apa yg devi  kenakan sekarang hanya bra dan jeans ketatnya, yg hampir tidak muat di pinggangnya. devi  rebah pada perutnya ketika Johan menempatkan dirinya di atas pantatnya.

“Begini jadi lebih mudah untukku”, kata Johan saat dia dengan cepat melepaskan kemejanya dan mulai untuk menggosok pinggang dan punggung devi  bagian bawah.

Alkohol telah berefek penuh pada devi  ketika dia memejamkan matanya dan mulai jatuh tertidur.

“Oohh Rudy ”, dia mulai merintih.

Johan tidak bisa mempercayainya. Di sinilah dia, setelah 5 tahun tanpa seks, di atas tubuh menantu perempuannya yg cantik dan masih muda dan yg dipikirnya dia adalah suaminya. Pelan-pelan dilepasnya celananya sendiri, dan membalikkan tubuh devi . Johan pelan-pelan mencium perutnya yg rata saat dia mulai melepaskan jeans devi  dengan perlahan. Memek devi  kini mulai basah saat dia bermimpi Rudy  menciumi tubuhnya.

Dengan hati-hati Johan melepas jeansnya dan mulai menjalankan ciumannya ke atas pahanya. Ketika dia mencapai celana dalam yg menutupi memeknya, dia menghirup bau harumnya, dan kemudian sedikit menarik ke samping kain celana dalam yg kecil itu dan mencium bibir memek merah mudanya. Memeknya lebih basah dari apa yg pernah Johan baygkan. devi  menggerakkan salah satu tangannya untuk membelai payudaranya sendiri, sedang tangan yg lainnya membelai rambut Johan .

“Oohh Rudy ”, dia merintih ketika sekarang Johan menggunakan lidahnya untuk menyelidiki memeknya.

K0ntolnya akan meledak saat dia mulai menjalankan ciumnya ke atas tubuhnya.

“Jangan berhenti”, bisik devi .

Dia sekarang menggerakkan k0ntolnya naik turun di gundukannya, merangsangnya. Hanya celana dalam putih kecil yg menghalanginya memasuki memeknya. Johan lebih melebarkan paha devi , dan kemudian mendorong celana dalam itu ke samping saat dia menempatkan ujung k0ntolnya pada pintu masuknya. Pelan-pelan, di dorongnya masuk sedikit demi sedikit ketika devi  kembali mengeluarkan sebuah rintihan lembut. Sudah sekian lama dia menantikan sebuah persetubuhan yg panas, dan sekarang dia sedang dalam perjalanan ‘memasuki’ menantu perempuannya yg cantik.

Dia menciumi lehernya saat menusukkan k0ntolnya keluar masuk. Dia mulai meningkatkan kecepatannya, saat dia melepaskan branya. Johan mencengkeram kedua payudara itu dan menghisap puting susunya seperti bayi. Perasaan ini tiba-tiba membawa devi  kembali pada kenyataan saat dia membuka matanya. Dia tidak bisa percaya apa yg dia lihat. Mertuanya sedang berada di atas tubuhnya, mendorong keluar masuk ke memeknya dengan gerakan yg mantap, dan yg paling buruk dari semua itu, dia membiarkannya terjadi begitu saja.

Johan melihat matanya terbuka, maka dia memegang kaki devi  dan meletakkannya di atas bahunya dengan jari kakinya yg menunjuk lurus ke atas. Kini dia menyetubuhinya untuk segala miliknya yg berharga.

“Oh tidak… hentikan… oh… Tuhan… kita nggak boleh… tolong.. ooohhh”, devi  berteriak.

Payudaranya terguncang seperti sebuah gempa bumi ketika Johan menyetubuhinya layakanya seekor binatang.

“Hentikan pi… ini nggak benar… oohh Tuhan”, devi  berteriak dengan pasrah. Johan melambat, dia menunduk untuk mencium bibir devi .

Lutut devi  kini berada di sebelah kepalanya sendiri saat dia menemukan dirinya malah membalas ciuman Hans. Sesuatu telah mengambil alihnya. Lidah mereka kini mengembara di dalam mulut masing-masing ketika mereka saling memeluk dengan erat. Johan menambah lagi kecepatannya dan keluar masuk lebih cepat dari sebelumnya, devi  semakin menekan punggungnya. Johan berguling dan devi  kini berada di atas, ‘menunggangi’ k0ntol Johan .

“Oh Tuhan, papi merobekku”, kata devi  ketika dia meningkat gerakannya.
“Kamu sangat rapat, aku bertaruh Rudy  pasti kesulitan mengerjai kamu”, jawabnya.

Ini adalah memek yg paling rapat yg pernah Johan ‘kerjai’ setelah dia mengambil keperawanan isterinya. Dia meraih ke atas dan memegang payudaranya, meremasnya bersamaan lalu menghisap puting susunya lagi.

“Tolong jangan keluar di dalam… oohh… papi nggak boleh keluar di dalam”.

devi  kini menghempaskan Johan jadi gila. Mereka terus seperti ini sampai Johan merasa dia akan orgasme. Dia mulai menggosok beberapa cairan di lubang pantat devi . Dia kemudian menyuruh devi  untuk berdiri pada lututnya saat dia bergerak ke belakangnya, dengan k0ntolnya mengarah pada lubang pantatnya.

“Nggak, punya papi terlalu besar, aku belum pernah melakukan ini, Tolong pi jangan”, devi  menghiba berusaha untuk lolos.

Tetapi itu tidak cukup untuk Hans. Sambil memegangi pinggulnya, dengan satu dorongan besar dia melesakkan semuanya ke dalam pantat devi .

“Oohh Tuhan”, devi  menjerit, dia mencengkeram ujung tempat tidur dengan kedua tangannya.

Johan mencabut pelan-pelan dan kemudian mendorong lagi dengan cepat. Payudaranya tergantung bebas, tergguncang ketika Johan mengayun dengan irama mantap.

“Oohh papi bangsat”.
“Aku tahu kamu suka ini”, jawab Johandia mempercepat gerakannya.

devi  tidak bisa percaya dia sedang menikmati sedang ‘dikerjai’ pantatnya oleh mertuanya.

“Lebih keras”, devi  berteriak, Johan memegang payudaranya dan mulai menyetubuhinya sekeras yg dia mampu. Ditariknya bahu devi  ke atas mendekat dengannya dan menghisapi lehernya.

“Aku akan keluar”, teriak Hans.
“Tunggu aku “, jawabnya.

Johan menggunakan salah satu tangannya untuk menggosok memeknya, dan kemudian dia memasukkan 2 jari dan mulai mengerjai memeknya. devi  menjerit dengan perasaan nikmat sekarang saat dalam waktu yg bersamaan telepon berbunyi. devi  menjatuhkan kepalanya ke bantal ketika Johan mengangkat telepon, dengan satu tangan masih menggosok memeknya.

“Halo… Rudy … ya dia menyambutku dengan sangat baik… ya aku akan memanggilnya, tunggu”, katanya saat dia menutup gagang telpon supaya Rudy  tidak bisa dengar suara jeritan orgasme istrinya.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: BELAJAR NGENTOT

Dia bisa merasakan jarinya dilumuri cairan devi . Dengan satu dorongan terakhir dia mulai menembakkan benihnya di dalam pantat devi . Semprotan demi semprotan menembak di dalam pantat rapat devi . Mereka berdua roboh ke tempat tidur, Johan di atas punggung devi . K0ntolnya masih di dalam, satu tangan masih menggosok pelan memek devi  yg terasa sakit, tangan yg lain meremas ringan payudaranya.

“Halo Rudy ”, kata devi  mengangkat telepon.
“Tidak, kita belum banyak melakukan kegiatan… jangan cemaskan kami, hanya tolong usahakan pulang cepat… aku mencintaimu”.

Dia menutup dan menjatuhkan telepon itu. Mereka berbaring di sana selama 5 menitan, Johan masih di atas, nafas keduanya berangsur reda. Johan mencabut jarinya yg berlumuran sperma dan menaruhnya ke mulut devi . Dia menghisapnya hingga kering, dan kemudian bangun.

“Aku pikir lebih baik papi keluar”, dia berkata dengan mata yg berkaca-kaca.

Dia berjalan sempoyongan ke arah kamar mandi itu. Rambutnya berantakan. Johan bisa lihat cairannya yg pelan-pelan menetes turun di pantatnya, dan menurun ke pahanya.

author