Cerita Sex: Ngintip Mbak Lisa

No comment 1322 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita –  Hendrik, sebutlah begitu namanya. umur 20 tahun, tinggi 175cm, berkulit sawo matang, berwajah lumayan ganteng khas suku jawa. 

cerita-sex-ngintip-mbak-santi-masturbasi-225x300

Setelah selesai sekolahnya di sebuah SMK di kampungnya, hanya berbekal ijasah SMK dia nekat mencoba mengadu nasib di Jakarta.

Berangkatlah Hendrik hari itu ke Jakarta berbekal uang secukupnya dan secarik kertas berisi alamat yang akan di tujunya.

Mbak Lisa… guman Hendrik sambil melihat kertas beriskan alamat yang akan di tujunya.
Mbak Lisa inilah yang akan menampung si Hendrik sebelum si Hendrik mendapatkan pekerjaan dan bisa membiayai hidupnya sendiri.

Lisa, wanita yang di panggil mbak oleh Hendrik ini adalah wanita berumur 25 tahun.
Wajahnya tidak jelek tapi juga tidak cantik, biasa biasa saja tapi manis khas perempuan jawa.

” Jatinegara jatinegara…. ” suara pedagang asongan yang membuyarkan lamunan Hendrik.
” wahh…. akhirnya nyampe juga ” batin Hendrik sambil melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 08:20, yang berarti sudah hampir jam stengah sembilan.

Hendrik pun lalu turut berdesak desakan dengan penumpang kereta yang laen untuk keluar dari kereta MATARMAJA yang membawanya dari kampung halamannya ke kota Jakarta.

Sesampainya Hendrik di jakarta, dia langsung mencari taksi untuk mengantarnya menuju alamat mbak Lisa.
inilah pengalaman pertama Hendrik jauh dari rumah, dan pengalaman pertama dia juga naik taksi.

Hendrik memang pemuda yang cerdas dan supel, jadi walaupun ini pengalaman pertamanya di kota besar tapi dia tidak kelihatan kampungan ataupun kiku.

di stopnyalah taksi kosti jaya yang sedang melintas di depat stasiun Jatinegara.

” mau kemana mas? ” tanya sang sopir taksi yang di berhentikan Hendrik.
” bisa antar saya ke alamat ini pak? ” jawab Hendrik dengan logat jawanya sambil menyerahkan secarik kertas alamat mbak Lisa.
” oh, iya mas bisa. silahkan masuk. ” jawab sang sopir taksi sambil menyerahkan kebali kertas yang di berikan Hendrik.

lalu Hendrik pun masuk ke dalam taksi, tapi dia memilih untuk duduk di kursi depan samping pengemudi.
Taksipun mulai jalan sesaat setelah Hendrik masuk.

Setelah mobil berjalan sekitar setengah jam di padatnya jalan ibu kota, akhirnya sampai juga Hendrik di alamat yang di tuju.

” sudah sampai mas. alamat yang mas cari masuk ke gang itu. ” kata sang sopir taksi sambil menunjuk ke arah sebuah gang di seberang jalan.
” oh iya mas, terima kasih.” ” taksinya berapa mas?” jawab Hendrik sambil merogoh dompet di kantongnya.
” 25 ribu mas.” kata sang sopir sambil menunjukkan angka argo yang tertera.

Setelah membayar dan keluar dari taksi lalu Hendrik pun menyebrang dan berjalan masuk ke gang yang tadi di tunjukkan sang sopir taksi.

sambil berjalan menyusuri gang sempit yang hanya muat untuk 2 motor itu, Hendrik mengeluarkan lagi secarik kertas yang berisi alamat mbak Lisa.

” Rt 5, Rw 3, kontrakan bercat hijau punya Pak Andri.” baca si Hendrik.
setelah berjalan dan bertanya sana sini akhirnya Hendrik menemukan Kontrakan yang di carinya.
” tapi kok sepi ya, mbak Lisa kemana?” batin Hendrik sambil melangkah masuk ke halaman kontakan yang berderet ada 8 pintu itu.

” kontrakan mbak Lisa pintu yang mana ya.” batin Hendrik karena di kertas alamat tidak tertulis pintu berapanya.
Saat Hendrik sedang melamun karena bingung tiba tiba saja dia di kejutkan oleh sebuah suara yang menegurnya.
” nyari siapa ya dik?” suara yang menegur Hendrik.
Hendrik pun berbalik kearas suara itu dan dilihatnya seorang ibu2 memakai daster biru sambil menggendon bayi.
” nyari kontrakan mbak Lisa buk, yang sebelah mana ya?” jawab Hendrik.
” mbak Lisanya lg nggak ada mas, lg kepasar. td katanya mau ada sodaranya yang datang dari kampung. klo boleh tau mas ini siapa ya?” jawab sang ibu berdaster biru.
” saya sodaranya mbak Lisa dari kampung buk.” jawab Hendrik masih dengan logat medoknya.
” oooo….. nah itu dia mbak Lisa.” jawab si ibu berdaster biru lagi sambil menunjuk ke arah perempuan yang sedang menenteng belanjaan.

Hendrik lalu melihat ke arah yang di tunjuk sang ibu itu tadi.

” Hendrik…. dah lama ko?” tanya si mbak yang menenteng belanjaan yang ternyata mbak Lisa itu.
” b.b.b.baru saja mbak.” jawab Hendrik terbata bata karena setengah nggak percaya klo wanita itu mbakLisa yang sedang di carinya.cerita seks terbaru

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Joging Senayan

Hendrik tertegun nenatap sosok Lisa yang sekarang beda dengan yang dia ingat dulu di kampung.
Lisa sekarang yang dilihat Hendrik adalah wanita yang manis dan sexy dengan balutan kaos ketat warna putih yang menonjolkan payudaranya yang montok walau tidak terlalu besar di padu dengan rok jeans span selutut makin menambah manis wanita ini.

” oh iya buk, kenalin ini Hendrik sodara saya dari kampung.” kata Lisa kepada wanita berdaster biru mengenalkan si Hendrik.

lalu Hendrik dan si ibu berjabat tangan sambil tersenyum sopan.

” ayo masuk ko, mari bu.” kata Lisa mengajak Hendrik masuk sambil berpamitan kepada ibu berdaster biru.
lalu Lisa membuka kunci pintu dan masuk ke kontrakan yang ternyata berada di paling ujung deretan kontrakan itu di ikuti Hendrik.

” ya beginilah kontrakan mbak ko, alakadarnya.” si Lisa menunjukkan keadaan kontrakannya.

kotrakan Lisa adalah kontrakan satu ruangan, lumayan luas dengan kamar mandi di dalam.

di dalamnya lumayan lengkap ada tivi, kulkas, springbed ukuran jumbo dan peralatan2 laennya.

” trus ntar aku tidur dimana.” batin Hendrik setelah melihat2 ruangan kontrakan Lisa.

saat Hendrik melamun tiba2 dia di kagetkan suara Lisa yang menyuruhnya mandi trus istirahat.
mendengar perintah Lisa, Hendrik pun lalu meletakkan tas ranselnya di depan rak tivi mengambil handuk peralatan mandi lalu menuju kamar mandi.

sesampainya di kamar mandi Hendrik pun kembali bingung, karena kamar mandinya nggak ada pintunya.

“ah bodo amat” batin Hendrik karena dia pengen buru2 mandi trus langsung tidur karena capek habis perjalanan jauh.

selesai mandi dan berganti pakaian lalu Hendrik pun pamit buat istirahat tidur.

“tidurnya di ranjang aja ko.” kata Lisa.
“iya mbak.” jawab Hendrik sambil merebahkan diri ke springbed embuk bercover biru muda.

tak terasa Hendrik sudah tertidur hampir 6 jam. Hendrik terbangun karena mendengar suara orang sedang mandi.

sampai di sini Hendrik belum punya pikiran macam macam.

setelah selesai mandi dengan menggunakan daster warna ungu, lalu Lisa mengajak Hendrik untuk makan.

” ayo makan ko. td mbak gk tega mo ngbangunin kamu. kamunya nyenyak banget tidurnya.”
” iya mbak.” jawab Hendrik.

merekapun lalu makan masakan Lisa yang di masak tadi waktu Hendrik sedang tidur.
sambil makan merekapun bercakap2 mengakrabkan diri, sambil Lisa Menanyakan keadaan di kampung.
maklum, Lisa sudah hampir 4 tahun nggak pulang kampung.
nggak terasa merekapun sudah semakin akrab dan waktupun tak terasa sudah larut malam.

” aku tidur di mana mbak?”
” di mana aja ko, klo mau di kasur bareng mbak juga boleh.”

DEG….. Hendrik terkejut dengan jawaban Lisa.

” aku tidur di bawah aja lah mbak, di depan tivi.”
” ok lah terserah kamu.” jawab Lisa.

hari berganti minggu, minggu berganti bulan, tak terasa Hendrik sudah 4 bulan numpang di kontrakan Lisa.
selama 4 bulan itu juga Hendrik sudah mondar mandir kesana kemari melamar kerja bermodalkan ijasah SMK, tapi sayang belum juga mendapatkan pekerjaan.

dan selama 4 bulan itu jugalah si Hendrik lama2 mempunyai hasrat terpendam dengan mbak Lisa.
bagaimana tidak, selama 4 bulan mereka tinggal berdua dengan kamar mandi yang gak ada pintunya dan kadang merekapun tidur seranjang berdua.

di tambah lagi dengan gaya berpakaian Lisa yang terbilang berani kalo di dalam kontrakan.
kadang Lisa suka memakai hot pants yang super pendek dan ketat, baju tidur yang tipis merangsang, bahkan sering juga Lisa hanya memakai kaos oblong yang kebesaran tanpa memakai bawahan, hingga kadan2 CD nya terexpost mata elang Hendrik.

di tambah lagi kamar mandi yang tak berpintu itu kadang membuat Hendrik tambah blingsatan menahan konak.
karena pernah beberapa kali Hendrik tanpa sengaja memergoki Lisa lagi telanjang di kamar mandi begitu pula sebaliknya.

kalau sudah nggak tahan Hendrik terpaksa onani diam2 di tengah malam sambil membayangkan Lisa.
tanpa Hendrik sadari sebenarnya Lisa pun juga sama. diam2 Lisa pun juga sering di landa birahi karena pernah beberapa kali memergoki Hendrik yang sedang mandi.

Lisa selalu terbayang kontol Hendrik yang lumayan besar dan panjang itu walaupun sedang tidak ereksi.
setelah selama 4 bulan itu mereka hanya memendam nafsu masing2 tanpa ada yang berani mengungkapkan.
akhirnya pada suatu hari kejadian itu di mulai dan terjadi juga.

waktu itu di suatu pagi, jam masih menunjukkan pukul 6 pagi, Lisa bangun dari tempat tidur langsung bergegas ke kamar mandi karena mau berangkat kerja. sesampainya di kamar mandi Lisa langsung melepas baju tidurnya yang berupa daster tipis itu skalian BH dan CD nya.

sejenak Lisa mematut dirinya di cermin mengagumi tubuhnya yang montok.

“ah… sudah terlalu panjang.” batin Lisa melihat bulu memeknya yang sudah mulai panjang.

Lisa memang tipe wanita yang nggak mau atau risih kalo bulu memeknya panjang. dia lebih suka dengan memeknya yang gundul tanpa sehelapuni bulu jembut.

dengan begitu daging memeknya yang tebal tembem semakin kelihatan dengan belahan memek yang masih rapat dan clitarisnya ya besar itu semakin menantang.

segera Lisa mengambil silet cukur, sambil duduk mengangkang di bak mandi Lisa mulai mencukur habis bulu jembutnya.

selesai mencukur bulu jembut lalu Lisa membasuh memeknya untuk membersihkan bulu jembut yg menempel sehabis di cukur.

waktu menyiram dan membersihkan bulu jembut yang habis di cukur tiba2 saja birahi melandanya.
di letakkannya gayung yg di pegangnya sambil makin mengangkangkan kakinya Lisa mulai meraba2 memeknya sendiri.

di putar-putarkannya jempol tangan kirinya di clitaorisnya yang semakin keras dan membesar, sambil tangan kanannya meremas2 payudaranya sebelah kiri.
seiring rangsangan di clitoris memek Lisa mulah basah dengan cairan kawinnya sendiri.

” uuuuuh…… hhhhmmmmm………”
” ooh….sssstttt….. oh… yeah….. ennmakkk…..”

pelan2 mulai keluar desahan Lisa

tangan kirinya yang tadi bermain di clitorisnya kini sudah berpindah ke lubang memeknya. di usap2 memeknya sambil sesekali jari tengahnya menyusup mengorek2 belahan memeknya.

makin lama makin basah dan makin cepat pula tangan kirinya mengusap2 memeknya sendiri, sambil tangannya yang kanan berpegangan pada kran air takut terjatuh.

” ooooohhhgmmm…… iyyyyy….. eeennakkk……”
tapi tiba2 Lisa menghentikan aktifitasnya. dia ingin merasakan yang lebih enak dengan posisi yang lebih nyaman.

Lisa mengintip ke ruangan kontrakannya memastikan kalau Hendrik masih tidur. lalu dia berjalan telanjang bulat berjingkat lalu lansung naik ke tempat tidur dan menarik selimut untuk menutupi ketelanjangannya.

sebelum melanjutkan masturbasinya Lisa mengambil sesuatu dari laci yang ada di samping tempat tidur. dan ternyata yang di ambilnya adalah sebuah dildo berukuran sedang dengan vibrator.

pelan2 di arahkannya dildo itu ke lubang memeknya, di usap2 kannya di situ sampai memeknya kembali basah kuyup dg cairan kawinnya.

pelan tapi pasti sambil terpejam dildo itupun mulai masuk ke lubang memeknya. di diamkan di nikmati keberadaannya sebentar di dlm memeknya sebelum mulai di gerakkan keluar masuk.
Lisa mulai mendesah lagi seiring dildo mengobok2 lobang memeknya.

“ssssstttttt……mnmmmmm…….oh oooogh….. yesss……..
aaaaagrhg…… ooh…. enak…. nikmat banget…. hhhhuuuug……..
memmmek…. enaaaak mmmmeem….ekku…… hiiiiaaaaa……
ggggatttteell…..”

desah Lisa yang makin lama makin keras tak terkontrol. tubuhnya mengelijang2 seperti cacing kepanasan. masih kuran puas lalu Lisa menghidupkan fibrator dildonya.

“ngngngngngng…….”

bunyi vibrator dildo yang bergetar mengobok2 lubang memeknya. desahan Lisa sekarang makin keras, malah bisa di sebut jeritan2 kecil.

tubuhnya mengelijang2, matanya terpejam menikmati deraan knikmatan di selangkangannya. karena gerakannya tanpa dia sadari bahwa selimut yang tadi di pakai buat menutupi tubuhnya sekarang hilang entak kemana.
sengga tubuh telanjang, kakinya yang terkangkang dengan dildo ya dia pegang keluar masuk dan bergetar di memeknya tak lagi tertutupi.

“oooooohhhh………aaaaaiiiiihhi…….
mmmmmm……
yyyyeeess….

enak bbbanggget mmmmemeeekkkkuuuuhh…..
desah Lisa yang makin dan semakin keras.
tanpa Lisa sadari bahwa desahannya telah membangunkan Hendrik dari tidurnya.

terbangun dari tidurnya karena desahan Lisa yang makin keras lalu Hendrik bangun dan melihat ke arah ranjang tempat asalnya suara itu.

betapa terkejutnya Hendrik nenjumpai sesosok wanita mengangkan di tempat tidur mendesah2 birahi sambil mencucukan dildo keluar masuk ke memeknya.

tertegun Hendrik melihat pemandangan seperti itu, sehingga pelan tapi pasti birahi mulai menguasainya.
karena sudah gk kuat menahan birahi lalu Hendrik dengan cepat mengeluarkan kontolnya dari celananya dan mulai mengocok pelan sambil menikmati siaran langsung Lisa.

pelan tapi pasti kontol Hendrik mulai ereksi sempurna. karena kurang nyaman lalu Hendrik skalian lepas celana dan bajunya telanjang bulat juga, sambil terus mengurut2 kontolnya mencari kenikmatannya sendiri.

bersamaan dg itu tiba2 saja Lisa membuka matanya. melotot seakan mau keluar bola matanya. mulutnya meracau tidak karuan.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Gairah Ibu Lusi

“oooogghhh….. aaaaaaaaa…… aku utt…. ennnakk…… yeeeeaaa……
eeekkk…koo….. huhhuhhuh……. nggggapppaii…..mmmmmm…….
kammmmuuu….. a aaa….. akku keeee…..llu……
ooooooh…… iiiiyyyyyaaaaaaa…….
ekkkkooooo………
tubuh Lisa mengelijang2 tanda dia mau orgasme yang dahsyat. dan……
crot…. crot…. crot…. crot…..
aaaaaaaaaaaahhhhh…….

Lisapun orgasme dengan dahsyatnya tanpa sanggup dia hentikan walapun dia tahu Hendrik sedang melihatnya orgasme sambil telanjang bulat mengocok2 kontolnya.

hhhhhhg….. dengus nafas Lisa menikmati sisa2 orgasmenya sambil mengeluarkan dildo yang mengentot memeknya sambil tepejam dan masih mengangkang.

entah setan mana yang menghinggapi Hendrik sehingga dia pelan2 naek ke atas ranjang, memposisikan tubuhnya di tengah2 kangkangan Lisa lalu memegang kotolnya dan dengan satu dorongan langsung membenampan ke memek Lisa yang baru saja orgasme dengan dahsyat.

tersentak Lisa merasakan ada sesuatu yang menerobos masuk lobang memeknya. Lisa merasakan perih di memeknya karena kontol Hendrik di masukkan dengan paksa dan cepat. lg pula kontol Hendrik lebih besar dah panjan dari pada dildo yang baru di pakai Lisa.

sehingga Lisa bisa merasakan kalau kontol Hendrik masuk terlalu dalam sampai tembus pintu rahimnya.
mata Lisa melotot, mencoba meronta tapi apa daya. tubuhnya lemah tanpa daya karena baru mendapat orgasme yang sangat dahsyat.

setelah memasukkan kontolnya ke memek Lisa, Hendrik tidak langsung mengocoknya melaindah didiamkan terbenam sambil menikmati kedutan memek Lisa yang baru orgasme.

” Hendrik..!!! apa yang kamu lakuin???. cabut.!!….” Lisa mencoba menghardik Hendrik.
” gila kamuu u… ko….. cabut ko… please… mbak hhhhmmmmm……

tanpa memperdulikan perintah Lisa pelan2 Hendrik mulai menggenjot Lisa. pertama pelan lalu makin lama makin kencang makin lama makin beringas.

” ooooohhh….. kontolku enak mbak…… huuuhhh…… enaaaakkk….. mbaaakkk……
memmmee…… uhhh….sssrrt……” Hendrik mendesah meracau.
” stooopppssphhh….. aaaaahhh… hhhhhiih……” kata Lisa sambil terus meronta melawan tapi juga mendesah.
“uddddaaaa….aaaaahhhh……. aaaammmpun ko…… kontolmu tembus rahhhimku kooo…….
plok plok plok plok……
clep clep clep clep clep…….
suara selangkangan meraka beradu bertumbukan.
Lisa meronta tapi sebenarnya dia juga merasakan nikmat yang teramat sangat sehingga Lisapun merasa hampir mendapatkan orgasme lagi.
“ooh…. memekmu dahsyaaaatttt mmmmmm……. mbbaaak……
ayooooo…… aku mau keluar….. aaaaarrrsgggtttthg…….” desah Hendrik.
seketika juga Lisa terkejut.
“..jjjjjaaaa…..nggaaaan………..
aaaaaahhhh…….. ssssrr……”

tiba2 tubuh Lisa mengejang, tangan dan kakinya memeluk Hendrik dengan erat, pinggulnya bergetar hebat tanda Lisa sedang orgasme.

” aaakkuuu…. kelluaaa…… oooorrgghh…….”

dan… crot crot crot crot crot……….

Hendrik orgasme juga hampir bermaan dengan Lisa. menyemprotkan banyak sperma langsung ke rahim Lisa.

” hhhhii…..uuuuh…… nikmat mbak……” guman Hendrik.
” aaaaah…hhh…… jaangan di dalam…. nanti aku hamil…..” kata Lisa pelan, melarang Hendrik tapi sudah terlambat, Hendrik

telah menanamkan benihnya di rahim Lisa.
mereka masih bepelukan dengan kontol Hendrik masih menancap di memek Lisa.

” kamu kok tega2 nya ko ama mbak?” kata Lisa pelan sambil menahan marah.
Hendrik hanya diam menjawab.

pelan2 tetes bening air mata keluar dari sudut bening mata Lisa.

akhirnya setelah lelah bergulat mereka berdua tertidur berpelukan, dan Lisa pun nggak jadi berangkat

author