Cerita Sex Nikmatnya Memek Erin

No comment 1797 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita – Erin anaknya tergolong imut dan manis untuk gadis seumuranya. Entah mengapa, aku ingin sekali ngentot denganya, aku ingin menikmati lubang meqi Erin, yg kubayangkan pastilah masih sangat sempit. Ooohhh… gairahku kian bergelora karena memikirkan hal itu, Aku mencoba cari cara, bagaimana caranya keperawanan Erin bisa aku dapatkan dan kurasakan. Kutunggu saja waktu tepatnya dengan sabar. Tak terasa, selesailah film xxx yg sedang kami lihat. Suara Erin akhirnya memecahkan keheningan.

“Oom, tuh Burungnya berdiri lagi.” kata erin sambil menunjuk ke arah batang penisku yg memang sedang tegang.
“Iya nih erin, tp biarin saja deh, gimana dengan filmnya?” jawabku santai.
“Bagus kok Oom, persis seperti apa yg papa dan mama lakukan, dan erin ada beberapa pertanyaan buat Oom nih.” erin sepertinya ingin menanyakan sesuatu.
“Pertanyaannya apa?” tanyaku.
“Kenapa sih, kalo olahraga gituan harus masukin Burung ke… apa tuh, erin ngga ngerti?” tanya erin.

“Oh itu.., itu namanya Burung dimasukkan ke lubang kencing atau disebut juga lubang meqi, pasti papa erin juga melakukan hal itu ke mama kan?” jawabku menerangkan.
“Iya benar Oom, papa pasti masukin Burungnya ke lubang yg ada pada meqi mama.” erin membenarkan jawabanku.
“Itulah seninya olahraga beginian erin, bisa dilakukan sendiri, bisa juga dilakukan berdua, olahraga ini khusus untuk dewasa.” kataku memberi penjelasan ke erin.
“erin sudah boleh ngga Oom.. melakukan olahraga seperti itu?” tanya erin lagi.

Ouw.. inilah yg aku tunggu.. dasar rejeki.. selalu saja datang sendiri.

“Boleh sih, dengan satu syarat jangan bilang sama mama dan papa.” jelasku.

Terang saja aku membolehkan, sebab itulah yg kuharapkan.

“erin harus tahu, jika erin melakukan olahraga beginian akan merasa lelah sekali tetapi juga akan merasakan nikmat.” tambahku.

“Masa sih Oom? Tp kayaknya ada benarnya juga sih, erin lihat sendiri mama juga sepertinya merasa lelah tp juga merasa kenikmatan, sampai menjerit-jerit lho Oom, malahan kadang seperti mau nangis.” erin yg polos rupanya sudah mulai tertarik dan sepertinya ingin tahu bagaimana rasanya.

“Emang gitu kok. Ee…, mumpung masih siang nich, mama erin juga masih lama pulangnya, kalo erin memang ingin olahraga beginian, sekarang saja gimana?” aku sudah tdk sabar ingin melihat pesona kemaluannya erin, pastilah luar biasa.
“Ayolah!” erin mengiyakan.

Memang rasa ingin tahu anak gadis seusia erin sangatlah besar. Ini adalah hal baru bagi erin. Segera saja kusiapkan segala sesuatunya di otakku. Aku ingin erin merasakan apa yg belum pernah dirasakan sebelumnya. Kaos singlet yg menempel di tubuhku telah kulepas. Aku sudah telanjang bulat dengan batang kejantananku mengacung-ngacung keras dan tegang. Baru pernah seumur hidupku, aku telanjang di hadapan seorang gadis beerin berumur 12 tahun. erin hanya tersenyum-senyum memandangi batang penisku yg berdiri dengan megahnya. Mungkin karena kebiasaan melihat papa dan mamanya telanjang bulat, sehingga melihatku telanjang bulat merupakan hal yg tdk aneh lagi bagi erin.

Kusuruh erin untuk membuka seluruh pakaiannya. Awalnya erin protes, tetapi setelah kuberitahu dan kucontohkan kenapa mama erin telanjang bulat, dan kenapa ceweknya Tarzan juga telanjang bulat, sebab memang sudah begitu seharusnya. Akhirnya erin mau melepas pakaiannya satu persatu. Aku melihat erin melepaskan pakaiannya dengan mata tdk berkedip. Pertama sekali, lepaslah pakaian sekolah yg dikenakannya, lalu rok biru dilepaskan juga. Sekarang erin tinggal mengenakan kaos dalam dan celana dalam saja.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Siswi SMU Nakal Liar

Di balik kaos dalamnya yg cukup tebal itu, aku sudah melihat dua benjolan kecil yg mencuat, pastilah puting susunya erin yg baru tumbuh. Baru saja aku berpikiran seperti itu, erin sudah membuka kaos dalamnya itu dan seperti apa yg kubayangkan, puting susu erin yg masih kuncup, membenjol terlihat dengan jelas di kedua mataku. Puting susu itu begitu indahnya. Lain sekali dengan yg biasa kulihat dan kurasakan dari wanita malam langgananku, rata-rata puting susu mereka sudah merekah dan matang, sedangkan ini, aku hanya bisa menelan ludah.

Toket erin memang belum nampak, sebab karena faktor usia. Akan tetapi puting susunya sudah mulai menampakkan hasilnya. Membenjol cukup besar dan mencuat menantang untuk dinikmati. Warna puting susu erin coklat kemerahan, aku melihat puting susu itu menegang tanpa erin menyadarinya. Lalu erin melepaskan juga celana dalamnya. Kembali aku dibuatnya sangat bernafsu, meqi erin masih berupa garis lurus, seperti kebanyakan milik anak-anak gadis yg sering kulihat mandi di sungai. Vagina yg belum ditumbuhi bulu rambut satu pun, masih gundul. Aku sungguh-sungguh melihat pemandangan yg menakjubkan ini. Terbengong-bengong aku dibuatnya.

“Oom, udah semua nih, udah siap nih Oom.”

Aku tersentak dari lamunan begitu mendengar erin berbicara.

“Oke, sekarang dimulai yaaa…?”

Kuberi tanda ke erin supaya tiduran di sofa. Pertama sekali aku meminta ijin ke erin untuk menciuminya, erin mengijinkan, rupanya karena sangat ingin atau karena erin memang sudah mulai menuruti nafsunya sendiri, aku kurang tahu. Yg penting bagiku, aku merasakan erinng perawannya dan menyetubuhinya siang ini.

Aku ciumi kening, pipi, hidung, bibir dan lehernya. Kupagut dengan mesra sekali. Kubuat seromantis mungkin. erin hanya diam seribu bahasa, menikmati sekali apa yg kulakukan kepadanya.

Setelah puas aku menciuminya, “erin, boleh ngga Oom netek ke erin?” tanyaku meminta.

“Tp Oom, tetek erin kan belon sebesar seperti punya mama.” kata erin sedikit protes.
“Ngga apa-apa kok erin, tetek segini malahan lebih nikmat.” kilahku meyakinkan erin.
“Ya deh, terserah Oom saja, asalkan ngga sakit aja.” jawab erin akhirnya memperbolehkan.
“Dijamin deh ngga sakit, malahan erin akan merasakan enak dan nikmat yg tiada tara.” jawabku lagi.

Segera saja kuciumi puting susu erin yg kiri, erin merasa geli dan menggelinjang-gelinjang keenakan, aku merasakan puting susu erin mulai mengalami penegangan total. Selanjutnya, aku hisap kedua puting susu tersebut bergantian. erin melenguh menahan geli dan nikmat, aku terus menyusu dengan rakusnya, kusedot sekuat-kuatnya, kutarik-tarik, sedangkan puting susu yg satunya lagi kupelintir-pelintir.

“Oom, kok nikmat banget nihhh… oohhh… nikmaattt…” desah erin kenikmatan.

erin terus merancau kenikmatan , aku sangat senang sekali. Setelah sekian lama aku menyusu, aku lepaskan puting susu tersebut. Puting susu itu sudah memerah dan sangat tegangnya. erin sudah merasa mabuk oleh kenikmatan. Aku bimbing tangannya ke batang penisku.

“erin, kocok dong Burungnya Oom Agus.” aku meminta erin untuk mengocok batang penisku.

erin mematuhi apa yg kuminta, mengocok-ngocok dengan tdk beraturan. Aku memakluminya, karena erin masih amatir, sampai akhirnya aku justru merasa sakit sendiri dengan kocokan erin tersebut, maka kuminta erin untuk menghentikannya. Selanjutnya, kuminta erin untuk mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, tanpa bertanya erin langsung saja mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, aku terpana sesaat melihat vagina erin yg merekah. Tadinya kemaluan itu hanya semacam garis lurus, sekarang di hadapanku terlihat dengan jelas, buah klitoris kecil erin yg sebesar kacang kedelai, vaginanya merah tanpa ditumbuhi rambut sedikit pun, dan yg terutama, lubang meqi erin yg masih sangat sempitnya. Jika kuukur, hanya seukuran jari kelingking lubang meqi nya.

Aku lakukan sex dengan mulut, kuciumi dan hisap meqi erin dengan lembut, erin kembali melenguh. Lenguhan yg sangat erotis. Meram melek kulihat mata erin menahan nikmatnya hisapanku di meqinya. Kusedot klitorisnya. erin menjerit kecil kenikmatan, sampai tdk berapa lama.

“Oom, nikmat banget sih, erin senang sekali, terussinnn…” pinta erin.

Aku meneruskan menghisap-hisap vagina erin, dan erin semakin mendesah tdk karuan. Aku yakin erin hampir mencapai puncak orgasme pertamanya selama hidup.

“Oommm… ssshhh… erin mau pipis nich..”

erin merasakan ada sesuatu yg mendesak ingin keluar, seperti ingin kencing.

“Tahan dikit erin… tahan yaaa…” sambil aku terus menjilati, dan menghisap-hisap meqi nya.
“Udah ngga tahan nich Oommm… aahhh…”

Tubuh erin mengejang, tangan erin berpegangan ke sofa dengan erat sekali, kakinya menjepit kepalaku yg masih berada di antara selangkangannya.

erin ternyata sudah sampai pada klimaks orgasme pertamanya. Aku senang sekali, kulihat dari bibir lubang perawannya merembes keluar cairan cukup banyak. Itulah cairan mani nikmatnya erin.

“Oohhh… Oom Agus… erin merasa lemes dan nikmat sekali… apa sih yg barusan erin alami, Oom…?” tanya erin antara sadar dan tdk.
“Itulah puncaknya erin.., erin telah mencapainya, pingin lagi ngga?” tanyaku.
“Iya.. iya.. pingin Oom…” jawabnya langsung.

Aku merasakan kalau erin ingin merasakannya lagi. Aku tdk langsung mengiyakan, kusuruh erin istirahat sebentar, kuambilkan semacam obat dari dompetku, obat dopping dan kusuruh erin untuk meminumnya. Karena sebentar lagi, aku akan menembus lubang perwannya yg sempit itu, jadi aku ingin erin dalam keadaan segar bugar.

Tdk berapa lama, erin kulihat telah kembali fit.

“erin… tadi erin sudah mencapai puncak pertama, dan masih ada satu puncak lagi, erin ingin mencapainya lagi kan..?” bujukku.
“Iya Oom, mau dong…” erin mengiyakan sambil manggut-manggut.
“Ini nanti bukan puncak erin saja, tetapi juga puncak Oom Agus, ini finalnya erin” kataku lagi menjelaskan.
“Final?” erin mengernyitkan dahinya karena tdk paham maksudku.

“Iya, final.., Oom ingin memasukan Burung Oom ke lubang meqi erin, Oom jamin erin akan merasakan sesuatu yg lebih nikmat lagi dibandingkan yg tadi.” akhirnya aku katakan final yg aku maksudkan.
“Ooh ya, tp.. Oom.. apa Burung Oom bisa masuk tuh? Lubang meqi erin kan sempit begini sedangkan Burungnya Oom.. gede banget gitu…” erin sambil menunjuk lubang nikmatnya.
“Pelan-pelan dong, ntar pasti bisa masuk kok.. cobain ya..?” pintaku lagi.
“Iya deh Oom…” erin secara otomatis telah mengangkangkan kakinya selebar-lebarnya.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Aku Diperkosa

Kuarahkan kepala penisku ke lubang meqi erin yg masih super sempit tersebut. Begitu menyentuh lubang nikmatnya, aku merasa seperti ada yg menggigit dan menyedot kepala penisku, memang sangat sulit untuk memasukkannya. Sebenarnya bisa saja kupaksakan, tetapi aku tdk ingin erin merasakan kesakitan. Kutekan sedikit demi sedikit, kepala penisku bisa masuk, erin mengaduh dan menjerit karena merasa perih. Aku menyuruhnya menahan. Efek dari obat dopping itu tadi adalah untuk sedikit meredam rasa perih, selanjutnya kutekan kuat-kuat.

“Blusss…”

erin menjerit cukup keras, “Ooommm… Burungnya sudaaahhh masuk… kkaahhh?”

“Udah sayang… tahan ya…” kataku sambil mengelus-ngelus rambut erin.

Aku mundurkan batang penisku. Karena sangat sempitnya, ternyata bibir meqi erin ikut menggembung karena tertarik. Kumajukan lagi, kemudian mundur lagi perlahan tetapi pasti. Beberapa waktu, erin pun sepertinya sudah merasakan nikmat. Setelah cairan mani erin yg ada di lubang perawannya semakin membanjir, maka lubang kenikmatan itu sudah sedikit merekah. Aku menggenjot maju mundur dengan cepat. Ahhh.. inikah kemaluan perawan gadis imut. Nikmat sekali ternyata. Hisapannya memang tiada duanya. Aku merasa keringat telah membasahi tubuhku, kulihat juga keringat erin pun sudah sedemikian banyaknya.

Sambil kuterus berpacu, puting susu erin kumainkan, kupelintir-pelintir dengan gemas, bibir erin aku pagut, kumainkan lidahku dengan lidahnya. Aku merasakan erin sudah keluar beberapa kali, sebab aku merasa kepala batang penisku seperti tersiram oleh cairan hangat beberapa kali dari dalam lubang surga erin. Aku ganti posisi. Jika tadi aku yg di atas dan erin yg di bawah, sekarang berbalik, aku yg di bawah dan erin yg di atas. erin seperti kesetanan, bagaikan cowboy menunggang kuda, oh nikmat sekali rasanya di batang penisku. Naik turun di dalam lubang surga erin.

Sekian lama waktu berlalu, aku merasa puncak orgasmeku sudah dekat. Kubalik lagi posisinya, aku di atas dan erin di bawah, kupercepat gerakan maju mundurku. Lalu aku peluk erat sekali tubuh kecil dalam dekapanku, kubenamkan seluruh batang penisku. Aku menegang hebat.

“Crroottt… crrooottt…”

Cairan maniku keluar banyak sekali di dalam lubang meqi erin, sedangkan erin sudah merasakan kelelahan yg amat sangat. Aku cabut batang penisku yg masih tegang dari lubang meqi erin. erin kubiarkan terbaring di sofa. Tanpa terasa, erin langsung tertidur, aku bersihkan lubang kelaminnya dari cairan mani yg perlahan merembes keluar, kukenakan kembali semua pakaiannya, lalu kubopong gadis kecilku itu ke kamarnya. Aku rebahkan tubuh mungil yg terkulai lelah dan sedang tertidur di tempat tidurnya sendiri, kemudian kucium keningnya. Terima kasih erin atas kenikmatannya tadi. Malam pun tiba.

Keesokan harinya, erin mengeluh karena masih merasa perih di vaginanya, untungnya Tante lina tdk tahu. Hari berlalu terus. Sering kali aku melakukan olahraga senggama dengan erin, tentunya tanpa sepengetahuan Oom joni dan Tante lina.

author