Cerita Sex Pacarku Malu Tapi Mau Juga Melakukannya

Jagobokep.com – Cerita Sex Dewasa, Cerita Ngentot Terakhir – Cerita porno oral seks yang nikmat dengan pasangan dengan judul ” Cerita Porno Pacarku Malu Tapi Mau Juga Melakukannya” yang tak kalah serunya serta dijamin bisa menambah libido seks, selamat menikmati.

cerita sex

Saat ini aku kuliah di Bandung, dan aku mempunyai Pacar yg orangnya asik dan supel di kampus yang bernama Ririn.
Kalau di kampus dia sering pakai jilbab, tubuhnya montok apalagi kalau dia berjalan.

Bokongnya yang semok itu sungguh menggoda dan lalu sering terlihat garis celana dalamnya yang berbentuk segi tiga dari pantatnya.

Pernah sekali waktu itu aku melihat dia memakai tangtop seksi tanpa jilbab, di saat aku main ke kostannya.

Woooow… !

Ternyata Ririn sangat sexy. Namun pemandangan itu hanya sebentar aja, karena dia segera mengganti baju tertutup dengan pakaian jilbabnya. Sebab tingkah laku itu membuatku ingin menjamah tubuhnya.

Pada suatu hari, Ririn ku ajak jalan-jalan ke tempat pariwisata di kota bandung. Setelah parkir, akupun mencari tempat nongkrong yg nyaman untuk ngobrol dengannya.

Begitu dapat tempat, kami asyik ngobrol ngalor ngidul.

Di sela-sela obrolan aku sedikit jahil kepada tubuhnya.

Tanganku bergerak asyik mengelus-elus jemarinya. Ririnpun menatapku dengan tersenyum, tanda dia membolehkanku meraba tubuhnya.

Di dukung dengan kondisi orang yang tidak ramai dan sepi, aku Segera menciumi bibirnya yg mungil. Ririnpun menyambut dengan antusias.

Lidahnya dgn lincah memutar lidahku hingga membuatku tersendak-sendak. ku peluk erat tubuhnya sambil tanganku mencoba meremas-remas pantatnya yang padat.

Tubuhnya pun bergetar hebat berkat permainanku, masih dalam posisi cipokan perlahan juga tanganku menelusuri isi dalam celananya.

Terasa oleh tanganku bahwa pahanya sangat mulus, aku mulai memasukkan tanganku sedikit lagi ke dalam celana dalamnya. tiba-tiba Ririn menolak pergerakan tanganku.

Say… jangan iiihhh, malu dilihat orang tuh” ucapnya sambil mencoba mencegah tanganku yg udah beraksi lebih lanjut.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Kenangan Ngentot Kak Lisa

Pindah tempat yuk beib, yg lebih aman supaya kita ngak di ganggu orang” ajakku sambil mencoba terus memegang isi celana dalamnya.

Begitu berhasil memegang vaginanya, walaupun masih di tutupi kain celana dalam. aku tetap bisa merasakan kehangatan bibir vagina tersebut.

Matanya yang tadi melarangku, sekarang sudah sayu akibat sentuhan tanganku.

Mukanyapun jadi tampak merah merona, tanda Ririn sedang dilanda birahi yang amat dahsyat.

Sudah puas dengan kesempatan itu, aku mencoba memberhentikan tingkah mesumku. yang aku khawatir bisa di tonton oleh orang banyak.

Akhirnya aku putuskan untuk pulang, yang sebelum berangkat kami berbenah diri dahulu karena pakaian kami berantakan.

Selama di perjalanan pulang, kami biasa-biasa saja saling ngobrol yang canda tawa. kelihatan romantisnya kami saat itu.

Di dalam mobilpun aku menciumi bibirnya untuk beberapa kali, bahwa aku menyukai dirinya.

Sebenarnya aku udah ngak tahan ingin bersetubuh, tetapi aku masih segan untuk mengucapinya.

Dan sekitar beberapa menit, sampailah kami ke tempat kostan Ririn.

Masuk ke kamar, lalu ngobrol sebentar tetapi Ririn hanya terdiam dan aku menanyakan tingkahnya itu.

Hmmm… lagi mikiran apa beb? kok diam gitu ? tanyaku sambil memelukknya

Ririnpun hanya memandangku sekilas

Sudahlah… tiduran saja di kasur, biar aku yang jagain kamu. Aku janji ngak akan iseng lagi dengan kamu beb” kataku sambil menyetel TV

Dan tiba-tiba Ririn menangis sambil memeluk tubuhku dari belakang, aku tidak tau sebab dia menangis.

Setelah agak tenang kubisiki dia, bahwa dia kelihatan tambah cantik apalagi dia memakai jilbab yg sangat aku sukai. mendengar bisikan itu…!

Ririn tersenyum dan menatapku penuh sayu, tanda bahwa dia ingin di cium kembali.

Lalu kedua kalinya aku menciumi bibirnya saat itu, Ririn tak menolaknya dan kami berdua berciuman dengan penuh hasrat hawa nafsu.

Saat berciuman tanganku pun mulai mengrayapi bagian tubuhnya, terutama di bagian payudara.

Aku tidak mau langsung meraba bagian intimnya lebih dalam, khawatir dia akan menolakku lagi.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Customer Service Resto Stik

Dengan teknik awal aku mencoba mengrayapi dahulu di bagian intimnya yang mudah mengembang dan membesar.

Sambil meremas-remas, aku jilati juga payudaranya yang besar itu. terdengar suara Ririn yang mendesah “Aaahhh… Aaaahh…”

Ririn mendesah terus dan menjabak rambutku, Setelah beberapa saat aku rasa dia sudah sangat terangsang. Aku coba menelusuri kembali isi dalam celananya tersebut.

Dengan perlahan-lahan membuka CD nya, kali ini tidak ada penolakan sama sekali terhadap tubuhnya. Karena ini sudah sebagai tanda bahwa dia ingin di rangsang lebih dalam lagi.

Begitu berhasil aku membuka CD nya, aku melihat bibir vaginanya sangat bersih dan terawat.

Kamu rajin cukur ya Beb… ? tanyaku

Dengan wajah memerah dia menganggukkan kepala.

Lalu aku beraksi kembali menjilati isi dalam vaginanya, dengan rangsangan oleh lidahku saja. ternyata bisa membuat Ririn menggelinjang keenakan.

Di bagian klistorisnya aku gesek dengan tanganku, dan aku colok-colok juga lubang memeknya. desahan dan rintihan makin sering terdengar dari mulutnya.

Kini sudah aku tandai bahwa Rian semakin terangsang, bahkan ketika aku menghisap memeknya dia selalu menjambak rambutku.

Beb… Enak banget… Hmmmm… ” desah Ririn

Tak aku hiraukan ucapannya itu, aku terus saja mengocok memeknya dengan jari-jariku dan tiba-tiba Ririn mengeluarkan suara

Beb… aku mau muncratttt… ! teriaknya sambil tubuhnya bergetar hebat.

Tentu saja ketika dia orgasme denyutan kemaluannya terasa di tanganku, yang terasa oleh tanganku adalah serasa di tarik-tarik ke dalam lubang memeknya.

Setelah puas dengan tanganku, sekarang Ririn bangun dari tidurnya.
Sekarang giliaran kamu beb” ucapnya

Celanaku langsung dibukanya dan akupun disuruh berbaring. Salah satu tangannya memegang penisku untuk di masukkan kedalam lubang memeknya.

Ketika penisku masuk ke memeknya, HHhhhmmmm… Ssshhhh…” desahku keenakan.

Enak ya beb…” komentarnya

Dan aku pun hanya menganggukkan kepala.

Ririn pun kini yang mengatur ritme permainan seks itu, dia mulai bergerak naik turun di atas penisku.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Herwan Mantan Sopir Ayahku

Sungguh kenikmatan yang tidak ada duanya” dalam benakku

Kelihatannya dia sudah sangat mahir dengan perlakukan ini, dan aku mencoba mengomentari tingkah lakunya.

Belajar dari mana Beb… bisa sejago ini…? tanyaku

Sambil bergerak naik turun dia berkata, aku sering nonton film Bokep juga beb…”balasnya

Ririn kelihatan seksi ketika bergerak di atas penisku, apalagi aku barengi dengan memegang tokednya.

Sambil joged, sambil aku pegang juga payudaranya.

Beb… anu kamu keras juga ya… terasa lurus sampai ke sini” tunjuk Ririn ke perutnya

Hehehe… tidak lah beb, itu bisa besar berkat permainan kamu aja” candaku

Dan kami berdua tertawa sambil ngesek.

Tetapi di dukung dengan pergerakan kencang dari tubuh Ririn, sungguh super sekali cewek ini mempermainkan aku.

Tak lama juga, dia berhasil membuatku merasakan di ujung-ujungnya orgasme.

Beb… Awas aku mau keluar…” ucapku sambil melepaskan tusukkan memeknya.

Crott… Crooooot… Keluarlah air mani tersebut di sekitar tubuhku. Dengan segera Ririn mengambil sedikit air maniku untuk di olehkan kemukanya.

Buat apa beb… ? tanyaku

Ini kata teman-temanku, biar tambah awet muda” jawabnya

Oh iya… ? tanyaku kembali

Iya tentu dong, itu aku tanyakan juga kepada cewek-cewek yang udah menikah kok” balasnya lagi.

Setelah itu aku terbaring lemas di atas kasur, yang di temani Ririn di sampingku.

Beb, makasih ya udah membuatku puas hari ini. padahal kalau di omong-omong aku udah ngak tahan sewaktu kita di tempat pariwisata tadi.” ucapku

Gpp kok beb, aku juga puas dengan permainan kamu dengan klistorisku” ucapnya sambil menciumi pipiku.

Makasih ya sayaaaaaaaaaaaang… ” tambahnya sambil memelukku

Setelah kejadian itu, kami tidak sering-sering juga melakukan hubungan seks.

Karena aku khawatir, kalau nanti Ririn akan cepat hamil. Mungkin kami melakukan sekspun terkadang yang cukup 1 bulan 1x saja di kostannya sampai sekarang

author