Cerita Sex: Perawan Memang Menawan Janda Sungguh Menggoda

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita – Perawan Memang Menawan Janda Sungguh Menggoda, Kita berdua telentang di jok kita masing-masing, dengan kemaluan kita yg masih terbuka. Kita saling berpandangan dan tersenyum puas. Tangan kanan Neng Rini meremas tangan kiriku, aQu tidak tahu apa artinya, apakah ucapan terima kasih, pujian ataukah janji untuk mengulangi lagi apa yg telah kita laQukan. Sesudah istirahat sejenak, Neng Rini mengambil tisue dan membersihkan cairan kental yg belepotan di perut dan kemaluanku. Neng Rini membersihkannya secara mesra dan terkadang bercanda dengan mencoba meremas dan membangunkan kembali Turpedo aQu.

cerita sex

“Neng. Jangan digoda lagi lho, kalo ngamuk lagi gimana..?” kataQu bercanda.

“Coba aja kalo berani, siapa taQut..!” jawabnya sambil menirukan iklan di TV. Sesudah membersihkan kemaluanku, dia juga membersihkan kemaluannya dengan tisue, dan memakai kembali CELANA DALAM-nya, merapihkan rok, blus dan BH-nya yg kusut. Sementara aQu juga merapihkan kembali celana aQu. Dia menyisir rambutnya, dan merapikan kembali riasan wajahnya, sambil melirik dan tersenyum ke aQu penuh bahagia.

“Neng.., besok tetap lho ya jam sepuluh pagi. ” aQu mengingatkan.

“Pasti donk, mana sih yg gag pengin sarang burungnya dimasukin burung. ” canda dia.

“Apalagi sarangnya sudah kosong lama ya Neng..?” godaQu.

“Pasti enak kok kalo udah lama. ” jawab dia. Sesudah kita semua rapih, Neng Rini aQu antar pulang dengan tetap berdekapan, dia tertidur di dadaQu, tangan kiri aQu untuk mendekap dia dan tangan kanan aQu untuk pegang stir. Sesampainya di rumah Neng Rini, cuaca masih gerimis. Neng Rini menawarkan untuk mampir sebentar di rumah.

“Soon…, masuk dulu yuk..! aQu buatkan kopi hangat kesukaanmu. ” ajak Neng Rini.

“Oke dech, aQu parkir dulu mobilnya ya..?”

Sampai di dlm rumah Neng Rini, ternyata Ratno tidak ada. Menurut Bi Atik, pembantu Neng Rini, katanya Ratno hari ini tidak pulang, karena diminta atasannya dinas ke luar kota.

“Soon…, ternyata Ratno malam ini gag pulang. Kamu tidur aja disini, di kamar Ratno. ” pinta Neng Rini sambil senyum penuh arti. aQu tahu kemana arah pembicaraan Neng Rini.

“Gag mau kalo tidur di kamar Ratno, aQu taQut sendirian. ” godaQu.

“Emangnya taQut sama siapa..?”

“Ya taQut kalo Neng Rini nanti gag nyusul ke kamarku. “

“Ssstt..! Jangan keras-keras, nanti ada yg denger. ” Neng Rini cemberut, taQut kalo ada yg dengar.

“Ya udah, aQu tidur sendiri di kamar Ratno, kalo nanti malam aQu dimakan semut, jangan heran lho Neng..!” aQu pura-pura merajuk.

“Gag usah ribut, mandi sana dulu, nanti malam kalo semua orang udah pada tidur, kamu boleh nyusul aQu ke kamar, gag aQu kunci kamarku. ” bisik Neng Rini pelan.

“Siip dach..!” aQu ceria dan langsung pergi mandi.

Habis mandi, tubuh aQu terasa segar kembali. aQu langsung pergi ke kamar, pura-pura tidur. Tetapi di dlm kamar aQu membaygkan apa yg akan aQu laQukan nanti sesudah berada di kamar Neng Rini. aQu akan bercinta dengan orang yg sudah bertahun-tahun aQu idamkan. Jam di kamar aQu menunjukkan pukul 12:30 malam. Kudengarkan kondisi di luar kamar sudah kelihatan sepi. Tidak terdengar suara apapun. TV di ruang keluarga juga sudah dimatikan Bi Atik kira-kira jam 11 tadi. Bi Atik adalah orang yg terakhir nonton TV sesudah acara Srimulat yg merupakan acara kegemaran Bi Atik.

Untuk mempelajari suasana,aQu keluar pura-pura pergi ke kamar mandi. sesudah benar-benar sepi, aQu mengendap-endap masuk ke kamar Neng Rini. Lampu di kamar Neng Rini remang-remang. Neng Rini tidur telentang dengan mengenakan daster tipis yg semakin memperindah lekuk tubuh Neng Rini. Tubuh Neng Rini yg mungil tapi padat berisi, terlihat tampak sempurna dibalut daster tersebut. Dengan tidak sabar aQu dekap tubuh Neng Rini yg sedang telentang bagaikan landasan yg sedang menunggu pesawatnya mendarat. Neng Rini aQu dekap hanya tersenyum sambil berbisik,

“Sudah gag sabar ya..?”

“Ya Neng, perasaan waktu kok berjalan pelaan sekali..”aQu cium belakang telinganya yg mungil dan ranum, setelah itu ciuman aQu bergeser ke pipinya dan akhirnya ke bibirnya yg mungil dan juga ranum. Kedua tangan Neng Rini mendekap erat di leher aQu. Tangan aQu yg kiri aQu letakkan di bawah kepala Neng Rini untuk merangkulnya. Sedangkan tangan kanan aQu gunakan untuk membelai dan melingkari sekitar susunya. Dan dengan perlahan dan lembut, telapak tangan aQu gunakan untuk meremas-remas lingkaran luar buah dadanya, dan ternyata Neng Rini sudah tidak memakai BH lagi.

Erangan-erangan lembut Neng Rini mulai keluar dari bibirnya, sedangkan kedua kakinya bergerak-gerak menandakan birahinya mulai timbul. Remasan-remasan tanganku di seputar susunya mendapatkan reaksi balasan yg cukup baik,gairahsex.com karena kekenyalan susu Neng Rini kelihatan semakin bertambah. Tangan kanan aQu geserkan ke bawah, sebentar mengusap perutnya, beralih ke pusarnya, dan akhirnya aQu gunakan untuk mengusap kemaluannya. Ternyata Neng Rini juga sudah tidak memakai CELANA DALAM, sesampai kemaluannya yg bulat dan mononjol, dan kelembutan rambut kemaluannya dapat aQu rasakan dari luar dasternya.

Kedua kakinya semakin melebar, memberikan kesempatan seluas-luasnya tangan aQu untuk membelai-belai kemaluannya. Ciuman aQu beberapa saat mendarat di bibirnya, setelah itu aQu alihkan turun ke lehernya, ke belakang telinganya,gairahsex .com dan akhirnya turun ke bawah, melewati celah di bukit kembarnya. aQu ciumi lingkaran luar bukit kembarnya, sebelum akhirnya menyiumi puting susunya yg sudah mengacung. Saat lidah aQu menyium sampai ke putingnya, nafas Neng Rini kelihatan mengangsur, menunjukkan kelegaan.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Malangnya Nasib SPG Sombong

“Uuuccghh.. Jasonn..!”Tali daster yg menggantung di pundaknya, aQu pelorotkan sesampai menyembullah kedua bukit kembarnya yg kenyal, dengan kedua putingnya yg sudah mengacung dan tegang.

aQu ciumi sekali lagi kedua bukit kembarnya, dan aQu jilati putingnya dengan lidah. Sementara kedua jari dari tangan kanan aQu secara bersamaan membelai-belai kedua selangkangannya, yg terkadang diselingi dengan usapan kemaluan luarnya dengan telapak tangan kanan aQu. Belaian ini memberikan kehangatan di bibir kemaluannya, selain untuk meningkatkan rasa penasaran liang senggamanya. Jari tengah aQu gunakan untuk mebelai-belai bibir luar kemaluannya yg sudah sangat basah. aQu usap klitorisnya dengan lembut dan pelan dengan menggunakan ujung jari, membuat Neng Rini semakin menikmati belaian lembut klitorisnya.

Bibir kemaluannya semakin merekah dan semakin basah. Lidahku masih menari-nari di kedua putingnya yg semakin keras, jilatan lidah aQu memberikan sensasi yg kuat bagi Neng Rini. Terbukti dia semakin erat meremas rambut aQu, deru nafasnya semakin memburu dan lenguhannya semakin kencang.

“Uuuccgghh.. Jasonn.. uugghh.. eennaaggkk..”aQu jilati kedua putingnya kanan dan kiri bergantian, sambil meremasi dengan lembut tetapi sedikit menekan kedua susunya dengan kedua tangan aQu. Sesudah aQu puas menciumi susunya, ciuman aQu geser ke arah perutnya, aQu jilati pusarnya, kembali Neng Rini sedikit menggelinjang, mungkin karena kegelian. Ciuman terus aQu geser ke bawah, ke arah pahanya, turun ke bawah betisnya, terus naik lagi ke atas pahanya, setelah itu ciuman aQu arahkan ke rambut kemaluannya yg lebat. Mendapat ciuman di rambut kemaluannya, kembali Neng Rini menggelinjang-gelinjang. aQu buka bibir kemaluannya yg merekah, aQu ciumi dan jilati seputar bibir kemaluannya, terus lidah aQu diusapkan ke klitorisnya, dan bergantian aQu gigit, terkadang aQu hisap klitorisnya.

Setiap sentuhan lidah aQu menjilat pada klitorisnya, tangan Neng Rini menjaneng rambut aQu. Kepalanya menggeleng-geleng, dengan dada yg dibusungkan, kedua kakinya mendekap erat leher aQu, dan kicaunya semakin tidak karuan,

“Uuuccgghh.. Jasonn.. uughh.. ggeellii.. uuff.. ggeellii.. seekkaallii..”Cairan yg keluar dari kemaluannya semakin banyak, bau khas liang senggamanya semakin kuat menyengat. Rintihan, lenguhan yg keluar dari mulut Neng Rini semakin kacau. Gerakan-gerakan tubuh, kaki dan gelengan-gelengan kepala Neng Rini semakin kencang. Dadanya tiba-tiba dibusungkan, kedua kakinya tegang dan menjepit kepala aQu. aQu mengerti kalo saat ini detik-detik orgasme akan segera melanda Neng Rini. Untuk memberikan tambahan sensasi kepada Neng Rini, maka kedua putingnya aQu usap-usap dengan kedua jari tangan, dengan mulut tetap menyedot dan menghisap klitorisnya, maka tiba-tiba,

“Aaauughh.. Jasonn aakk.. kkuu.. kkeelluuarr.. Aaacchh..!”aQu tetap menghisap klitorisnya. Dan dengan nafas masih terengah-engah, Neng Rini bangun dan duduk. “Ayo Jason.., gantian kamu tidur aja telentang..!” kata Neng Rini sambil menidurkan aQu telentang. Gantian Neng Rini telungkup di samping aQu. Tangannya yg lembut sudah mulai mengelus-elus gagang kemaluan aQu yg sudah sangat tegang. Mulutnya yg mungil mencium bibir, terus turun ke puting. aQu merasa sedikit kegelian saat dicium puting aQu.

Mulutnya terus turun mencium pusar, dan akhirnya aQu rasakan ada rasa hangat, basah dan sedikit sedotan sudah menjalar di Turpedo aQu. Ternyata Neng Rini mulai mengocok dan mengulum kejantanan aQu. Neng Rini mengulumnya dengan penuh nafsu. Matanya terpejam tetapi kepalanya turun naik untuk mengocok Turpedo aQu. Kepala kemaluan aQu dijilatinya dengan lidah. Tekstur lidah yg lembut tapi sedikit kasar, membuat seakan ujung jari kaki aQu terasa ada getaran listrik yg menjalar di seluruh kepala. Jilatan lidah di kepala Turpedo memang sangat enak. Aliran listrik terus menerus menjalar di sekujur tubuh aQu.

Kepala Neng Rini yg naik turun mengocok kejantanan aQu yg aQu bantu pegangi dengan kedua tangan. Kocokannya semakin lama semakin kuat, dan hisapan mulutnya seakan meremas-remas seluruh gagang keperkasaan aQu. Seluruh pori-pori tubuh aQu seakan bergetar dan bergolak. Getaran-getaran yg menjalar dari ujung kaki dan dari ujung rambut kepala, seakan mengalir dan bersatu menuju satu titik, yaitu ke arah Turpedo keperkasaan aQu.

Getaran-getaran tersebut makin hebat, akhirnya kemaluan aQu menjadi seolah tanggul yg menahan air gejolak. Lama-lama pertahanan kemaluanku seakan jebol, dan tiba-tiba aQu menjerit.

“Mmmbbakk Ningggruumm.. aaggkkuu kkelluuaarr..!”Mendengar aQu mengerang mau keluar, mulut Neng Rini tidak mau melepaskan gagang kejantanan aQu, tetapi malah kulumannya dipererat. Mulut Neng Rini menyedot-nyedot cairan yg keluar dari Turpedo aQu dengan lahapnya, seakan tidak boleh ada yg tersisa. Gagang kemaluan aQu dihisap-hisapnya seakan menghisap es lilin. Sensasinya sungguh sangat dahsyat. Ternyata Neng Rini sangat ahli dlm permainan oral. Nafas aQu sedikit tersengal, tubuh sedikit lemas, karena seakan-akan semua cairan yg ada di tubuh, mulai dari ujung kaki sampai dengan kepala, habis keluar tersedot oleh Neng Rini. Neng Rini tersenyum puas sambil menggoda,

“Gimana rasanya..?”

“Waduh.., Neng luar biasa..” jawabku sambil masih terengah-engah.

“Gag kalahkan dengan yg muda..?” kata Neng Rini dengan berbangga.

“Yaa jelas yg lebih pengalaman donk yg lebih nikmat.” Kita istirahat sejenak sambil minum. Tetapi ternyata Neng Rini memang luar biasa. Baru istirahat beberapa menit, tangannya sudah mulai bergerak-gerak di perut, di paha dan di selangkangan aQu, membuat rasa geli di sekujur tubuh.

cerita sex

Tangannya kembali meremas-remasgagang kemaluan aQu. Karena masih darah muda, maka hanya sedikit sentuhan, kemaluan aQu langsung berdiri dengan gagahnya mencari sasaran. Melihat gagang keperksaan aQu dengan cepatnya berdiri lagi, wajah Neng Rini kelihatan berseri-seri. Sambil tangannya tetap mengocoknya, kita saling berciuman. Bibir Neng Rini yg mungil memang sangat merangsang semua laki-laki yg melihatnya. Ciuman yg lembut dengan usapan-usapan tangan aQu ke arah putingnya, membuat birahi Neng Rini juga cepat naik. Putingnya seakan-akan menjadi tombol birahi. Begitu puting Neng Rini disenggol, lenguhan nafasnya langsung mengencang, kedua kakinya bergerak-gerak, pertanda birahinya menggebu-gebu. aQu usap liang senggamanya dengan tangan, ternyata liang kenikmatan Neng Rini sudah sangat basah.

“Gila bener cewek ini, cepet sekali birahinya.., ” pikir aQu dlm hati. Neng Rini menarik-narik punggung aQu, seakan-akan memberi kode supaya senjata Turpedo aQu segera dimasukkan ke sarangnya yg sudah lama tidak dikunjungi burung pusaka.

“Ayo dong “Soonn…, Cepetan, Neng sudah gag tahan nich..!”Alat vitalku sudah semakin tegang, dan aQu sudah tidak sabar untuk merasakan kemaluan Neng Rini yg mungil. aQu sapukan perlahan-lahan kepala kejantanan aQu di bibir kemaluannya. Kelihatan sekali kalo Neng Rini menahan nafas, tandanya agak sedikit tegang, seperti gadis yg baru pertama kali main senggama. Sesudah menyapukan kepala Turpedo aQu beberapa kali di bibir kenikmatannya dan di klitorisnya. Akhirnya aQu masukkan burung aQu ke sarangnya dengan sangat perlahan.

Kedua tangan Neng Rini meremas pundak aQu. Kepalanya sedikit miring ke kiri, matanya terpejam dan mulutnya sedikit terbuka sangat seksi sekali, tandanya Neng Rini sangat menikmati proses pemasukan gagang kejantanan aQu ke liang senggamanya. Lenguhan lega terdengar saat kepala kemaluanku membentur di dasar liang kenikmatannya. aQu diamkan beberapa saat Turpedo aQu terbenam di liang senggamanya untuk memberikan kesempatan kemaluan Neng Rini merasakan Turpedo kenikmatan dengan baik.

aQu pompakan gagang kejantanan aQu ke liang senggama Neng Rini dengan metode 10:1, yaitu sepuluh kali tusukan hanya setengah dari seluruh panjang gagang kejantanan aQu, dan satu kali tusukan penuh seluruh gagang kejantanan aQu sampai membentur ujung rahimnya. Metoda ini membuat Neng Rini merancau tidak karuan. Setiap kali tusukan aQu penuh sampai ujung, aQu kocok-kocokkan kejantanan aQu beberapa lama, akhirnya aQu rasakan kaki Neng Rini melingkar kuat di pinggang aQu. Kedua tangannya mencengkram punggung aQu, dan dadanya diangkat membusung, seluruh tubuhnya tegang mengencang, diikuti dengan lenguhan panjang,

“Aaacchh.. aauugghh.. Jasonn.. aakku.. kkeelluuaa.. aa.. rr..!”Gagang kemaluan aQu terasa sangat basah dan dicengkram sangat kuat. Merasakan remasan-remasan pada Turpedo aQu yg sangat kuat, membuat pertahana

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Berani Berbuat Hal Nakal Ketika Aku ditinggal Berdua dengan Supir
n aQu juga seakan makin jebol dan akhirnya,

 

“Ccrroot.. croot.. crrot..!” aQu juga keluar. Sesudah permainan itu, aQu sering melaQukan hubungan seks berkali-kali, bisa seminggu dua kali aQu melaQukan hubungan seks dengan Neng Rini. Ternyata nafsu seks Neng Rini cukup besar, kalo satu minggu aQu tidak bermain seks dengan Neng Rini, pasti Neng Rini akan main ke rumah, ataupun sesudah bekerja, dia akan menelpon aQu di kantor untuk meminta jatah. aQu melaQukan hubungan seks dengan Neng Rini bisa dimana saja, asal tempatnya memungkinkan. Baik di rumah aQu, di rumah dia, di hotel, di mobil, di garasi, di kamar mandi sambil berendam di bath-tub, di dapur sambil berdiri, bahkan aQu pernah bermain seks di atas kap mesin mobil aQu. Ternyata berhubungan seks itu kalo dengan perasaan agak taQut dan terkadang tergesa-gesa, memberikan pengalaman tersendiri yg cukup mengasyikkan.

author