Cerita Sex : Perkosaan Pengobat Rindu

No comment 1467 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita – aku adalah wanita berumur 25 tahun, sekarang aku tinggal sendirian di rumahku yg terletak di salah satu komplek yg disebut sebagian orang sebagai komplek orang berduit di wilayah Jakarta. aku adalah janda tanpa anak, suamiku telah meninggal enam bulan yg lalu karena kecelakaan.
Cerita Dewasa Saat itu usia perkawinan kami baru menginjak tahun kedua. Rumah yg kutempati
ini adalah hadiah perkawinan untukku, suamiku membeli rumah ini atas namaku. “Sebagai bukti
ketulusan saygku padamu” katanya.

Rumah-rumah di komplekku terbilang saling berjauhan karena masing-masing rumah memiliki
pekarangan yg luas. Hidup di Jakarta menyebabkan aku juga tak begitu mengenal tetanggaku.
Kami masing-masing memiliki kehidupan sendiri-sendiri.

Sering aku merasa kesepian tinggal sendiri di rumah ini, tapi aku tak mau menggunakan jasa
pramuwisma, aku ingin mengerjakan pekerjaan rumahku sendiri. Alasanku pada mama sih biar
aku ada kesibukan di rumah, rasanya lebih enjoy kalau semua dikerjakan sendiri.

Malam itu aku pulang agak larut karena baru pulang dari acara ulang tahun kawanku. Setelah
mengunci pintu depan aku mencari-cari kontak lampu karena suasana rumahku masih gelap.
aku berangkat dari tadi siang untuk bantu-bantu di acara ulang tahun tersebut. Begitu lampu
menyala, aku langsung menuju kamarku untuk mengganti baju yg kotor.

aku melepaskan seluruh pakaianku lalu menyimpan baju kotorku di keranjang yg memang
kusediakan di kamar untuk pakaian kotor. Sungguh aku sekarang telanjang bulat. aku merasa
sendiri di rumahku sehingga aku merasa bebas walaupun ke ruang tengah atau ke dapur
dalam keadaan telanjang.

aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku. Selesai mandi rasanya tubuhku
terasa segar. Kemudian duduk santai menonton TV di ruang tengah sembari minum susu hangat.
aku hanya melilitkan handuk pada tubuhku, sembari mengeringkan rambutku dgn kipas angin aku
buka channel TV sana-sini. Acaranya tak ada yg menarik hatiku.

Iseng-iseng aku menonton film BF koleksi suamiku. aku pernah protes padanya karena dia
menonton film begituan. Dia hanya tersenyum dan mengatakan bahwa dia mencari style
bercinta untukku. Di film itu pria bule sedang mencumbu seorang wanita asia yg kelihatannya
begitu menikmati cumbuan dari pri bule. aku sedikit terangsang melihat adegan itu,
seandainya suamiku masih ada….

aku melepaskan handuk yg melilit tubuhku, lalu mengelus-elus buah dadaku sendiri dgn lembut.
Buah dadaku memang tak begitu besar, tapi suamiku selalu memujiku dgn sebutan montok. Untuk
urusan mengurus tubuh, aku memang agak telaten. Karena bagiku kecantikan wanita dan
kemulusan tubuh itu adalah harga mati. aku tak menyadari sama sekali kalau ada sepasang mata
yg memperhatikan kegiatanku

Kuelus-elus buah dadaku dgn lembut hingga terus terang menimbulkan rangsangan tersendiri
bagiku. Libidoku tiba-tiba datang dan hasratku jadi memuncak, rasanya aku ingin berlama-lama,
matakupun tak terasa mulai sayu merem melek merasakan rangsangan.

Kali ini bukan lagi belaian yg kulakukan, tapi aku sudah mulai melakukan remasan ke buah
dadaku. Kupilin-pilin puting susuku dgn menggunakan ibu jari dan jari telunjukku. Nikmat sekali
rasanya. Tanganku perlahan-lahan turun mengelus-elus selangkanganku. Saat jari-jariku
mengenai bibir-bibir kemaluanqu, aku pun merasakan darah yg mengalir di tubuhku seakan
mengalir lebih cepat daripada biasanya.

aku terangsang sekali, lubang kemaluanqu sudah dibanjiri oleh lendir yg keluar membasahi bibir
kemaluanqu. Lalu jari-jariku kuarahkan ke klitorisku. Kutempelkan dan kugesek-gesek klitorisku
dgn jariku sendiri hingga aku pun tak kuasa membendung gejolak dan hasratku yg semakin
menggebu. Tubuhku melengkung merasakan kenikmatan, kukangkangkan pahaku semakin
lebar. Jari tengah dan telunjuk tangan kiriku kupakai untuk menyibak bibir kemaluanqu sembari
menggesek-geseknya. Sementara jari tengah dan telunjuk tangan kananku aktif menggosok-
gosok klitorisku.

Kualihkan jari tangan kananku ke arah lipatan kemaluanqu. Ujung jariku mengarah ke pintu
masuk lubang kenikmatanku, kusorongkan sedikit masuk ke dalam. Lubang kemaluanqu sudah
benar-benar basah oleh lendir yg licin hingga dgn mudahnya menyeruak masuk ke dalam lubang
kemaluanqu. Kini jari tangan kiriku sudah tak perlu lagi menyingkap bibir kemaluanku lagi
hingga kualihkan tugasnya untuk menggesek-gesek klitorisku.

Kukocokkan jari tangan kananku keluar masuk lubang kemaluanqu. Jari-jariku menyentuh dan
menggesek-gesek dinding kemaluanqu bagian dalam, ujung-ujung jariku menyentuh G-spot,
punggung dan kepalaku jadi tersandar kuat pada sofa di ruang tengah, seakan-akan tubuhku
melayg-layg dgn kenikmatan tiada tara.

aku sudah benar-banar mencapai puncaknya untuk menuju klimaks saat ada sesuatu yg rasanya
akan meledak keluar dari dalam rahimku, ini pertanda aku akan segera mencapai orgasme.
Gesekan jari tangan kiri di klitorisku makin kupercepat lagi, demikian pula kocokan jari tangan
kanan dalam kemaluanqu pun makin kupercepat pula. Untuk menyongsong orgasmeku yg
segera tiba, kurasakan kedutan bibir kemaluanqu yg tiba-tiba mengencang menjepit jari-jariku
yg masih berada di dalam lubang senggamaku.

Bersamaan dgn itu aku merasakan sesekali ada semburan dari dalam yg keluar membasahi dinding
kemaluanqu. aku serasa sedang kencing namun yg mengalir keluar lebih kental berlendir, itulah
cairan maniku yg mengalir deras.

“AHH……..” aku terpekik, lalu tubuhku bergetar hebat. Setelah beberapa detik baru terasa tubuhku
seperti lemas sekali. Mataku terpejam sembari menikmati rasa indah yg menjalar di sekujur
tubuhku, tiba-tiba tersa ada benda dingin menempel di leherku. Mataku sedikit terbuka, lalu…..

” Diam atau lehermu akan terluka.” Suara seorang laki-laki terdengar mengejutkanku. Jantungku
rasanya hampir berhenti menyadari ada pria yg menempelkan pisau ke leherku, dan aku dalam
keadaan telanjang……..

aku terdiam tak berdaya ketika dia berusaha mengikat tanganku. aku takut kalau dia merasa
terancam, maka dia akan membunuhku. Matanya jelalatan melihat tubuhku yg tak tertutup sehelai
kain. Terbersit penyesalan dalam hatiku, kenapa aku sangat gegabah. Bagaimana dia masuk ke
dalam rumah ini, dan apa yg akan mereka lakukan. Segala macam perasaan dalam diriku saat itu.

“He.. he.. he… cantik, ijinkan aku untuk membantumu menyelesaikan hasrat terpendam
dalam dirimu.” Lelaki itu duduk disampingku.

“Nah cantik…. Sekarang Abang akan memuaskanmu.” Laki-laki yg memanggil dirinya Abang
kemudian dgn kalemnya dia raih tangan dan pinggangku untuk memelukku. Antara takut dan
marah, aku masih berontak dan berusaha melawan. Kutendangkan kakiku ke tubuhnya
sekenanya, namun.. Ya ampuunn.. Dia sangat tangguh dan kuat bagiku.

Lelaki itu berpostur tinggi pula dan mengimbangi tinggiku, dan usianya yg aku rasa tak jauh beda
dgn usia suamiku disertai dgn otot-otot lengannya yg nampak gempal saat menahan tubuhku yg
terus berontak.

Dia lalu menyeretku menuju ke kamar tidurku. aku setengah dibantingkannya ke ranjang. Dan
aku benar-benar terbanting. Dia ikat tanganku ke backdrop ranjang itu. aku meraung, menangis
dan berteriak sejadi-jadinya, tapi hanya terdengar gumaman dari mulutku karena mereka
membekap mulutku. hingga akhirnya, sehingga aku menyadari tak ada gunanya lagi berontak
maupun berteriak. Sesudah itu dia tarik tungkai kakiku mengarah ke dirinya. Dia nampak berusaha
menenangkan aku, dgn cara menekan mentalku, seakan meniupi telingaku. Dia berbisik dalam
desahnya,

“Ayolah cantik, jangan lagi memberontak. Percuma khan, jarak antar rumah di komplek ini cukup
berjauhan. Lagian kalaupun ada yg tahu mereka tak akan berani menggangu”.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Kusetubuhi Calon Menantuku Sebelum Menikah

aku berpikir cepat menyadari kata-katanya itu dan menjadi sangat khawatir. Laki-laki ini seakan-
akan sengaja memperhitungkan keadaan. Kemudian dgn tersenyum dia benamkan wajahnya ke
ketiakku. Dia menciumi, mengecup dan menjilati lembah-lembah ketiakku. Dari sebelah kanan
kemudian pindah ke kiri. Menimbulkan rasa geli sekaligus membangkitkan gairah. Tangan-tangannya
menjamah dan menelusup kemudian mengelusi pinggulku, punggungku, dadaku. Tangannya juga
meremas-remas susuku. Dgn jari-jarinya dia memilin puting-puting susuku. Disini dia melakukannya
mulai dgn lembut dan demikian penuh perasaan. Bajingan! Dia pikir bisa menundukkan aku dgn
caranya yg demikian itu. aku terus berontak dalam geliat.. Namun aku bagaikan mangsa yg siap
diterkam.

aku sesenggukan melampiaskan tangisku dalam sepi. Tak ada suara dari mulutku yg tersumpal. Yg
ada hanya air mataku yg meleleh deras. aku memandang ke-langit-langit kamar. aku merasa sakit
atas ketak adilan yg sedang kulakoni. Kini lelaki itu menatapku. aku menghindari tatapan matanya.
Dia menciumi pipiku dan menjilat air mataku,

“Kamu cantik banget….. ” dia berusaha menenangkanku.

Dia juga menciumi tepian bibirku yg tersumpal. Tangannya meraba pahaku dan mulai meraba-raba
kulitku yg sangat halus karena tak pernah kulewatkan merawatnya. Lelaki ini tahu kehalusan kulitku.
Dia merabanya dgn pelan dan mengelusinya semakin lembut. Betapa aku dilanda perasaan malu yg
amat sangat. Hanya suamiku yg melihat auratku selama ini, tiba-tiba ada seorang lelaki asing yg
demikian saja merabaiku dan menyingkap segala kerahasiaanku.

aku merasakan betisku, pahaku kemudian gumpalan bokongku dirambati tangan-tangannya.
Pemberontakanku sia-sia. Wajahnya semakin turun mendekat hingga kurasakan nafasnya yg
meniupkan angin ke selangkanganku. Lelaki itu mulai menenggelamkan wajahnya ke
selangkanganku.

” Ah…..” Bukan main. Belum pernah ada seorangpun berbuat macam ini padaku. Juga tak begini
suamiku selama ini. aku tak kuasa menolak semua ini. Segala berontakku kandas. Kemudian aku
merasakan lidahnya menyapu pori-pori selangkanganku.

Lidah itu sangat pelan menyapu dan sangat lembut. Darahku berdesir. Duniaku seakan-akan
berputar dan aku tergiring pada tepian samudra yg sangat mungkin akan menelan dan
menenggelamkan aku. aku mungkin sedang terseret dalam sebuah arus yg sangat tak
mampu kulawan. aku merasakan lidah-lidah lelaki ini seakan menjadi seribu lidah. Seribu
lidah lelaki ini menjalari semua bagian-bagian rahasiaku. Seribu lidah lelaki inilah yg menyeretku
ke tepian samudra kemudian menyeret aku untuk tertelan dan tenggelam. aku tak bisa pungkiri.
aku sedang jatuh dalam lembah nikmat yg sangat dalam.. aku sedang terseret dan tenggelam
dalam samudra nafsu birahiku. aku sedang tertelan oleh gelombang nikmat syahwatku yg telah
enam bulan tak terlampiaskan semenjak sua miku meninggal.

Dan saat kombinasi lidah yg menjilati selangkanganku dan sesekali dan jari-jari tangannya yg
mengelusi paha di wilayah puncak-puncaknya rahasiaku, aku semakin tak mampu
menyembunyikan rasa nikmatku. Isak tangisku terdiam, berganti dgn desahan dari balik kain
yg menyumpal mulutku. Dan saat kombinasi olahan bibir dan lidah dipadukan dgn bukan lagi
sentuhan namun remasan pada kemaluanku, desahanku berganti dgn rintihan yg penuh derita
nikmat birahi.

Laki-laki itu tiba-tiba mrenggut sumpal mulutku.Dia begitu yakin bahwa aku telah tertelan dalam
syahwatku.

“Ayolah, sayg.. mendesahlah.. merintihlah.. Puaskan aku…..”

aku mendesah dan merintih sangat histeris. Kulepaskan dgn liar derita nikmat yg
melandaku. aku kembali menangis dan mengucurkan air mata. aku kembali berteriak
histeris. Namun kini aku menangis, mengucurkan air mata dan berteriak histeris beserta
gelinjang syahwatku. aku meronta menjemput nikmat. aku menggoyg-goygkan pinggul
dan bokongku dalam irama nafsu birahi yg menerjangku.

aku tak mampu mengendalikan diriku lagi. aku bergoncang-goncang mengangkat bokongku untuk
mendorong dan menjemputi bibirnya karena kegatalan yg amat sangat pada kemaluanku dilanda
nafsu birahi. Dan kurasakan betapa kecupan dan gigitan lidah lelaki ini membuatku seakan-akan
menggigil dan gemetar lupa diri.

“Masukin… bang.. auh… aku gak tahan…..” aku mendesah tak karuan. Akhirnya karena tak
mampu aku menahannya lagi aku merintih.

Rintihan itu membuat lelaki itu mendekatkan wajahnya ke wajahku hingga bisa kuraih
bibirnya. aku rakus menyedotinya. aku berpagut dgn pemerkosaku. aku melumat
mulutnya. aku benar-benar dikejar badai birahiku. aku benar-benar dilanda gelombang syahwatku.

aku betul-betul tak sabar menunggu dia melepas pakaiannya. aku masih berkelojotan
diranjang. Dan kini aku benar-benar menunggu lelaki itu memasukkan kemaluannya ke
kemaluanku pula. aku benar-benar berharap karena sudah tak tahan merasakan badai
birahiku yg demikian melanda seluruh organ-organ peka birahi di tubuhku. Tiba-tiba aku
merasakan sesuatu yg sama sekali diluar dugaanku. aku sama sekali tak menduga, karena
memang aku tak pernah punya dugaan sebelumnya. Kemaluan lelaki ini demikian gedenya.

Rasanya ingin tanganku meraihnya, namun belum lepas dari ikatan dasi di backdrop ranjang
ini. Yg akhirnya kulakukan adalah sedikit mengangkat kepalaku dan berusaha melihat
kemaluan itu. Ampuunn.. Sungguh mengerikan. Rasanya ada pisang ambon gede dan
panjang yg sedang dipaksakan untuk menembusi kemaluanku. aku menjerit tertahan. Tak
lagi aku sempat memandangnya.

Lelaki ini sudah langsung menerkam kembali bibirku. Dia kini berusaha menjulurkan lidahnya di
rongga mulutku sembari menekankan kemaluannya untuk menguak bibir kemaluanqu. Kini
aku dihadapkan kenyataan betapa besar kemaluan di gerbang kemaluanku saat ini. aku
sendiri sudah demikian dilanda birahi dan tanpa malu lagi mencoba merangsekkan lubang
kemaluanku.Cairan-cairan kewanitaanku membantu kemaluan itu memasuki kemaluanku.

“Blesek……..Blesek………. Ohh…… Kenapa sangat nikmat begini…….. Oh aku sangat
merindukan kenikmatan ini…..” aku semakin meracau.

Sensasi cengkeraman kemaluanku pada bulatan keras batang besar kemaluan lelaki ini
sungguh menyuguhkan fantasy terbesar dalam seluruh hidupku selama ini. aku rasanya
terlempar melayg kelangit tujuh. aku meliuk-liukkan tubuhku, menggeliat-liat, meracau
dan mendesah dan merintih dan mengerang dan.. aku bergoncang dan bergoyg tak
karuan…. Orgasmeku dgn cepat menghampiri dan menyambarku. aku kelenger dalam
kenikmatan tak terhingga.. aku masih kelenger saat dia mengangkat salah satu tungkai kakiku
untuk kemudian dgn semakin dalam dan cepat menggenjoti hingga akhirnya muntah dan
memuntahkan cairan panas dalam rongga kemaluanku.

“Auh………. AHH…… ” aku menjerit merasakan gelombang-gelombang listrik kenikmatan
menjalar di sekujur tubuhku.

Kami langsung roboh. Hening sesaat. Aneh, aku tak merasa menyesal, tak merasa khawatir,
tak merasa takut. Ada rasa kelapangan dan kelegaan yg sangat longgar. aku merasakan
seakan menerima sesuatu yg sangat aku rindukan selama ini. Apakah aku memang hipersex
atau memang karena lelaki ini memang tangguh dan pandai bercinta. Ah aku tak mau berfikir
lagi.. akupun tertidur kelelahan.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Aku Mau Jadi Budaknya

Besok pagi aku terbangun dgn tubuh sedikit pegal-pegal. Tak ada tanda-tanda dia masih ada
di rumah. Dan kuperiksa tak ada barang yg hilang. Apakah dia memang datang untuk
memperkosaku?…. kadang-kadang aku masih inigin melakukan hal yg sama. aku
merindukan kemaluannya yg telah membuatku mencapai kenikmatan tertinggi dalam bercinta.

author