Cerita Sex : Seketika Melemah

No comment 763 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita Banyak yang bilang kalau aku cantik, mungkin dari bawaan mamaku juga cantik, keluargaku biasa saja orangtuaku pekerja di kantor swasta, aku mempunyai saudara 2 laki laki semua , kakak pertamaku sudah bekerja , kakak kedua bekerja serabutan yang mana yang menghasilkan dia temui, sedangkan aku hanya penganggur setelah selesai kuliah.

4

Aku selalu di rumah membantu ibu dalam urusan rumah tangga. Aku jarang keluar. Sampai saat ini aku belum mempunyai kekasih karena ada suatu hal yang akan aku ceritakan sekarang ini. Keluargaku tidak ada masalah dalam hal ekonomi.

Ekonomi kami cukup walau tidak bisa lebih. Hanya saja ada satu hal yang sangat membebani perasaanku saat ini. Kurang lebih 5 bulan yang lalu awal dari beban perasaanku ini dimulai..

Waktu itu, 5 April 2015 pagi hari, ayah dan ibu serta Yoga sudah pergi kerja. Hanya Oky dan aku yang ada di rumah. Oky masih tiduran di kamarnya walau sudah bangun. Aku sendiri sedang menyapu di tengah rumah. Kulihat Oky bangkit dari ranjangnya dan segera keluar dari kamar.

“Masih ada makanan, tidak?” tanya sambil lewat.

Tak kusangka tangan Oky tiba-tiba meremas pantatku dari samping sambil lewat.

“Ihh.. Kamu ngapain sih!” aku membentak.

Oky hanya tersenyum dan segera ke kamar mandi. Aku pikir Oky hanya iseng menggoda aku. Tapi ketika Oky sudah selesai dari kamar mandi, tanpa sepengetahuanku tiba-tiba Oky memelukku dari belakang.

“Hei! Lepaskan aku!” aku berteriak sambil meronta.

Tapi Oky malah sengaja meremas buah dadaku dan menciumi leher dan tengkuk aku. Aku terus meronta, tapi pelukan Oky makin kuat.

“Diamlah, Des.. Sebentar saja,” bisik Oky di telingaku sambil tangannya tetap meremas buah dadaku.

Entah kenapa aku jadi lemah meronta. Malah aku rasakan ada perasaan aneh yang menjalari tubuhku. Antara mau dan tidak, aku biarkan tangan Oky meremas buah dadaku. Bahkan ketika Oky menyingkap dasterku dan tangannya masuk ke celana dalamku, aku biarkan tangannya meraba dan menelusuri belahan memekku.

“Mmhh…” aku mendesah dengan mata terpejam.

“Ke kamar, yuk?” bisik Oky tak lama kemudian.

Aku hanya bisa mengangguk. Oky lalu menarik tanganku ke kamarnya. Di dalam kamar, Oky dengan terburu-buru melepas semua pakaian yang melekat di tubuhku. Nafasnya terdengar cepat.

Aku diam saja diperlakukan demikian oleh kakakku. Entah kenapa gairahku bangkit diperlakukan demikian.. Nafsuku makin terangsang lagi ketika kulihat Oky melepas semua pakaiannya dan terlihat penisnya yang cukup besar dipenuhi bulu lebat berdiri dengan tegak.

Oky menghampiri, lalu mengecup bibirku. Aku langsung membalas ciumannya dengan hangat. Tangan Oky kembali bermain dan meremas buah dadaku. penisnya sesekali menyentuh memekku sehingga membuat darahku selalu berdesir.

“Ohh.. Ohh…” desahku ketika jari tangan Oky menyentuh memek dan menggosok-gosok belahan memekku. Aku sendiri langsung menggenggam penis Oky dan meremasnya pelan.

“Mmhh…” desah Oky sambil menggerakkan pinggulnya.

“Isepin penis aku, Des…” pinta Oky berbisik.

“Tidak mau ah, jijik…” kataku sambil terus mengocok penis Oky.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Fitri Perempuanku

“Ya sudah, masukkin langsung saja,” kata Oky sambil menarik tubuhku ke atas ranjang.

Tak lama tubuh Oky langsung menindih tubuhku. Diarahkan penisnya ke memekku lalu didesakannya pelan-pelan.

“Aww! Pelan dong, Ky…” jeritku pelan.

“Susah masuk nih…” kata Oky sambil terus berusaha memasukkan penisnya ke memekku.

“Aku masih perawan, Ky…” bisikku.

Oky tak menjawab. Dia terus berusaha menyetubuhiku.

“Bantuin dong…” bisik Oky.

Akupun segera menggenggam penis Oky. Aku arahkan kepala penisnya ke lubang memekku.
“Tekan pelan-pelan, Ky…” bisikku.

Oky mulai mendesakkan penisnya pelan.

“Aww.. Terus tekan pelan-pelan.. Aww…” kataku sambil agak meringis menahan perih ketika penis Oky mulai masuk ke memekku.

“Pelan, Ky.. Pelan.. Aww.. Aww.. Mmhh.. Ohh.. Terus, Ky…” bisikku lirih ketika penis Okyy sudah mulai keluar masuk memekku.

Oky terus memompa penisnya mulai cepat.

“Ohh…” desah Oky disela-sela gerakannya menyetubuhi aku.

“Kenapa kamu melakukan hal ini?” tanyaku sambil memeluk Oky.

“Karena aku sayang kamu, suka kamu…” jawab Oky sambil menatap mataku.

Aku diam. Tak terasa air mataku mengalir ke pipi..

“Kenapa kamu menangis?” tanya Oky sambil menghentikan gerakannya.

Aku diam sesaat. Mataku terpejam.

“Karena.. Sudahlah…” kataku sambil tersenyum.

Ada rasa tak menentu saat itu. Antara rasa sedih karena diperawani kakak kandung sendiri, dan juga gairah seks-ku yang sangat tinggi untuk disalurkan, dan entah perasaan apalagi saat itu yang ada di hatiku.

Aku lumat bibir Oky sambil menggerakkan pinggulku. Okypun segera membalas ciumanku sambil melanjutkan menggerakan penisnya keluar masuk memekku. Lama kelamaan perasaan tak menentu yang sempat hinggap di hatiku mulai menghilang, terganti oleh rasa sayang terhadap kakakku dan rasa nikmat yang sangat tak terhingga.

Tak lama aku rasakan Oky mulai menyetubuhiku makin cepat. Dengan mata terpejam didesakkannya penisnya dalam-dalam ke memekku.

“Ohh.. Aku mau keluar, Des…” kata Oky.

“Jangan keluarkan di dalam, Ky…” pintaku sambil menggerakan pinggulku makin cepat mengimbangi gerakan Oky.

Tak lama Oky segera mencabut penisnya dari memekku cepat-cepat. Lalu, crott! Crott! Crott! Air mani Oky menyembur banyak di atas perutku. Oky lalu bangkit dan duduk di pinggir ranjang. Diusap dan diremasnya buah dadaku. Akupun segera memegang dan menggenggam penis Oky yang sudah mulai lemas.

“Aku sayang kamu…” kata Oky sambil mencium kening dan mengecup bibirku.

Aku tersenyum.. Begitulah, sejak saat itu kami selalu bersetubuh setiap ada kesempatan. Aku sangat menikmati persetubuhan kami. Kedekatan dan keromantisan hubungan kami semakin hari semakin kuat.

Seringkali kami saling raba, saling remas bila sedang nonton televisi walau saat itu semua keluarga sedang kumpul. Aku nikmati itu setiap malam. Antara was-was kalau ketahuan dan rasa romantis serta nikmat, semua aku lakukan dengan suka hati.

Rasa sayang yang sangat besar bisa aku rasakan dari Oky. Apapun yang aku mau, atau apapun masalah yang aku hadapi, akan selalu dipecahkan dan dilalui bersama Oky. Kenikmatan dalam persetubuhan dengan Oky telah membawa aku ke suasana yang serba indah.

Dengan Oky pula aku bisa merasakan bagaimana nikmatnya melakukan oral seks. Bagaimana rasanya di jilat memek sampai orgasme, bagaimana rasanya menjilat dan menghisap penis sampai air mani Oky tumpah di dalam mulutku dan menelannya.

Untuk beberapa bulan kami nikmati “kegilaan” dalam hubungan asmara saudara sekandung. Entah sudah berapa banyak tempat yang kapai pakai untuk melampiaskan rasa sayang dan gairah dalam bentuk persetubuhan.

Sudah banyak penginapan dan hotel yang kami singgahi untuk bisa memacu desah dan birahi untuk meraih kenikmatan. Entah sudah berapa puluh kali aku menghisap penis dan menelan air mani Oky di dalam bioskop. Aku lakukan semua itu dengan perasaan bebas tanpa beban. Aku nikmati semua permainan yang kami lakukan.

Tapi ada satu hal yang mulai membebani hatiku saat ini. Aku mulai merasa berdosa atas hubunganku dengan kakak kandungku. Pernah aku bilang kepada Oky untuk menghentikan hubungan ini, dan mengatakan bahwa aku ingin membina hubungan dengan orang lain. Oky marah besar karenanya.

Dia mengatakan bahwa dia sangat sayang aku, dan tidak ada satu orang lelakipun yang boleh menyentuh aku. Bahkan pernah ada beberapa lelaki yang main ke rumah untuk menemui aku, tidak pernah lagi datang berkunjung karena Oky selalu ikut nimbrung ketika aku menemui mereka.

Oky selalu dengan ketus menimpali setiap ucapan mereka dengan ucapan yang menyindir dan menghina.

Hal lain adalah, aku tidak bisa menolak keinginan Oky untuk menyetubuhiku. Dan jujur saja kalau aku juga sangat menikmati cumbuan dia karena bisa memenuhi kebutuhanku untuk menyalurkan libido aku.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Asisten Pribadi Pujaan Hati

Sekarang aku bingung harus bagaimana. Aku ingin hidup normal dalam membina hubungan asmara dan ingin normal dalam menyalurkan kebutuhan seks aku, tapi tidak mau menyakiti hati kakakku karena aku sangat sayang dia. Aku ingin hidup normal. Tolonglah..

author