Cerita Sex : Selingkuh Sampai Hamil

No comment 32351 views

Jagobokep.comCersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita Dewasa –Cerita sex ini Berawal saat aku kuliah di Jogja dan aku mengontrak rumah dengan tipe 36, rumah yg cukup untuk seorang pria lajang seperti aku ini dan hanya tinggal sendirian, apalagi aku hanya seorang pendatang dikota jogja ini jadi aku belum mengenal seorang pun disini kecuali tetangga sebelah rumah kontakanku, sebut saja namanya Tante Tany, dia tinggal bersama suaminya yg benama Om Dimas, walaupun mereka orang pertama yg aku kenal disini, tapi mereka cukup baik kepadaku.

CVm1rVUVAAAc7tA

Mereka sudah tinggal disini sudah cukup lama, suami Tante Tany bekerja disebuah perusahaan swasta dibidang kontruksi bangunan di jogya dan mereka sudah menikah hampir 4 tahun lamanya, tapi belum diberikan keturunan sebuah anak satu apapun dari hasil hubungan selama 4 tahun, mungkin apa mereka berdua sudah merencankan apa belum tapi aku tdk memikirkan keluarga mereka yg penting dia berdua sudah cukup baik kepadaku.

Singkat cerita kebetulan hari senin aku libur kuliah dan aku habiskan bersantai dirumah, sambil buka buka internet laptopku yg ada didalam kamar sambil browsing kesitus film-film dewasa, aku buka situs langgananku xhamster, begitu film kesenanganku aku buka dan kutonton satu-persatu yg telah tersedia, aku ngak sadar kalau film yg aku tonton ternyata aku setting dengan suara yg lumayan keras karena aku pikir dirumah tdk ada orang yg mendengarnya selain aku sendiri.

Hampir satu jam aku menonton film xxx di internet, selesai aku menonton aku pergi kedepan teras rumah untuk menghisap satu batang rokok sambil duduk bersantai dikursi, baru dua kali hisapan rokok, aku melihat ke samping rumah kontrakanku, ternyata tetanggaku Tante Tany sedang menyiram bunga.

“Met siang Tante Tany, tumben nih siang-siang nyiram?” tegurku kepadanya.

“Siang juga Mas Riki, Ya nih tadi kelupaan saat lagi asyik masak didapur…” Jawab Tante Tany.

“Tumben kamu ngak kuliah”. Tante Tany balik menayaiku.

“Ya nih Tante aku lagi libur kuliah, jadi aku nyante saja dirumah”.

“Mas Riki tadi waktu lagi masak didapur, Tante dengar disebelah kok ada suara yg mendesah-desah emang ada apa ya?” pertanyaan Tante Tany membuat aku sedikit kebingungan.

“Suara desah apa ya Tan, Riki jadi bingung” apa mungkin tadi aku waktu nyetel film bokep dikomputer aku setel dengan settingan keras, waduh kalau ternyata itu jadi malu dengan Tante Tany.

“Seperti orang lagi mendesah kenikmatan itu lho Gus….”. jawab Tante Tany sambil tersenyum kepadaku.

“Ah Tante ….Jadi Tante mendengernya tadi…Riki jadi malu”.

“Kenapa malu emang siapa yg bikin malu apalagi kamu sudah dewasa, hal yg kayak begituan sudah hal yg biasa buat Tante”.

Setelah selesai menyiram bunga, dia pamit untuk pergi mandi, dan aku segera kembali masuk kedalam kamar sambil membayangkan tubuh Tante Tany sedang mandi. Tak lama kemudian saat membayangkan Tante Tany, tiba-tiba telpon rumahku berbunyi dan begitu aku angkat ternyata Tante Tany yg menelponku, dia minta tolong untuk memasangkan lampu kamarnya. Begitu telpon aku tutup aku segera kerumah Tante Tany untuk mebantunya memasang lampu.

Begitu sampai dirumahnya Tante Tany aku disugguhkan pemandangan yg sungguh membikin gairah kelaki-lakianku menjadi bergairah melihat Tante Tany yg hanya memakai daster satin berwarna putih dengan dua tali kecil dipundaknya dan bawahan hanya seatas lutut dengan bentuk daster yg sangat longgar sekali, betuk belahan dadanya sangat terlihat jelas seakan-akan mau loncat keluar, apalagi bentuk putting susunya sangat terlihat jelas sekali dua tonjolan yg menempel keluar dikain satin dasternya, sungguh aku tdk bisa menahan lagi gairahku yg benar-benar sudah tak dapat lagi menahan rasa ingin bisa bermain seks dengan Tante Tany.

Masuk dong Riki…sorry ya ngerepoti kamu soalnya tadi Mas Dimas lupa mengganti lampunya dan setelah menunjukan lampu yg akan diganti didalam kamarnya, aku langsung naik keatas kursi yg telah disiapkan oleh Tante Tany, lampu yg mati langsung aku ganti dengan lampu barunya, begitu lampu yg baru diberikan oleh Tante Tany yg berada diposisi bawah kursi, tampak jelas sekali pemandangan yg sungguh indah lagi terlihat jelas dihadapanku dari atas kursi, bentuk buah dadanya yg tanpa memakai Bra itu terlihat indah sekali hingga membuatku menjadi melamun sebentar.

“Riki….kok jadi melamun sih, nanti lampunya bisa jatuh liat apa sih Riki?” sambil berkata itu Tante Tany hanya tersentum kecil kepadaku.

“Ngak ada Tante hanya melihat yg keindah yg jarang Riki lihat”,

“Aduh-aduh kamu itu Riki… baru liat sedikit saja sudah ngak ngelamun seperti itu, bagaimana kalau….?”

“Gimana kalau apa toh Tante…?” Tante Tany tdk mau menjawab dan dia keluar begitu saja dari dalam kamar.

Waduh apa aku salah bicara ya sama Tante Tany, jangan-jangan dia marah denganku Cuma gara-gara ini, lalu aku turun dari kursi dan keluar kamar, ternyata Tante Tany sedang berdiri dan menyender didinding pintu kamar, lalu aku tanya bertanya kembali kepada Tante Tany.

“Tante apa marah sama Riki kok Tante tdk menjawab pertanyaan Riki?”

“Tante ngak marah Riki kok sama kamu?” sambil menoleh kearahku dia tersenyum kepadaku.

“Riki makasih ya atas bantuanya memasang lampu kamarku”.

“Ya Tante sama-sama”.

“Riki jangan pulang dulu ya, karena Tante mau bikin minuman buat kamu dan kamu mau minum apa…?” Tante Tany masih bersandar didinding pintu kamar, lalu aku mendekati Tante Tany dan berbisik ditelinganya.

“Kalau boleh pilih Riki mau minum susu punya Tante”

“Ehh jangan Riki ini kan punya Mas Dimas”.

“Sekali-sekali berbagi dong Tante untuk Riki”. Aku memintanya sambil memelas.

“Tapi Riki nanti ada yg ngeliat loh”

“Tenang Tante kalau jam segini ngak ada yg ngeliat mumpung sepi”. Kemudian Tante Tany segera melangkah mengunci pintu pagar dan rumah, setelah semua benar-benar pintu terkunci, dia kembali masuk ke kamar dimana aku sudah berada diatas kamar tidurnya.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Di Intip Kakak

Begitu Tante Tany naik keatas tempat tidur langsung kulumat dan kucium bibirnya, dan ciumanku dibalas dengan rakusnya, tangan kananya mulai meraba celana pendekku bagian depan dan meremes-remas batang kontolku lalu dimasukan tangannya kedalam celanaku dan dikocok-kocoknya kontolku yg sudah sangat tegang itu sedangkan kedua tanganku mulai meremas-remas kedua buah dadanya sambil aku sedot dan jilat kedua puting susunya yg masih menjeplak dikain satin dasternya.

Tante Tany mulai mendesah kenikmatan saat sedotanku semakin kuat bermain dikedua buah putting susunya, kocokanya semaikin kuat saat mengengam kontolku yg sudah benar-benar tegang itu, kemudia aku tarik tubuhnya dan aku arahkan kontolku kearah putting susunya yg masih terhalang dasternya,

Tante Tany langsung menggesek-gesekan kontolku di kedua putting susunya secara bergantian dengan kain satin dasternya yg terasa sangat licin itu.

kontolku benar-benar dibuatnya terasa sangat nikmat sekali oleh gesekan kain satin nya mengenai kepala kontolku hingga tak terasa ada cairan bening yg keluar membasahi kain satin dasternya tepat berada dikedua putting susunya, tak puas dengan permainan kontolku itu Tante Tany langsung melahap dan menggulum kontolku dengan mulutnya dengan cara dikocok dan disedot dengan sangat rakus oleh mulutnya.

“Ohh…..Tante….Tany….”, aku hanya bisa mendesah kenikmatan saat kontolku terus dimainkan oleh mulutnya yg sensual itu secara berutal.

karena terasa cairan spermaku segera akan keluar dengan cepat aku cabut dari dalam mulutnya dan aku angkat tubuhnya keatas ranjang dengan posisi doggy style, lalu kugesekan kontolku dikain satin dasternya yg mengkilap itu dibagian bonghkahan pantatnya.

kontolku terasa sangat licin melaju diatas kain satin dasternya dengan gerakan maju mundur, setelah puas lalu aku arahkan kontolku kelubang memeknya yg sudah terlihat sangat basah sekali dengan sekali tekan tanpa sudah payah, Bless….Batang kontolku dengan sekejab hilang ditelang lubang memeknya yg terasa sangat sempit itu hingga membuat Tante Tany tdk dapat lagi menahan lagi kenikmatan dari gerakan kontolku yg terus kugoyangkan dari arah belakang.

Tante Tany semakin mendesah kenikmatan sehingga setiap gerakanku selalu diikuti dengan gerak keluar masuk kontolku yg terus aku goyangkan tanpa henti, karena belum puas dengan posisi doggy style,

Tante Tany meminta aku untuk segera merubah posisiku menjadi aku dibawah dia diatas, begitu tubuhku sudah berada dibawah dengan posisi keatas Tante Tany segera naik ketubuhku dengan menyilangkan kedua kakinya sambil mengarahkan kontolku masuk kembali kedalam memeknya, begitu kontolku sudah masuk kedalam memeknya gerakan mulai bergerak seperti penyanyi dangdut diatas tubuhku,

Tante Tany bergerak seperti gaya berputar sambil menekan kontolku masuk lebih dalam lagi membuat aku benar-benar dibuatnya melayg kenikmatan, tubuhnya semakin menggelinjang ke kanan dan ke kiri hingga posisinya berubah seperti posisi berjogkok agar gerakan kontolku bisa ditarik keatas dan ditekan kebawah. Dengan posisi seperti itu Tante Tany menjadi orgasme yg sangat hebat, tubuhnya bergetar sangat kuat dan desahanya semakin keras terdengar seisi ruang kamarnya.

Gerakannya semakin diperlambat setelah merasakan orgasme, tapi kontolku terus aku gerakan dari bawah keluar masuk secara pelan agar sisa-sisa orgasme Tante Tany dapat dirasakan sangat nikmat dan puas, sementara spermaku belum terasa akan segera keluar akhirnya kami berganti posisi dengan posisi Tante Tany terbaring diatas tempat tidur dengan kepala diatas bantal sedangak posisiku diatas tubuhnya dengan dua kakinya aku lebarkan dan kuhujamkan kembali kontolku kedalam memeknya dan kugerakan secara naik turun sambil aku tekan lebih dalam.

Tante Tany sangat menikmati hujaman kontolku sambil aku peluk tubuhnya dengan posisi terlentang diatas ranjang sambil mulutku terus berlumatan sambil memainkan lidah sedangkan kedua tanganya terus meremas bantal yg ada dikepalanya karena menahan rasa nikmat tusukan dari batang kontolku yg terus tanpa henti aku hujamkan kememeknya dan tak terasa detik-detik segera akan muncrat keluar spermaku dari dalam batang kontolku gerakanku semakin aku percepat sambil aku berbisik ditelingan Tante Tany.

“Tante..Ahhhhh….aku sudah mau keluar….”, desahanku sambil aku bisikan ditelinganya.

“Masukan saja Riki….didalam agar lebih nikmat…sayang”Tante Tany menjawab sambil mendesah kecil.

Kedua kakinya semakin mencegkramkan kuat menjepit tubuhku yg terus bergerak menusuk lubang memeknya keluar masuk dan akhirnya Creett…creett…creettt….pecahlah sudah cairan spermaku membasahi lubang memeknya hingga masuk kedalam rahimnya.

Setelah sama-sama puas mengadu kenikmatan dan beristirahat sebentar diatas ranjang kamar Tante Tany yg penuh noda keringat dan sperma yg membasahi tempat tidurnya, aku segera bergegas bangkit untuk pamit pulang sambil menciumnya kembali Tante Tany yg terlihat kecapeaan diatas tempat tidur dengan pakaian daster satin yg penuh dengan noda spermaku yg belum menggering dikain satin nya.

Semenjak perselingkuhan aku dengan Tante Tany tanpa sepengetahuan suaminya, Tante Tany menjadi hamil dan dengan kabarnya Tante Tany hamil suaminya terlihat sangat gembira mendengar kabar itu, walaupun benih yg ada didalam kandunganya hasil peselingkuhanku dengan Tante Tany.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Kuberikan Perawanku

Tapi semenjak kelahiran anak pertamanya perselingukahnku tetap berjalan seperti bisa karena Tante Tany sudah ketagihan berselingkuh denganku hingga tak terhitung sudah kita beberapa kali melakukanya, hingga Tante Tany hamil lagi yg kedua kalinya oleh benihku yg terbuang didalam rahimnya.

author