Cerita Sex : Siswi SMU Nakal Liar

No comment 1772 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita seks –Sebut saja namaku Beni (nama samaran) aq seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bandung. Asalku Dari Semarang dan aq tinggal di Kost. Aq pun termasuk orang yang serba kecukupan, serta sangat taat pada agama. Apalagi untuk mencoba narkoba atau segala macam, nggak deh.

Kejadian ini kira-kira 5 bln yang lalu. Tepatnya di hari selasa sekitar jam setengah tiga sore, aq sendiri bingung hari itu beda sekali, karena hari itu langit terlihat gelap sekali tapi tidak hujan. Teman kost ku memberitahuku bahwa nanti temannya anak SMU akan main ke kost ini, kebetulan temanku ini anak sekolahan juga dan hanya dia yang anak SMU di kost tersebut.

Setelah beberapa saat menunggu akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang juga, lalu temanku langsung mengajaknya ke kamarku yang berada di lantai 2. Akhirnya aq dikenalkan pada cewek tersebut, nama cewek itu Ana. Lama-lama kami mengobrol akhirnya baru aq sadari bahwa hari sudah menjelang malam. Tak lama kemudian temanku pamitan mau pergi ke tempat temannya, katanya sih mau mengerjakan tugas.

Akhirnya singkat cerita cuma aku dan Ana yang tinggal di kamar kost. Aq memang tergolong cowok yang keren, tinggi badan 175cm, berat badan 62kg, rambut bergelombang dan tampangku benar-benar cute, kata teman-temanku sih.

Tanpa berkedia Ana memandangiku, dia lalu mencoba menggodaku denga menggelitik tubuhku, aq tak tau darimana dia mengetahui kelemahanku itu. Kontan saja aku terkejut. Aku membalas serangan Ana yang terus menggelitikku. Kami bercanda dan tertawa. Kami terdiam sejenak ketika ada sekelebatan orang lewat di depan kamar kostku. Dalam diam kami saling berpandangan da tiba-tiba Ana mencium bibirku, aku diam bercampur kaget dan bingung. Gimana nggak bingung gadis yang baru mengenalku dengan berani menciumku tanpa permisi.

Ciuman itu cuma sebentar, lalu dia kembali tiduran di kasur dan menatapku dengan penuh gairah. Mata itu seolah-olah ingin menerkamku. Kembali dia melumat bibirku, kali ini aku membalas lumatannya dengan hisapan-hisapan kecil di bibir bawah dan atasnya. kali ini ciuman kami lumayan lama dan tanpa kusadari pintu kamar ternyata masih terbuka. Ana memintaku untuk menutup pintu kamarku. Tanpa sepatah kata akupun menuruti permintaan Ana.

Begitu pintu kamar sudah tertutup Ana langsung mendekapku dari belakang. Dia menciumiku dengan ganasnya. Kemudian tubuh Ana kurebahkan di kasur, kami bercumbu dengan penuh nafsu. Aku mencoba untuk menyentuh toketnya, dia hanya terdiam. Kubuka sweater dan tanktop yang dia pakai, tak lupa akupun melepaskan Bhnya. Terlihat Toket yang begitu montok, biasanya aku melihat toket dari film bokep yang sering kuputar. Tapi kali ini aku benar-benar melihat toket secara langsung.

Tanpa menunggu aba-aba dari Ana aku langsung menjilat dan menyedot putingnya. Ana mendesah hebat.

“Oooohhh… aaahhh…ssstttt…” desahan penuh nafsu.

Kulumat habis toket Ana, toket anak SMA kelas 2 yang ukurannya lumayan besar untuk seusianya. Perlahan-lahan ciumanku turun ke perut Ana, kulihat dia memakai celana dalam berwarna hitam.

Tanpa menunggu lama akupun lalu melepas celana yang dia pakai. Ana ikut membantu dengan mengangkat kedua pinggulnya. Sekarang posisi Ana sudah dalam keadaan telanjang bulat. Aku melihat pemandangan yang benar-benar nyata karena selama ini aku hanya membayangkan dan nonton film bokep. Tidak pernah berbuat yang sebenarnya.

Kupandangi memek Ana yang sudah ditumbuhi rambut kira-kira panjangnya hanya 2 cm tapi tak begitu lebat. Ingin sekali aku segera mencium aroma memek seorang wanita. Aku memulai mencium dari perutnya, kujilati pusarnya perlahan. Pas ketika hampir mengenai memeknya Ana pun menghindar dan berkata,

“Stop mas, jangan cium memek Ana ya geli deh ….” kata Ana sambil menutup memeknya dengan kedua tangannya.

Kuturuti perkataan Ana. Akupun segera bangkit dan langsung menindih tubuhnya. Kuciumi toket Ana sambil tangan kiriku mengelus-elus memek Ana.

“Iiihhh maaas, geli deh…” katanya manja.

Dan tiba-tiba Ana mendorong badanku dan terbaliklah posisi kita sekarang. Tadi aku yang menindih Ana, sekarang berganti Ana yang menindihku. Kkuat sekali dorongan perempuan yang kira-kira berbobot 45 kg dengan tinggi 160 cm ini, pikirku dalam hati.

“Oya mas, buka donk pakaianmu…masak aku aja yag bugil…kan nggak adil jadinya” katanya sambil melepas kaos yang kupakai. Dan lagi-lagi aku menuruti permintaannya.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Godaan Mesum Oleh Menantuku

Setelah aku telanjang dada, tangan Ana berusaha masuk ke dalam celana pendek yang masih menempel di badanku. Sambil bibirnya melumat habis bibirku. Cewek ini benar-benar gila, kayanya sudah sangat perpengalaman, kataku dalam hati.

Ana lalau mencoba melepas celana yang aku pakai. Dan muncullah penisku yang sedari tadi sudah berdiri tegang. Ana begitu kagum dengan ukuran penisku yang begitu besar dan keras. Tanpa basa-basi lagi Ana langsung mengelus penisku dan membimbingnya untuk masuk ke dalam lubang memeknya yang sudah basah oleh lendir kewanitaannya. Tapi aku menapisnya.

“Tunggu..,berhenti… jujur saja aku belum pernah melakukan ini sebelumnya” kataku polos. “Terus kita mau ngapain kalau ndak segera di masukan?” ujar Ana dengan nada agak tinggi.

Aku terdiam dan hanya menempelkan penisku di permukaan memek Ana tanpa memasukkanya.

“Aku gesek-gesekan aja ya?” kataku dengan nada polos.

Aku menggesek-gesekan penisku di permukaan memek Ana. Kupegang pantat Ana buah pantat Ria yang montokdan terus menggesek-gesakn penisku. Tapi lama-lama penisku pun masuk ke dalam lubang memek Ana. Ana pun langsung menggoyang pantannya naik turun.

Perasaanku berkecamuk jadi satu. Antara nikmat dan bingung. Perjaka yang aku jaga selama ini akhirnya hilang gara-gara anak SMU. Padahal sebelumnya sudah ada yang mengajakku untuk bercinta, dia masih perawan lebih cantik dari Ana, tapi aku menolaknya. Sekarang hanya dengan anak SMU perjakaku hilang.

Lama aku melamun dan berpikir tentang apa yang terjadi padaku saat itu sedangkan Ana tetap naik turun menggoyangkan pantatnya selama aku diam melamu. Dia tersenyum puas melihat apa yang baru dia lakukan terhadapku. Tapi ya sudahlah, kepalang tanggung sudah masuk, nasi sudah menjadi bubur akhirnya kuimbangi goyangan Ana. Pantatku naik turun secara berlawanan dengan yang dilakukan Ana dan terdengar bunyi suara yang memecahkan keheningan,

“Plook…ploook..plookk…” Ana mendesah menahan nikmat.

Lama kami berada di posisi tersebut, aku di bawah dan Ana di atas. Kali ini aku meminta pada Ana untuk bertukar posisi. Tapi genjotan Ana yang kuat membatalkan niatku, tapi masa iya sih aku kalah sama cewek, pikirku. Kucoba untuk mendorong Ana sekuat tenagaku dan akhirnya kami berada di posisi duduk. Ana terus saja menggenjotku dengan penuh gairah. Posisi ini benar-benar sangat nikmat, pikirku dalam hati.

Kucoba lagi untuk mendorong Ana supaya tidur terlentang. Ingin sekali penisku menyodok memek Ana dari atasnya. DFAn akhirnya “Sleeeppp…” masuklah semua penisku di memeknya Ana. Kugenjot memek Aana dengan penuh gairah. Kepalang tanggung biarlah kuterima dosa ini, pikirku.

Dengan ganas dan cepat aku menggenjot memek Ana. Dan suara hentakan dari penisku kembali terdengar. Ternyata memek Ana telah banjir dengan cairan. Aku tidak tahu pasti apakah itu air spermanya Ana, atau apakah hanya lendir biasa saja. dan Ana berkata,

“Kamu sudah keluar belum mas?” tanyanya.

“Ya belumlah…” kataku ketus.

Kukira perkataanya mengejekku mentang-mentang aku baru pertama kalinya ngentot jadi dia menayngka aku sudah keluar lebih dulu. Dan akhirnya aku ingin segera meraih orgasme.

Dengan cepat kucabut batang penisku dari lubang memeknya dan kesemburkan air maniku di perutnya, karena aku takut kalau kukeluarkan di dalam memeknya akan hamil, kan bisa repot urusannya. Ana tersenyum dengan puas atas kemenenanganya menggodaku untuk berbuat tak senonoh kepadanya.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Istri Bosku

Ahh, nasib-nasib, dan sejak kejadian itu aku mulai menghilangkan kebiasaan burukku yaitu coli, dan aku tak mau lagi mengulang perbuatan tersebut mengentot wanita lain selain dengan istriku nanti.

 

author